Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Jakarta · 7 Agu 2023 23:53 WITA ·

Jenderal Dudung Abdurachman Peluang Kuat Sebagai Panglima TNI


Jenderal Dudung Abdurachman Peluang Kuat Sebagai Panglima TNI Perbesar

Jakarta,Sulutnews.com – Jenderal Dudung Abdurahman Masih Berpeluang Menjadi Panglima TNI Menggantikan Laksamana Yudo Margono.
Jakarta,7 Agustus 2023.

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman diprediksi berpeluang menggantikan posisi Panglima, Laksamana Yudo Margono yang akan pensiun pada Desember 2023
Menurut beberapa pengamat militer, peluang KSAD menjadi Panglima TNI cukup besar, mengingat tradisi pergantian Panglima TNI di masa reformasi yang cenderung tidak dari matra yang sama. Selain itu, KSAD juga memiliki pengalaman dan prestasi yang memadai sebagai pemimpin di TNI AD.

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan memasuki masa pensiun per 1 Desember 2023. Artinya, dalam waktu kurang dari 5 bulan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memilih Panglima TNI menggantikan Yudo Margono.

Dedi Siregar dalam keterangan persnya mengatakan bahwa pengganti panglima TNI sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden

Sesuai aturan pergantian Panglima TNI hanya akan dipilih dari kepala staf yang sedang menjabat atau mantan kepala staf setiap angkatan yang masih dalam masa dinas keprajuritan. Tentunya dengan mempertimbangkan banyak aspek dan kepentingan nasional. Siapapun yang dipandang paling layak, tentunya tidak ada alasan untuk tidak diusulkan.

“Tidak ada ketentuan normatif yang mengharuskan pergiliran di antara ketiga matra secara urut kacang. Semua kepala staf angkatan sebenarnya punya peluang yang sama. Namun itu sepenuhnya hak presiden, dan tentunya presiden juga bertanggung jawab penuh atas usulannya,”

Dedi Siregar mengatakan, apabila Jenderal Dudung Abdurachman diperpanjang masa dinas aktifnya, maka kemungkinan abituren Akademi Militer 1988-B itu akan menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo (abituren Akademi Angkatan Laut 1988-A).
Menurutnya hal ini bisa saja terjadi mengingat bahwa kondisi politik menjelang pemilu 2024 membutuhkan sosok panglima TNI yang memiliki kemampuan untuk menciptakan kondisi yang aman dan damai.

“Kami berharap bahwa Jenderal Dudung masih punya peluang besar menjadi Panglima TNI di akhir masa dinas aktifnya, dengan catatan mendapatkan perpanjangan dinas aktif keprajuritan selama satu tahun melalui keputusan presiden atau peraturan presiden, dengan asumsi Laksamana Yudo tidak mendapatkan perpanjangan dinas aktif,”

Semoga Jenderal Dudung Abdurachman diperpanjang masa dinas aktifnya, maka kemungkinan abituren Akademi Militer 1988-B itu akan menjadi Panglima TNI menggantikan Laksamana Yudo (abituren Akademi Angkatan Laut 1988-A).

Dengan di usulkannua jendral Dudung Abdurahman menjadi panglima TNI kami sangat yakin beliau bisa bekerja sama dengan Menteri Pertahanan dalam melakukan modernisasi TNI dengan menghadapi berbagai tantangan geopolitik saat ini dan ancaman global lainnya. Modernisasi dalam arti bukan hanya untuk peremajaan alutsista, namun TNI harus memiliki doktrin militer yang dapat beradaptasi dalam menangani isu keamanan maritim, bencana alam, konflik regional, maupun ancaman terorisme di kawasan Asia Tenggara, serta dapat berperan dalam perdamaian dunia di berbagai kawasan konflik.” ujarnya.

Banyak alasan kuat mengapa Jenderal Dudung Abdurachman. Berpeluang menjadi menjadi Panglima TNI yang jelas sangat terbuka lebar. Faktor politik dan kekuasaan jelas sangat berpihak kepadanya. Dudung yang kerap mendukung pemerintahan Jokowi dengan konsisten melawan narasi ancaman radikalisme sangat sesuai dengan selera penguasa. Belum lagi, ia berani mengerahkan personel TNI AD untuk menurunkan baliho Front Pembela Islam (FPI) di seluruh Jakarta, yang membuat namanya harum di mata pemerintah. Berbekal latar belakang dan rekam jejak seperti itu maka Dudung sangat berpeluang untuk diangkat menjadi panglima TNI.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 615 kali

Baca Lainnya

KADIN Pusat Jadikan Tomohon Mitra Strategis, TIFF 2026 Dibuka sebagai Pintu Masuk Investasi Beragam Sektor

16 Juli 2026 - 22:10 WITA

TMMD Ke-129 Tahun 2026 Resmi Dibuka di Kecamatan Taluditi Wujud Sinergi TNI dan Pemerintah Percepat Pembangunan Desa

16 Juli 2026 - 20:10 WITA

Perkuat Pembangunan Wilayah Perbatasan, Gubernur Sulut Bersama Pangdam XIII/Merdeka Hadiri Pembukaan Karya Bakti Skala Besar 2026 di Talaud

15 Juli 2026 - 23:42 WITA

Kementerian Ekraf Siap Kembangkan TIFF Menjadi Ekosistem Industri Kreatif di Tomohon

15 Juli 2026 - 21:43 WITA

5 Produk Men’s Biore Wajib Punya untuk Perawatan Wajah Pria

14 Juli 2026 - 19:58 WITA

Pangdam XIII/Merdeka Hadiri Panen Raya Padi Serentak Tegaskan Komitmen TNI Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

14 Juli 2026 - 18:36 WITA

Trending di Bolmong