Rote Ndao, Sulutnews.com – Graha Narwastu menjadi pusat perhatian saat pelaksanaan acara “Diseminasi Hasil Kajian Kawasan Transmigrasi Batutua-Nusamanuk Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur” pada tanggal 28 November 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Tim Ekspedisi Patriot dari Universitas Padjadjaran (Unpad) ini menandai langkah penting dalam upaya pengembangan wilayah melalui program transmigrasi yang terencana dan berkelanjutan.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rote Ndao, Jonas M. Selly, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans). Kehadiran mereka menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program transmigrasi sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.
Jonas M. Selly, Sekda Rote Ndao, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif dan kerja keras Tim Ekspedisi Patriot Unpad dalam melakukan kajian mendalam terkait kawasan transmigrasi Batutua-Nusamanuk. Beliau menekankan bahwa hasil kajian ini akan menjadi landasan krusial bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan program yang lebih efektif dan tepat sasaran.
“Kajian ini memberikan insight yang berharga bagi kami dalam memahami potensi dan tantangan yang ada di kawasan transmigrasi Batutua-Nusamanuk,” ujar Jonas M. Selly. “Dengan data dan informasi yang akurat, kami dapat merancang program yang lebih terukur dan berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.”
Kepala Dinas Nakertrans menambahkan bahwa program transmigrasi memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah. Oleh karena itu, pemerintah daerah akan terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan dukungan yang optimal bagi para transmigran.
Tim Ekspedisi Patriot Unpad dalam presentasinya menyampaikan sejumlah temuan penting terkait potensi dan tantangan pengembangan kawasan transmigrasi Batutua-Nusamanuk. Beberapa poin penting yang disampaikan antara lain:
– Potensi Sumber Daya Alam: Kawasan ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, termasuk lahan pertanian yang subur, potensi perikanan, dan sumber daya air yang memadai.
– Infrastruktur: Perlu adanya peningkatan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik, dan air bersih untuk mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
– Pemberdayaan Masyarakat: Program pemberdayaan masyarakat perlu ditingkatkan melalui pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, dan akses terhadap modal usaha.
– Kearifan Lokal: Pengembangan kawasan transmigrasi perlu memperhatikan kearifan lokal dan nilai-nilai budaya masyarakat setempat agar tercipta harmoni dan keberlanjutan.
Acara diseminasi ini diharapkan dapat menjadi momentum penting bagi seluruh stakeholder untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan kawasan transmigrasi Batutua-Nusamanuk sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Rote Ndao. Dengan perencanaan yang matang, implementasi yang efektif, dan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, program transmigrasi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.
Reporter: Dance Henukh







