Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Bisnis · 2 Nov 2026 10:35 WITA ·

Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian


 Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian Perbesar

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Senin (2/11/26) setelah mengalami kesulitan menembus area resistance utama. Meskipun risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor pendukung harga, munculnya harapan meredanya konflik melalui jalur diplomasi dapat mengurangi kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat arah pergerakan WTI perlu dicermati dengan hati-hati.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit melihat adanya indikasi pelemahan momentum kenaikan minyak pada timeframe empat jam (H4). Harga WTI sebelumnya berupaya menembus zona resistance kuat di US$103,31–US$104,84, tetapi belum berhasil melewati area tersebut. Kegagalan ini mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai menghadapi hambatan dan membuka peluang bagi harga untuk memasuki fase koreksi.

Salah satu sinyal yang menjadi perhatian Dupoin Futures adalah terbentuknya pola Rising Wedge. Pola teknikal tersebut ditandai oleh pergerakan harga yang cenderung naik di dalam rentang yang semakin menyempit. Dalam situasi tertentu, pola ini dapat menunjukkan bahwa momentum bullish mulai kehilangan kekuatan dan meningkatkan risiko pembalikan arah menuju tren bearish.

Indikasi pelemahan tersebut diperkuat oleh indikator Stochastic yang memperlihatkan Bearish Divergence. Sinyal ini menunjukkan adanya perbedaan antara arah pergerakan harga dan momentum, yang dapat mengisyaratkan berkurangnya kekuatan kenaikan. Menurut analisis Dupoin Futures, kombinasi Rising Wedge dan Bearish Divergence meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bertambahnya tekanan jual dalam jangka pendek.

Selama WTI belum mampu menembus resistance US$103,31–US$104,84, peluang berlanjutnya koreksi masih terbuka. Area tersebut menjadi batas teknikal penting untuk menilai apakah pembeli mampu mengembalikan momentum kenaikan atau justru tekanan jual semakin dominan. Apabila harga berhasil menembus resistance dengan dukungan momentum yang lebih kuat, skenario koreksi perlu dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan pergerakan selanjutnya.

Dari sisi fundamental, rangkuman Reuters menunjukkan bahwa pasar minyak masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Potensi gangguan distribusi minyak akibat konflik di kawasan tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan global. Risiko ini berpotensi mempertahankan premi geopolitik dan memberikan dukungan bagi harga minyak mentah.

Namun, perkembangan diplomasi turut menciptakan tekanan yang berlawanan. Pembicaraan antara Iran dan Qatar meningkatkan harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk meredakan konflik. Jika upaya diplomatik menghasilkan perkembangan positif, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dapat berkurang dan mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap minyak.

Harga WTI juga telah mengalami kenaikan cukup besar sepanjang Oktober sehingga rentan terhadap aksi ambil untung. Dalam kondisi harga yang sudah berada pada level tinggi, kabar positif mengenai kemungkinan perdamaian dapat memicu penjualan, terutama ketika indikator teknikal menunjukkan pelemahan momentum kenaikan.

Dupoin Futures menilai bahwa arah WTI selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara risiko gangguan pasokan dan peluang meredanya konflik. Selain perkembangan hubungan Iran dan negara-negara di kawasan, keputusan produsen minyak mengenai tingkat produksi juga dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan global.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat potensi koreksi WTI masih perlu diwaspadai setelah harga gagal menembus resistance dan menunjukkan sinyal pelemahan teknikal. Meski demikian, ketegangan geopolitik yang kembali meningkat dapat menopang harga dan membatasi penurunan. Karena itu, pelaku pasar perlu memantau perkembangan diplomasi, kebijakan produksi minyak, serta respons harga di zona resistance US$103,31–US$104,84 untuk menilai arah pergerakan berikutnya.

Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Punya Kemampuan Bahasa Jepang atau Mandarin? Cek 3 Peluang Kerja di Bidang Customer Experience

2 November 2026 - 12:35 WITA

Mahasiswi Visual Communication Design BINUS @Bandung Tekuni Passion Kreatif Lewat Study Abroad di Korea Selatan

2 November 2026 - 12:10 WITA

Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM

2 November 2026 - 11:34 WITA

Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah

2 November 2026 - 11:15 WITA

Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 Hadirkan 50 UMKM dan Luncurkan Katalog Digital PFpreneur, Perluas Akses Pasar Produk Lokal

2 November 2026 - 10:51 WITA

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Mahasiswa USU

2 November 2026 - 10:48 WITA

Trending di Bisnis