TORUT, SULUTNEWS. COM – Kepolisian Resor Toraja Utara (Polres Torut) menggandeng Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Torut untuk memperkuat pembinaan mental dan spiritual para tahanan. Kegiatan tersebut berlangsung melalui ibadah bersama di Ruang Tahanan (Rutan) Satuan Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Torut, Panga’, Kecamatan Tondon, Rabu (26/8/2026) pagi.
Kapolres Torut AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat, S.H., S.I.K., M.I.K. hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Melalui program ini, kepolisian tidak hanya menjalankan proses penegakan hukum, tetapi juga memberikan ruang bagi para tahanan untuk memperbaiki diri.
Dalam pelaksanaannya, Polres Torut melibatkan Kemenag Torut sebagai mitra pembinaan rohani. Pihak Kemenag memandu jalannya ibadah sekaligus memberikan pelayanan spiritual kepada para tahanan.
Dengan kolaborasi tersebut, kepolisian berupaya menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek moral dan keagamaan.
Selain itu, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para tahanan untuk menggunakan masa penahanan sebagai momentum melakukan introspeksi.
Kapolres Torut AKBP Yoseph Adi R. Sudrajat melalui Kasi Humas AKP Sette Marrung, S.H., menegaskan komitmen kepolisian untuk tetap memperhatikan sisi kemanusiaan para tahanan.
“Pembinaan ini merupakan langkah nyata kami bersama Kemenag Torut untuk menyentuh sisi spiritual para tahanan. Kami berharap momentum ibadah ini menjadi sarana introspeksi diri yang mendalam,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan rohani dapat membantu para tahanan memahami kesalahan sekaligus membangun tekad untuk berubah.
Karena itu, Polres Torut berharap para tahanan mampu kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih baik dan kesadaran hukum yang lebih kuat.
Sementara itu, pelayan firman Novianto Rombe memimpin penyampaian firman Tuhan dalam ibadah tersebut.
Ia mengangkat perikop Alkitab dari Yesaya 43:18-19. Pesan tersebut mengajak para tahanan untuk tidak terus terjebak dalam masa lalu.
Sebaliknya, mereka diajak melihat masa depan dan membuka lembaran kehidupan baru melalui pertobatan serta perubahan perilaku.
Selanjutnya, para tahanan mengikuti doa bersama dan mendengarkan firman Tuhan. Rangkaian ibadah juga memberikan penguatan mental agar mereka tetap memiliki harapan selama menjalani proses hukum.
Selain mengikuti ibadah, para tahanan juga mendapat arahan langsung dari Kapolres Torut.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mendorong para tahanan agar tidak berkecil hati. Ia meminta mereka memanfaatkan masa penahanan untuk mengevaluasi diri dan mempersiapkan perubahan positif.
Menurutnya, masa penahanan dapat menjadi kesempatan untuk membangun kembali sikap dan pola pikir sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.
Dengan demikian, para tahanan tidak hanya menjalani proses hukum, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melakukan pembenahan diri.
Polres Torut selanjutnya berkomitmen menjaga kesinambungan program pembinaan rohani. Untuk itu, kerja sama dengan Kemenag akan terus menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan spiritual.
Di sisi lain, pembinaan tersebut juga menjadi pendekatan preventif untuk mendorong perubahan perilaku setelah para tahanan menyelesaikan proses hukumnya.
Melalui pembinaan yang konsisten, kepolisian berharap para tahanan memiliki fondasi moral dan spiritual yang lebih kuat.
Pada akhirnya, Polres Torut ingin memastikan para tahanan memiliki bekal positif ketika kembali ke tengah masyarakat.
Selain meningkatkan kesadaran hukum, pembinaan juga diarahkan untuk menumbuhkan tanggung jawab dan kemauan memperbaiki kehidupan.
Dengan pendekatan humanis tersebut, Polres Torut berharap para tahanan dapat kembali menjalani kehidupan secara produktif, menjaga perilaku, serta tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Penulis : Muhammad Irwansyah
(Wartawan Madya)




