Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 12 Jan 2026 11:42 WITA ·

Kementerian PU Sudah Mengalirkan Air Bersih Kembali Melalui Sumur Bor, Pulihkan Kehidupan dan Ibadah Warga Aceh Tamiang Pascabencana


Kementerian PU Sudah Mengalirkan Air Bersih Kembali Melalui Sumur Bor, Pulihkan Kehidupan dan Ibadah Warga Aceh Tamiang Pascabencana Perbesar

Aceh Tamiang, 12 Januari 2026 – Komitmen Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam memulihkan layanan dasar pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang kian menunjukkan hasil nyata. Melalui program pembangunan sumur bor di 24 titik strategis, akses terhadap air bersih yang sempat terputus kini secara bertahap telah dipulihkan, mengalirkan harapan dan kemudahan bagi masyarakat.

Salah satu bukti keberhasilan program ini adalah sumur bor yang telah
beroperasi dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat di Masjid Simpang Lhee,
Kecamatan Manyak Payed. Dengan kedalaman mencapai 82 meter, sumur ini telah
menjadi sumber kehidupan baru, memastikan tersedianya air bersih untuk
keperluan ibadah di masjid sekaligus kebutuhan sehari-hari warga sekitar.

Menteri Pekerjaan Umum, Bapak Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penyediaan
akses air bersih merupakan prioritas utama dalam proses pemulihan pascabencana.
“Pemulihan tidak hanya fokus pada rehabilitasi infrastruktur fisik, tetapi yang
terpenting adalah mengembalikan akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar,
khususnya air bersih. Hal ini merupakan fondasi bagi kesehatan, kenyamanan, dan
keberlangsungan aktivitas sosial-keagamaan masyarakat untuk bangkit kembali,”
tegas Menteri Dody.

Kehadiran sumur bor ini disambut dengan penuh rasa syukur oleh
masyarakat, yang selama ini menghadapi kesulitan besar mendapatkan air bersih.
Kini, aktivitas wudu, kebersihan masjid, hingga kebutuhan domestik rumah tangga
dapat kembali berjalan dengan normal.

“Alhamdulillah, air telah mengalir dengan lancar. Jamaah dapat
menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Warga sekitar pun turut
merasakan manfaatnya, tidak lagi harus antri berpanas-panas mencari air. Semoga
fasilitas ini dapat terjaga dan bermanfaat untuk waktu yang lama,” ujar Ibu
Aisyah Rahmi, salah seorang warga Manyak Payed, yang merasakan langsung dampak
positifnya.

Progres Pemulihan di Berbagai Titik

Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I terus
mempercepat penyelesaian pengeboran sumur bor di lokasi-lokasi lainnya. Berikut
adalah progres terkini:

1.    Kantor
Camat Kuala Simpang: Pengeboran telah mencapai 86 meter dari target 100
meter. Saat ini sedang dilakukan persiapan konstruksi pendukung setelah
identifikasi potensi akuifer.

2.    Masjid
Al Ikhlas, Gampong Sukajadi, Banda Mulia: Telah mencapai kedalaman 76
meter dengan potensi akuifer yang baik, diproyeksikan menjadi sumber air bagi
jamaah dan warga.

3.    Kantor
Datok Gampong Menanggini, Karang Baru: Proses pengeboran pilot hole
mencapai 25 meter dan sedang dalam penanganan teknis pascakerusakan alat.

4.    Pesantren
Darul Mukhlisin, Karang Baru: Pilot hole telah mencapai 96 meter dengan
potensi akuifer pada beberapa lapisan, menjanjikan pasokan air yang memadai
untuk lingkungan pesantren.

5.    TK
Nurul Ikhlas Telaga Meuku II, Banda Mulia: Pilot hole selesai pada 82
meter dan memasuki tahap persiapan konstruksi sumur.

6.    Desa
Matang Teupah, Bendahara: Pengeboran pilot hole telah selesai sesuai
target 100 meter dan sedang dilanjutkan ke tahap konstruksi sumur.

7.    Desa
Bandar Khalifah, Bendahara: Telah mencapai 118 meter dan tengah memasuki
tahap konstruksi.

8.    Desa
Meurandeh, Manyak Payed: Konstruksi sumur telah selesai. Saat ini dalam
proses well development dan pemasangan pompa untuk segera dapat digunakan.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Kementerian PU telah dan akan terus
melaksanakan survei geolistrik di berbagai lokasi, termasuk di wilayah Manyak
Payed, Kantor Kejaksaan Negeri, serta titik-titik cadangan lainnya guna
mengantisipasi kebutuhan di masa depan.

Program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun
negeri dan memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana, dimulai dari hal yang
paling mendasar yaitu air bersih.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 942 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga

19 Agustus 2026 - 17:44 WITA

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis

19 Agustus 2026 - 16:44 WITA

FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

19 Agustus 2026 - 15:06 WITA

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

19 Agustus 2026 - 14:25 WITA

NOVOTEL SINGAPORE ROBERTSON QUAY RESMI BUKA

19 Agustus 2026 - 13:58 WITA

Trending di Bisnis