Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 20 Jun 2026 06:00 WITA ·

Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Minyak Goreng Terjangkau, 600 Kemasan Ludes dalam Sejam di Bazar PT INL


Holding Perkebunan Nusantara Perluas Akses Minyak Goreng Terjangkau, 600 Kemasan Ludes dalam Sejam di Bazar PT INL Perbesar

SURABAYA – Antusiasme masyarakat terhadap minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau terlihat dalam bazar yang digelar PT Industri Nabati Lestari (INL), anak usaha PTPN IV PalmCo, Sub Holding PTPN III (Persero), yang digelar di kawasan Kota Tua Surabaya, Minggu (7/6/2026). Ratusan kemasan minyak goreng yang disediakan habis terjual hanya dalam waktu sekitar satu jam.

Kegiatan bazar tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus memperkuat jaringan distribusi minyak goreng di Jawa Timur. Sebelumnya, PT Industri Nabati Lestari bersama PTPN IV PalmCo telah meresmikan fasilitas pengemasan minyak goreng (filling line) di kawasan Pelabuhan Kalimas, Tanjung Perak, Surabaya.

Dalam kegiatan tersebut, perusahaan menyediakan 600 kemasan minyak goreng ukuran 900 mililiter yang dijual dengan harga Rp15.000 per kemasan. Harga tersebut berada di bawah rata-rata harga minyak goreng premium di pasaran.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan keberadaan fasilitas pengemasan di Surabaya diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus meningkatkan efisiensi penyaluran produk ke wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.

“Melalui kerja sama distribusi dan pengemasan di Surabaya, kami berupaya meningkatkan efisiensi rantai pasok sehingga pasokan minyak goreng lebih terjaga dan masyarakat dapat memperoleh produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Jatmiko.

Menurutnya, Surabaya dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai salah satu simpul distribusi logistik nasional. Dengan pengemasan yang lebih dekat ke pasar tujuan, biaya distribusi dapat ditekan sehingga berdampak positif terhadap stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen.

Tingginya minat masyarakat terlihat sejak pagi hari. Antrean warga telah terbentuk sebelum bazar dimulai. Para pembeli berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, masyarakat yang berolahraga di kawasan Kota Tua, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Titi, warga Wonocolo, mengaku tertarik membeli karena harga yang ditawarkan lebih terjangkau dibandingkan produk sejenis yang biasa dibelinya.

“Saya sedang jogging, lalu melihat ada bazar minyak goreng. Kemasannya praktis dan harganya terjangkau, jadi saya ikut mengantre,” katanya.

Hal serupa disampaikan Ani, warga Surabaya yang datang bersama rombongan ibu-ibu PKK. Menurutnya, kualitas produk menjadi salah satu pertimbangan utama selain harga yang kompetitif.

“Saya melihat minyaknya jernih dan kemasannya bagus. Karena harganya juga terjangkau, banyak yang langsung membeli,” ujarnya.

Bagi pelaku UMKM, harga bahan baku yang lebih rendah dinilai dapat membantu menekan biaya produksi. Sari Siregar, pedagang makanan keliling asal Krembangan Selatan, mengatakan selisih harga minyak goreng memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap keuntungan usaha kecil.

“Kalau ada minyak goreng yang kualitasnya baik dan harganya lebih murah, tentu sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” tuturnya.

PTPN IV PalmCo terus memperkuat hilirisasi produk sawit dan memperluas jaringan distribusi guna mendekatkan produk kepada konsumen. Langkah tersebut sejalan dengan strategi Holding Perkebunan Nusantara dalam meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional sekaligus memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi secara lebih merata.

Keberhasilan bazar di Surabaya juga menjadi indikasi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng berkualitas dengan harga terjangkau. Di tengah dinamika harga bahan pangan, akses terhadap produk kebutuhan pokok yang mudah dijangkau dan berkualitas tetap menjadi perhatian utama konsumen.

Melalui penguatan jaringan distribusi dan hilirisasi industri sawit, PTPN IV PalmCo bersama Holding Perkebunan Nusantara terus berupaya menghadirkan produk yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan dan stabilitas pasokan nasional.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Manfaat Implementasi Tanda Tangan Elektronik bagi Organisasi dan Perusahaan

24 Juli 2026 - 13:24 WITA

Pemerintah Kembangkan Industri Intermediate Mineral, Regulasi dan Insentif jadi Tantangan.

24 Juli 2026 - 13:14 WITA

Pentingnya Detoks Mental dan Evaluasi Mandiri Bagi Trader di Akhir Pekan

24 Juli 2026 - 13:06 WITA

Cara Mencairkan Pinjaman di neobank dari Bank Neo Commerce

24 Juli 2026 - 12:55 WITA

Tantangan Distribusi Skala Besar dan Solusi Integrasi Odoo ERP Antar Retail

24 Juli 2026 - 11:55 WITA

Bocorocco Wujudkan Komitmen Sosial melalui Dukungan pada Indonesia Walk for Peace

24 Juli 2026 - 11:52 WITA

Trending di Bisnis