Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 9 Apr 2026 06:00 WITA ·

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Hilirisasi Nasional, PTPN I Siap Bangun Pabrik Kelapa dan Pala


Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Hilirisasi Nasional, PTPN I Siap Bangun Pabrik Kelapa dan Pala Perbesar

JAKARTA – Program hilirisasi komoditas yang merupakan mandat Presiden Prabowo kepada Danantara semakin progresif. Untuk komoditas kelapa dan pala, Danantara menugaskan PTPN I sebagai pelaksana operasional di lapangan. Subholding Supporting Co pada Holding Perkebunan Nusantara itu dijadwalkan melakukan groundbreaking pembangunan pebrik kelapa terintegrasi senilai Rp500 miliar dan pabrik pengolahan pala senilai Rp140 miliar, Sabtu (28/3/26). Peletakan batu pertama dijadwalkan akan dihadiri Presiden Prabowo bersamaan dengan proyek hilirisasi lain di KEK Sei Mangkei, Sumatera Utara.

Groundbreaking menjadi bukti kesiapan PTPN menerima mandat ini program ini. Selain komoditas kelapa dan pala, bersamaan juga akan dilakukan peresmian program premejaan (replanting) tanaman kopi, lada, kakao, dan jambu mete seluas 800 ribu hectare di seluruh Indonesia. Program ini akan mendapat dukungan anggaran Pemerintah sebesar Rp9,9 triliun.

Dua proyek yang menjadi domain PTPN I adalah pabrik kelapa terintegrasi dan pabrik pengolahan pala akan dibangun di lahan seluas 11 hektare di Kebun Awaya, Kabupaten Maluku Tengah. Pabrik Kelapa Terintegrasi dirancang untuk memproduksi Medium-Chain Triglycerides (MCT), tepung kelapa, dan arang aktif dengan kapasitas olah hingga 300.000 butir kelapa per hari. Sedangkan pabrik pengolahan pala difokuskan pada produksi oleoresin guna memenuhi standar tinggi pasar ekspor.

Kehadiran berbagai fasilitas manufaktur modern ini diproyeksikan tidak hanya meningkatkan nilai tambah komoditas, tetapi juga menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar. Hal ini sejalan dengan target penciptaan hingga 1,6 juta lapangan kerja baru secara nasional di sektor hilirisasi perkebunan dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

Direktur Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (25/3/26) mengatakan menyatakan kesiapannya. Ia menyebut, transformasi ini adalah langkah besar perusahaan untuk mengangkat derajat ekonomi perkebunan rakyat yang selama ini didominasi 90% sektor agraris.

“Hilirisasi ini bukan sekadar mengejar nilai tambah produk, melainkan sebuah lompatan besar untuk menjadikan Indonesia sebagai adidaya agraris dunia. Ini juga menjadi mesin penggerak ekonomi bagi masyarakat di wilayah operasional PTPN I,” kata Teddy Yunirman Danas.

Teddy menambahkan bahwa melalui sinergi bersama Danantara dan optimalisasi skema Kerja Sama Operasional (KSO), PTPN I hadir sebagai jembatan yang menghubungkan potensi besar petani lokal dengan teknologi industri modern serta akses luas ke pasar global. Untuk menjamin keberlanjutan operasional dan efisiensi, PTPN I mengedepankan opsi skema KSO bersama mitra strategis. Skema ini memungkinkan adanya transfer pengetahuan, penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat, manajemen profesional, serta penguatan portofolio bisnis tanpa harus membebani investasi aset secara berlebihan.

“Dengan dukungan penuh dari Danantara, PTPN I berkomitmen memastikan seluruh tahapan pembangunan pabrik di Maluku berjalan sesuai jadwal demi mewujudkan kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” kata dia.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 899 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

11 Agustus 2026 - 11:28 WITA

OnlinePajak Kini Jadi Bagian Achilles, Platform Bisnis Terintegrasi Gratis

11 Agustus 2026 - 11:25 WITA

Jawab Tren Investasi Emas, BRI-MI Luncurkan ETF Emas Syariah Pertama di Indonesia

11 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Apple (AAPL) Masuki Fase Baru, Pertumbuhan Laba Jadi Kunci Penggerak Saham

11 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Cara Top Up UC PUBG Mobile Aman dan Cepat di Gamezi

11 Agustus 2026 - 10:55 WITA

Avenew Hadirkan AveXchange 2026, PMO Exchange Pertama di Indonesia untuk Mengungkap “The X Factor of PMO”

11 Agustus 2026 - 10:55 WITA

Trending di Bisnis