Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 31 Jul 2026 20:20 WITA ·

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Diversifikasi Agribisnis, Produksi Kopi PTPN IV PalmCo Melonjak 225 Persen


Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Diversifikasi Agribisnis, Produksi Kopi PTPN IV PalmCo Melonjak 225 Persen Perbesar

Jakarta – Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat ketahanan portofolio bisnis melalui optimalisasi berbagai komoditas strategis di luar kelapa sawit. Melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo, perusahaan tidak hanya menjaga kinerja bisnis inti (core business) kelapa sawit, tetapi juga mengakselerasi pertumbuhan komoditas non-core, yakni kopi, teh, dan karet. Hingga Mei 2026, ketiga komoditas tersebut mencatatkan tren peningkatan produksi dan efisiensi operasional yang konsisten.

Sebagai entitas penyintas (surviving entity) hasil penggabungan PTPN III, PTPN IV, PTPN V, PTPN VI, dan PTPN XIII, PTPN IV PalmCo terus mengoptimalkan pengelolaan portofolio agribisnis secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi transformasi Holding Perkebunan Nusantara.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa pencapaian komoditas non-core menjadi indikator keberhasilan strategi diversifikasi usaha dan konsolidasi aset pasca-merger.

“Pasca-merger, kami memiliki tanggung jawab untuk mengelola aset agrikultur yang lebih luas dan beragam. Publik memang lebih mengenal PTPN IV PalmCo melalui kelapa sawit, namun kami memiliki fokus yang sama besarnya untuk mengembangkan komoditas karet, teh, dan kopi. Optimalisasi pada sektor non-core ini terus kami dorong agar seluruh lini bisnis dapat beroperasi secara efisien, mandiri, dan berkontribusi positif pada profitabilitas perusahaan,” ujar Jatmiko, Selasa (8/7/2026).

Hingga Mei 2026, komoditas kopi menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi di antara lini non-core. Volume produksi kopi kering PTPN IV PalmCo mencapai 135.570 kilogram, meningkat 225 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kenaikan volume produksi tersebut turut menjaga tren profitabilitas komoditas kopi. Sepanjang lima bulan pertama 2026, kopi membukukan laba bersih sebesar Rp3,07 miliar, melanjutkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 ketika salah satu unit usaha perusahaan, Java Coffee Estate, mencatatkan laba sebesar Rp42,70 miliar.

Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan bahwa peningkatan produksi kopi merupakan hasil penerapan standardisasi kultur teknis di lapangan sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap dinamika iklim.

“Pertumbuhan pada komoditas kopi adalah wujud dari perbaikan kultur teknis yang kini lebih terstandarisasi. Kami mengawal program penyisipan tanaman dan pengaturan penaung secara ketat untuk menjaga mikroklimat perkebunan. Di tengah fluktuasi cuaca yang memengaruhi intensitas hujan dan cahaya, disiplin pangkas dan wiwil menjadi langkah krusial untuk menjaga stabilitas cabang-cabang produktif agar tetap berbuah optimal,” jelas Rediman.

Selain kopi, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo juga terus memperkuat daya saing komoditas karet melalui peningkatan kualitas produk. Pada kuartal I 2026, mutu Ribbed Smoked Sheet (RSS) terealisasi sebesar 99,63 persen, melampaui standar perusahaan sebesar 98 persen. Capaian tersebut memperkuat posisi produk karet perusahaan di pasar domestik maupun internasional.

Menurut Rediman, pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di perkebunan tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga ritme produksi karet.

“Untuk menjaga stabilitas produktivitas, kami menerapkan penataan tenaga deres secara komprehensif di seluruh regional guna menekan area yang tidak tersadap (hanca lowong). Melalui pendekatan Maximum Exploitation yang terukur, kami berupaya memastikan volume harian dan kualitas mutu karet PTPN IV PalmCo tetap terjaga dengan baik,” paparnya.

Sementara itu, pada komoditas teh, perusahaan terus menjalankan strategi efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas hasil produksi. Sepanjang tahun 2025, PTPN IV PalmCo berhasil membukukan efisiensi beban produksi sebesar Rp46,47 miliar. Upaya tersebut berlanjut hingga Mei 2026 melalui penerapan mekanisasi mesin petik dan penyempurnaan proses operasional di berbagai kebun teh yang terintegrasi.

Jatmiko mengatakan bahwa efisiensi di sektor hulu juga diimbangi dengan strategi penguatan pasar melalui optimalisasi portofolio produk.

“Pada komoditas teh, kami menyeimbangkan efisiensi operasional dengan pemenuhan permintaan pasar. Selain merasakan dampak penghematan dari mekanisasi, arah produksi saat ini difokuskan pada portofolio Grade 1 seperti BOP I, BP, dan Dust, yang memiliki profil permintaan lebih stabil di pasar global,” tutup Jatmiko.

Kinerja positif komoditas kopi, karet, dan teh semakin memperkuat ketahanan portofolio bisnis Holding Perkebunan Nusantara pasca-transformasi. Melalui strategi diversifikasi agribisnis yang dijalankan PTPN IV PalmCo, perusahaan terus mengoptimalkan seluruh potensi aset perkebunan secara profesional, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan usaha serta memperkuat daya saing agribisnis nasional.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Perkuat Infrastruktur Hijau, PT Jasamarga Bali Tol dan BSI Tandatangani Kerjasama Pembiayaan Sustainability Linked Financing Senilai Rp1,56 Triliun

31 Juli 2026 - 21:31 WITA

Dari Palembang hingga Jambi, BRI Finance Hadirkan Kemudahan Pembiayaan Kendaraan lewat BRI KKB Expo

31 Juli 2026 - 20:49 WITA

Dari Kendaraan Impian hingga Pembiayaan, BRI Finance Hadirkan Penawaran Menarik di Sumatera Barat

31 Juli 2026 - 20:47 WITA

BRI KKB Expo Hadir di Sumatera Utara, BRI Finance Tawarkan Beragam Keuntungan Pembiayaan Kendaraan

31 Juli 2026 - 20:46 WITA

BRI KKB Expo 2026 Sambangi Jawa Timur, BRI Finance Hadirkan Solusi Pembiayaan Kendaraan

31 Juli 2026 - 20:45 WITA

Perluas Akses Pembiayaan Kendaraan di Indonesia Timur, BRI Finance Hadir melalui BRI KKB Expo 2026

31 Juli 2026 - 20:44 WITA

Trending di Bisnis