Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 3 Nov 2025 17:05 WITA ·

KAI Persiapkan Pengoperasian “Kereta Petani dan Pedagang” untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah


KAI Persiapkan Pengoperasian “Kereta Petani dan Pedagang” untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah Perbesar

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui anak usahanya KAI Commuter tengah menyiapkan konsep pengoperasian Kereta Petani dan Pedagang, sebuah inovasi layanan transportasi berbasis rel yang dirancang untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perdagangan lokal. Pada tahap awal, konsep ini akan diterapkan di wilayah Banten sebagai bentuk dukungan terhadap Program Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, pemerataan ekonomi, serta peningkatan produktivitas sektor riil.

Kereta khusus ini merupakan hasil karya Balai Yasa Surabaya Gubeng, yang pertama kali diperkenalkan kepada publik pada 15 Agustus 2025. Saat itu, Kereta Petani dan Pedagang menjalani uji lintas perdana untuk memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kelayakan operasional sebelum dapat dioperasikan. Inovasi ini menjadi salah satu bukti kemampuan KAI dalam menghadirkan sarana transportasi yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Vice President Public Relations KAI Anne Purba menyampaikan bahwa KAI berkomitmen menghadirkan layanan yang memiliki manfaat sosial dan ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Melalui KAI Commuter, kami sedang menyiapkan konsep pengoperasian layanan yang akan membantu petani dan pedagang menjangkau pasar dengan lebih mudah, efisien, dan berbiaya terjangkau. Transportasi berbasis rel berperan penting dalam memperkuat rantai pasok dan mendorong ekonomi daerah,” ujar Anne.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten 2023, terdapat 609.226 unit usaha pertanian perorangan di wilayah tersebut. Sebagian petani masih menghadapi kendala distribusi hasil panen ke pasar, yang berdampak pada rendahnya nilai jual produk. Kehadiran Kereta Petani dan Pedagang diharapkan dapat menjadi solusi dalam mempercepat mobilitas hasil pertanian dan produk UMKM secara aman dan efisien.

Survei terhadap pengguna Commuter Line Merak menunjukkan 81,23 persen penumpang petani dan pedagang mendukung adanya layanan kereta khusus untuk menunjang aktivitas ekonomi mereka. Sementara itu, 6,94 persen penumpang dari Serang mengusulkan penyesuaian waktu keberangkatan pagi antara pukul 07.00 hingga 08.00 agar sesuai dengan waktu pasar tradisional.

Anne menegaskan, aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan menjadi perhatian utama dalam pengembangan layanan ini. Karena itu, KAI melalui KAI Commuter terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan guna memastikan kesiapan teknis, operasional, dan keselamatan pelanggan sebelum tahap implementasi dilakukan.

Tahap awal pengoperasian Kereta Petani dan Pedagang akan difokuskan di lintas Rangkasbitung Line, dengan pola layanan yang dirancang agar proses bongkar muat hasil pertanian dan barang dagangan dapat dilakukan dengan aman di sejumlah stasiun. Kereta ini akan menggunakan jadwal eksisting Commuter Line Merak dengan waktu pemberhentian tambahan di beberapa titik.

Sepanjang Januari–September 2025, pengguna Commuter Line di Rangkasbitung Line mencapai 56.825.669 pelanggan, naik 9,9 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebanyak 51.706.637 pelanggan. Peningkatan ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi masyarakat Banten yang didukung transportasi publik berbasis rel.

“Program ini masih dalam tahap persiapan, dan kami ingin memastikan setiap langkahnya berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui transportasi yang inklusif dan produktif,” tutup Anne.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 987 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berapa Tahun Idealnya untuk Menabung Emas? Ini Cara Menentukannya

27 Agustus 2026 - 22:41 WITA

Zuo Hao Shi Tambah Kanal Resmi di Situs Web, Perkuat Jaringan Distribusi Obat Pegal Linu Berizin BPOM

27 Agustus 2026 - 21:06 WITA

Rayakan HUT ke-38, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Berbagi Kebahagiaan dengan 50 Anak Yatim Piatu

27 Agustus 2026 - 20:29 WITA

FUGUKU MEMPERKENALKAN KOLEKSI “GROUND ZERO” DI ORCHARD ROAD FASHION WEEK, MENGHUBUNGKAN AKTIVASI GLOBAL DENGAN SENI MENGUMPULKAN KARYA FASHION BERKESADARAN

27 Agustus 2026 - 20:25 WITA

Pengguna LRT Jabodebek Meningkat Seiring Kebutuhan untuk Mobilitas Masyarakat

27 Agustus 2026 - 19:21 WITA

Memperkuat Komunikasi Isu Dekarbonisasi, VRITIMES Hadir di IICCS Forum 2026

27 Agustus 2026 - 19:08 WITA

Trending di Bisnis