Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Kotamobagu · 12 Sep 2025 15:45 WITA ·

Kakao Kotamobagu Dilirik Pasar Jepang, Wenny Gaib Dorong Produksi Organik


Kakao Kotamobagu Dilirik Pasar Jepang, Wenny Gaib Dorong Produksi Organik Perbesar

KOTAMOBAGU – Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, Sp.M., menegaskan komitmennya untuk mendorong para petani kakao di Kotamobagu beralih ke sistem produksi organik. Hal tersebut disampaikan saat menerima kunjungan Direktur Utama PT Turkodom Indonesia, Cecilia Krista Tumini, bersama tim, dalam pertemuan dengan pemerintah daerah dan petani kakao di Perkebunan Kakao Yantaton, Kelurahan Pobundayan, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kamis 11 September 2025.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengungkapkan bahwa pasar Jepang membuka peluang besar bagi kakao Kotamobagu, dengan syarat utama produk yang diekspor harus dipastikan organik.

“Pak Yosugawa, pemilik perusahaan pembeli kakao kita, meminta kakao organik. Saya jujur menyampaikan bahwa sebagian besar kakao kita masih non-organik. Tapi secara bertahap, petani akan kita arahkan ke produksi organik,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, pihak pembeli di Jepang bahkan telah menyatakan kesiapan membuat MoU dengan pemerintah daerah untuk pembelian kakao organik. Sementara itu, peluang pasar Tiongkok masih terbuka, namun belum ada kepastian kontrak resmi. Karena itu, ia menekankan pentingnya kejujuran dalam perdagangan.

“Kalau organik, sampaikan organik. Kalau non-organik, katakan non-organik. Orang Jepang tidak bisa ditipu. Sekali kita curang, maka akan rusak nama baik kakao kita di mata dunia,” tegasnya.

Wali Kota juga menambahkan, melalui kerja sama antar lima daerah di bawah payung Gadasera, akan ditentukan kebun mana yang benar-benar organik dan mana yang non-organik, agar tidak tercampur. Pemerintah akan ikut memastikan mutu produk sebelum diekspor.

Artikel ini telah dibaca 909 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Warga Salut Pelayanan SPBU Kotobangon//

2 September 2026 - 16:12 WITA

PBSI Kotamobagu Audiensi Wali Kota: Walikota Cup Bulu Tangkis Siap Digelar Oktober Mendatang

1 September 2026 - 17:42 WITA

TP-PKK Luncurkan Posting Cantika Lawan Stunting

31 Agustus 2026 - 14:55 WITA

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gelar Paripurna Pembicaraan Tingkat I KUA- PPAS Perubahan 2026

29 Agustus 2026 - 13:31 WITA

Kapolres AKBP Abdul Kholik Turun Langsung Pantau Latihan Dalmas di Mapolres Kotamobagu

26 Agustus 2026 - 15:59 WITA

Turnamen Catur AP3BMR Cup Sukses digelar Kahar Mokoginta Raih Juara Satu

20 Agustus 2026 - 23:47 WITA

Trending di Kotamobagu