Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 8 Apr 2026 18:30 WITA ·

Holding Perkebunan Nusantara Dukung Ketahanan Pangan, PTPN I Masuk Bisnis Singkong dan Jagung


Holding Perkebunan Nusantara Dukung Ketahanan Pangan, PTPN I Masuk Bisnis Singkong dan Jagung Perbesar

JAKARTA — Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Melalui subholding Supporting Co, PTPN I, perusahaan mendapat mandat untuk masuk ke bisnis komoditas tanaman pangan semusim, khususnya singkong dan jagung.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap isu stabilitas harga, kontinuitas pasokan, serta pemberdayaan petani yang masih menjadi tantangan pada kedua komoditas tersebut. Dengan dukungan aset lahan lebih dari 1,1 juta hektare, PTPN I akan mengoptimalkan pemanfaatan lahan bersama komoditas lainnya seperti karet, kelapa, teh, kopi, tembakau, pala, kakao, singkong, jagung, dan bawang putih.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan bentuk kepercayaan pemerintah melalui Kementerian BUMN kepada perusahaan untuk menjadi bagian dari solusi atas dinamika komoditas pangan nasional.

“Kemarin kita mendapat mandat untuk menjadi pengembang kelapa dan pala. Hari ini, kita mendapat tambahan mandat dari pemerintah, yakni masuk ke bisnis singkong dan jagung. Kita tahu, singkong dan jagung saat ini didominasi petani. Kemampuan petani kita sangat kuat, tetapi ada masalah pada fluktuasi harga yang sangat merugikan petani. Saat panen raya, harga jatuh, bahkan untuk biaya panen saja tidak cukup,” kata Teddy dalam acara Halal Bihalal Idulfitri 1447 H bersama karyawan di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Dalam konteks tersebut, PTPN I diharapkan mampu bersinergi dengan petani untuk menjaga stabilitas harga, memastikan hasil panen terserap, serta menciptakan ekosistem usaha yang berkelanjutan. Sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah, perusahaan akan menjalankan langkah strategis yang terintegrasi.

“Selama ini kita memang spesialis pada komoditas tanaman keras, tetapi kita punya kapasitas dan ekspertasi dasar untuk tanaman pangan semusim. Identifikasi terhadap masalah singkong dan jagung ini sudah banyak rekomendasi yang mantap. Intinya, kita harus bersinergi dengan rakyat untuk sama-sama maju. Hilirisasi adalah salah satu jawabannya sehingga singkong dan jagung punya nilai tambah,” ujarnya.

Momentum Idulfitri juga dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal. Teddy menegaskan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan titik balik untuk memperkuat peran insan perkebunan sebagai agent of development dalam mendukung arah kebijakan pemerintah di sektor pertanian.

Ia menekankan bahwa ekspansi ke komoditas pangan semusim bukan sekadar diversifikasi usaha, melainkan bagian dari tanggung jawab negara yang harus dijalankan secara optimal, dengan menempatkan PTPN I sebagai penggerak utama yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan korporasi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

Komisaris Utama PTPN I, Sutan Adil Hendra, turut menyampaikan dukungan terhadap langkah strategis tersebut. Ia mengajak seluruh karyawan untuk melakukan transformasi etos kerja dalam menghadapi tantangan pengelolaan tanaman pangan semusim yang membutuhkan kecepatan, adaptasi teknologi, dan integritas tinggi.

“Fitrah itu berarti kembali ke jati diri yang penuh semangat. Saya mengajak kita semua bekerja keras dengan tanggung jawab penuh. Mari jadikan pekerjaan ini sebagai niat ibadah dan integritas tinggi demi menyukseskan mandat kedaulatan pangan ini,” tegasnya.

Sutan juga mengapresiasi perjalanan transformasi PTPN Group selama tiga dekade, yang dinilainya telah membangun fondasi kuat, termasuk keterbukaan komunikasi dan sinergi antar lini organisasi sebagai modal utama dalam mencapai target swasembada pangan nasional.

Sebagai penutup, manajemen PTPN I menegaskan komitmennya untuk menjalankan pengembangan komoditas singkong dan jagung melalui kolaborasi erat dengan holding serta mitra strategis. Inisiatif ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar wilayah operasional sekaligus berkontribusi pada penguatan kedaulatan pangan dan energi nasional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PTPN I, termasuk Anita Aryani dan Nur Ida Komsiati, serta Direktur Operasional Fauzi Omar, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Doni P. Gandamihardja, Direktur Pemasaran dan Aset Manajemen Landi R, dan Direktur SDM dan Teknologi Informasi Siwi Peni, yang mencerminkan soliditas kepemimpinan dalam mengawal transformasi perusahaan ke depan.

Melalui langkah ini, PTPN Group menegaskan perannya sebagai BUMN yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 935 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bukan Sekadar Menjawab Pelanggan: 5 Perubahan yang Dihadirkan Generative AI dalam Contact Center Modern

11 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

11 Agustus 2026 - 11:28 WITA

OnlinePajak Kini Jadi Bagian Achilles, Platform Bisnis Terintegrasi Gratis

11 Agustus 2026 - 11:25 WITA

Jawab Tren Investasi Emas, BRI-MI Luncurkan ETF Emas Syariah Pertama di Indonesia

11 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Apple (AAPL) Masuki Fase Baru, Pertumbuhan Laba Jadi Kunci Penggerak Saham

11 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Cara Top Up UC PUBG Mobile Aman dan Cepat di Gamezi

11 Agustus 2026 - 10:55 WITA

Trending di Bisnis