Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 21 Apr 2026 17:00 WITA ·

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca


Holding Perkebunan Nusantara Dorong Kinerja Kopi PalmCo Tetap Solid di Tengah Tekanan Cuaca Perbesar

JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan kinerja positif pada segmen komoditas kopi di tengah tantangan anomali iklim pada awal 2026. Tingginya curah hujan yang memengaruhi ritme produksi tidak menghalangi perusahaan untuk tetap membukukan laba pada triwulan I 2026.

Subholding PTPN III (Persero) tersebut mencatat laba sebelum pajak dari komoditas kopi sebesar Rp3,43 miliar pada triwulan I 2026. Capaian ini diraih di tengah keputusan manajemen untuk menunda panen raya guna menjaga kualitas biji kopi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peningkatan kinerja terutama ditopang oleh lonjakan penjualan yang signifikan pada awal tahun.

“Penjualan meningkat cukup tinggi. Di saat yang sama, kami tetap menjaga arus kas operasional agar tetap sehat,” ujar Jatmiko, Selasa (7/4/2026).

Data perusahaan menunjukkan penjualan bersih kopi hampir berlipat ganda secara tahunan. Pada triwulan I 2025, penjualan tercatat Rp10,94 miliar, sementara pada periode yang sama tahun ini meningkat menjadi Rp21,78 miliar.

Kendati demikian, peningkatan penjualan tidak sepenuhnya diikuti lonjakan laba operasional. EBITDA tercatat sebesar Rp3,70 miliar per Maret 2026, sedikit menurun dibandingkan Rp3,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, perusahaan menilai kemampuan menghasilkan kas masih relatif terjaga.

Panen Diundur, Mutu Dijaga

Di balik capaian finansial tersebut, perusahaan menghadapi tantangan di sisi hulu. Curah hujan tinggi menyebabkan berkurangnya intensitas penyinaran matahari yang dibutuhkan tanaman kopi untuk proses fotosintesis dan pematangan buah.

Akibatnya, buah kopi atau cherry berkembang lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini terjadi di sejumlah wilayah operasional utama.

Di kawasan Java Coffee Estate (JCE) di lereng Dataran Ijen, Jawa Timur, misalnya, curah hujan mencapai 120 milimeter dengan 21 hari hujan sepanjang triwulan pertama. Sementara itu, di wilayah Jambi, tercatat curah hujan 57 milimeter dengan 10 hari hujan.

Manajer KSO Java Coffee Estate, Hastudy Yunarko, menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat perusahaan harus mengambil langkah antisipatif.

“Kalau panen dipaksakan saat buah belum matang sempurna, kualitas seduhan kopi akan turun. Itu berisiko terhadap standar mutu produk,” kata Hastudy.

Karena itu, manajemen memutuskan untuk menggeser jadwal panen raya ke Mei 2026 sesuai dengan potensi kematangan kopi cherry merah secara alami. Langkah ini dinilai memberi waktu tambahan bagi buah kopi untuk mencapai tingkat kematangan optimal.

Menurut Hastudy, keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kualitas di tengah tekanan faktor cuaca. “Kami memilih menunggu agar kualitas tetap terjaga saat produk masuk ke pasar,” ujarnya.

Di tengah dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi, pelaku industri perkebunan dituntut lebih adaptif. Bagi PTPN IV PalmCo, menjaga keseimbangan antara kuantitas produksi dan kualitas hasil menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja sekaligus menjaga daya saing kopi di pasar.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 951 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Odoo ERP Membantu Manufaktur Mengontrol Produksi hingga Laporan Keuangan

10 Agustus 2026 - 11:35 WITA

Odoo ERP Membantu Manufaktur Mengontrol Produksi hingga Laporan Keuangan

10 Agustus 2026 - 11:35 WITA

Perluas Akses Pembiayaan Mobil Baru, BRI Finance Hadir di BRI Consumer Expo Goes to Summarecon Bekasi

10 Agustus 2026 - 10:30 WITA

Dukung Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Pekerjaan Preservasi di Ruas Jalan Tol Jagorawi

10 Agustus 2026 - 10:27 WITA

Arah Harga Emas (XAUUSD) Hari Ini Terungkap, Dupoin Futures Soroti Area Support Krusial

10 Agustus 2026 - 10:26 WITA

Tren Bersepeda Terus Tumbuh, Pengiriman Sepeda KAI Logistik Meningkat 30 Persen

10 Agustus 2026 - 10:20 WITA

Trending di Bisnis