Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 25 Jan 2026 11:39 WITA ·

Intel Lampaui Ekspektasi Q4, Tapi Saham Tertekan oleh Outlook 2026


Intel Lampaui Ekspektasi Q4, Tapi Saham Tertekan oleh Outlook 2026 Perbesar

Saham Intel Corporation (INTC) mengalami tekanan pasar signifikan setelah rilis laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2025. Meskipun hasil pendapatan dan laba per saham melampaui ekspektasi analis, panduan perusahaan untuk kuartal pertama 2026 dianggap kurang menggembirakan, memicu aksi jual kuat di pasar saham Amerika Serikat.

Dalam laporan Q4 2025, Intel mencatat pendapatan sekitar US$13,7 miliar, sedikit lebih tinggi dari perkiraan analis dan menunjukkan bahwa perusahaan masih mampu mengatasi tekanan industri yang kompleks. Angka pendapatan ini turun sekitar 4% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, namun masih berada di atas kisaran estimasi pasar. Sementara itu, pendapatan disesuaikan (non-GAAP EPS) mencapai USD 0,15 per saham, melampaui ekspektasi konsensus analis yang lebih rendah.

Meskipun Intel berhasil mengalahkan ekspektasi pasar untuk Q4, hal ini tidak cukup mencegah sentimen negatif pasar terhadap masa depan perusahaan. Investor fokus pada panduan kuartal pertama 2026 yang diproyeksikan jauh di bawah estimasi, dengan Intel memperkirakan pendapatan di kisaran US$11,7 miliar hingga US$12,7 miliar dan laba per saham non-GAAP yang mendekati breakeven atau bahkan negatif. Panduan tersebut dianggap mengecewakan karena berada di bawah ekspektasi analis, sehingga menimbulkan keraguan tentang kemampuan Intel mempertahankan momentum pertumbuhan.

Sentimen lemah turut diperparah oleh kekhawatiran seputar tantangan rantai pasok dan kemampuan produksi, terutama dalam memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk chip berperforma tinggi di pusat data dan aplikasi kecerdasan buatan. Perusahaan memperingatkan bahwa hambatan pasokan diperkirakan akan tetap ada setidaknya hingga kuartal II, sebelum mulai pulih. Kekhawatiran ini diperparah oleh perlambatan di segmen komputasi klien (PC), di mana permintaan masih menunjukkan tren menurun.

Respons pasar terhadap panduan tersebut sangat tajam. Saham Intel turun lebih dari 12% hingga 17% dalam satu sesi, mencerminkan reaksi investor terhadap kombinasi panduan lemah, prospek pertumbuhan yang tidak pasti, dan tantangan struktural dalam kompetisi global chipset dengan rival seperti Nvidia dan AMD. Banyak analis mencatat bahwa meskipun Intel menunjukkan kekuatan di segmen Data Center & AI, tantangan di lini PC serta tekanan marjin membuat prospek jangka pendek lebih rumit.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa pergerakan saham teknologi tidak hanya ditentukan oleh hasil saat ini, tetapi juga oleh ekspektasi pasar terhadap arah pertumbuhan ke depan. Bagi investor yang aktif memantau dinamika pasar Amerika Serikat, pergerakan saham AS, aset kripto, dan emas digital dapat kamu cek secara real-time melalui aplikasi Nanovest. Dengan menggunakan Nanovest, investor Indonesia bisa mengikuti pergerakan pasar global dalam satu platform yang intuitif.

Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi, Nanovest menawarkan platform yang memungkinkan eksplorasi berbagai koin kripto populer dan altcoin lainnya. Nanovest merupakan aplikasi investasi saham & kripto yang terpercaya dan aman, menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia yang ingin menggabungkan kedua instrumen investasi dalam satu aplikasi. Selain itu, bagi investor pemula, aset kamu terproteksi dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas, memberikan rasa aman saat memulai perjalanan investasi. Nanovest juga telah terdaftar dan berlisensi resmi sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Informasi lebih lanjut bisa kamu temukan di www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest tersedia untuk diunduh pada Play Store maupun App Store, siap membantu investor Indonesia memanfaatkan tren pasar global secara fleksibel serta aman.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 925 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ikuti Transformasi Otomotif ASEAN melalui Berbagai Acara Pendukung di Automechanika Jakarta 2026

17 Agustus 2026 - 20:36 WITA

Peringati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Jasa Marga Teguhkan Komitmen Menjaga Konektivitas Nasional dan Meningkatkan Kualitas Layanan

17 Agustus 2026 - 18:49 WITA

DJI AP100 Resmi Hadir di Indonesia, Parasut Keselamatan Khusus untuk DJI Matrice 400

17 Agustus 2026 - 17:14 WITA

Pempengaruh Malaysia Meneroka Produk Eropah Premium

17 Agustus 2026 - 16:49 WITA

Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:35 WITA

Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:16 WITA

Trending di Bisnis