Bitung, Sulutnews.com – Program ketahanan pangan terus digelorakan TNI AD. Kali ini, Danrem 131/Santiago, Brigjen TNI Martin Susilo Martopo Turnip SH MH memimpin langsung aksi turun ke sawah dengan melakukan penanaman padi di lahan seluas 20 hektar di Kelurahan Tanjung Merah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Rabu (21/8).
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimda Kota Bitung. Hadir di antaranya Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai SIK MH, Dandim 1310/Bitung, Letkol Czi Hanif Tupen ST MIP, perwakilan Pemkot Bitung, para petani, serta masyarakat sekitar.
Mereka bersama-sama turun ke sawah menanam padi sebagai wujud nyata sinergi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Asisten III Pemkot Bitung, Benny Lontoh yang mewakili Walikota Hengky Honandar, menegaskan bahwa program ketahanan pangan TNI AD menjadi salah satu pilar penting menjaga stabilitas dan keberlangsungan pembangunan.
“Tanpa ketersediaan pangan yang cukup bergizi dan terjangkau, pembangunan yang kita lakukan akan sulit mencapai hasil optimal. Semoga kegiatan ini memberi dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan di Kota Bitung,” ujarnya.
Sementara itu, Danrem 131/Santiago menegaskan kegiatan penanaman padi ini merupakan instruksi Panglima TNI dalam membentuk satuan gugus tugas ketahanan pangan di tiap wilayah.
“Sebagai Dansatgas di daerah, para Dandim bersama unsur TNI lainnya ditugaskan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, instansi sipil, swasta, serta masyarakat.
Tujuannya agar bangsa kita mampu mandiri dengan ketahanan pangan yang kokoh, terutama pada kebutuhan pokok seperti padi dan jagung,” jelas Brigjen Martin.
Ia menambahkan, kehadiran TNI dalam kegiatan pertanian merupakan bukti bahwa TNI tidak hanya menjadi garda terdepan di bidang pertahanan, tetapi juga turut mendukung pembangunan nasional.
“Terima kasih kepada pemerintah daerah, kelompok tani, serta seluruh pihak yang telah bersemangat bergerak bersama. Semoga lahan-lahan pertanian di Bitung dapat dipertahankan bahkan ditambah luasnya agar kota ini mampu mandiri dalam ketahanan pangan,” pungkasnya.
(Tzr)





