Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bisnis · 6 Apr 2026 09:53 WITA ·

Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan


Harga Emas Masih Tertekan, Dolar AS dan Suku Bunga Jadi Penekan Perbesar

Pergerakan harga emas dunia pada perdagangan hari Senin, 6 April 2026 diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring kuatnya dolar Amerika Serikat dan belum meredanya ekspektasi kebijakan suku bunga tinggi di tingkat global. Kondisi ini membuat emas belum mampu kembali menarik minat investor secara signifikan, meskipun ketidakpastian ekonomi dan geopolitik masih berlangsung.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, arus dana global saat ini menunjukkan kecenderungan berpindah ke dolar AS sebagai aset lindung nilai utama. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menekan harga emas, mengingat kedua instrumen tersebut kerap bersaing dalam menarik minat investor di tengah situasi pasar yang tidak menentu.

Dalam beberapa waktu terakhir, dolar AS menunjukkan penguatan yang cukup konsisten. Penguatan ini tidak hanya didorong oleh faktor ekonomi domestik, tetapi juga oleh persepsi pasar bahwa dolar masih menjadi pilihan paling aman di tengah volatilitas global. Akibatnya, emas yang selama ini dikenal sebagai aset safe haven mulai kehilangan sebagian daya tariknya.

Di sisi lain, kebijakan moneter yang ditempuh oleh Federal Reserve juga turut memberikan tekanan tambahan. Bank sentral AS tersebut masih diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk mengendalikan inflasi. Dalam kondisi seperti ini, instrumen investasi berbasis imbal hasil menjadi lebih kompetitif dibandingkan emas yang tidak memberikan return.

“Kombinasi antara penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tinggi menjadi faktor utama yang membatasi ruang gerak emas dalam jangka pendek,” ujar Geraldo Kofit dalam kajiannya.

Meski tekanan fundamental cukup dominan, pergerakan harga emas juga menunjukkan sinyal pelemahan dari sisi teknikal. Dalam perdagangan terakhir, emas terlihat gagal mempertahankan tren kenaikan dan mulai bergerak dalam pola yang mengindikasikan kecenderungan turun. Tekanan jual yang muncul di area resistance memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih cenderung melakukan aksi lepas posisi.

Dalam proyeksi jangka pendek, harga emas diperkirakan berpotensi bergerak ke level support di kisaran 4550. Level ini menjadi area penting yang akan menentukan apakah tekanan akan berlanjut atau mulai mereda. Jika tekanan jual meningkat, harga berpotensi turun lebih lanjut mendekati kisaran 4480.

Namun demikian, peluang terjadinya koreksi naik tetap terbuka. Kenaikan ini bisa terjadi sebagai respons terhadap aksi ambil untung atau perubahan sentimen pasar secara sementara. Meski begitu, ruang penguatan diperkirakan terbatas, dengan potensi kenaikan hanya berada di kisaran 4600 hingga 4642.

Secara keseluruhan, arah pergerakan emas saat ini masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama pergerakan dolar AS dan kebijakan moneter global. Selama kedua faktor tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan, emas diperkirakan akan tetap bergerak dalam tekanan.

Dupoin Futures menilai bahwa pelaku pasar perlu mencermati perkembangan data ekonomi, khususnya yang berkaitan dengan inflasi dan kebijakan suku bunga. Selain itu, dinamika geopolitik juga tetap menjadi faktor yang dapat memicu perubahan sentimen secara cepat.

Dengan berbagai faktor tersebut, harga emas pada perdagangan hari ini diproyeksikan bergerak fluktuatif namun dengan kecenderungan melemah. Investor diimbau untuk tetap waspada dan mempertimbangkan risiko pasar yang masih tinggi sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 922 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KA Sangkuriang Bandung–Ketapang Resmi Berangkat Perdana Hari Ini, Buka Konektivitas Baru Jawa Barat hingga Ujung Timur Jawa

1 Mei 2026 - 21:20 WITA

Dukung Ketahanan Pangan, Holding Perkebunan Nusantara Lewat PalmCo Perkuat Kemitraan Petani di Jambi

1 Mei 2026 - 19:09 WITA

Perkuat Literasi dan Solusi Finansial Nasabah, BRI Life Hadirkan “Wealth and Tax Excellence 2026” di Surabaya

1 Mei 2026 - 16:46 WITA

Kemendes PDT Gandeng Pertamina Foundation Dorong Kemandirian Energi Pedesaan

1 Mei 2026 - 15:49 WITA

Pacu Ekspansi Global, SUCOFINDO Perkuat SDM melalui Asesmen Asian Network Forum

1 Mei 2026 - 13:00 WITA

Kunjungan Wapres RI ke Proyek Bendungan Bagong, PTPP Percepat Pembangunan untuk Dukung Ketahanan Air dan Pangan

1 Mei 2026 - 12:17 WITA

Trending di Bisnis