Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 6 Nov 2025 10:28 WITA ·

Harga Emas Lesu, Tekanan Bearish Masih Membayangi Pasar


Harga Emas Lesu, Tekanan Bearish Masih Membayangi Pasar Perbesar

Harga emas (XAU/USD) kembali melemah ke sekitar US$3.970 per ounce, ditekan oleh penguatan Dolar AS. Tren bearish masih dominan, dengan potensi turun ke $3.818.

Harga emas (XAU/USD) kembali mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (6/11), setelah sebelumnya sempat mencatat kenaikan lebih dari 1% di sesi Rabu. Saat ini, logam mulia tersebut diperdagangkan di sekitar $3.970 per ounce, turun dari posisi tertinggi harian di US$3.980. Pelemahan ini dipicu oleh penguatan Dolar AS yang menekan harga emas, meski ketidakpastian politik di Amerika Serikat (AS) masih menjaga minat investor terhadap aset safe haven.

Menurut Andy Nugraha, analis dari Dupoin Futures Indonesia, kondisi teknikal emas menunjukkan kecenderungan bearish yang semakin kuat. Dari hasil kombinasi analisis pola candlestick dan Moving Average, momentum penurunan harga masih dominan.

“Jika tekanan bearish berlanjut, maka harga emas berpotensi turun hingga ke level $3.818. Namun, bila harga gagal menembus area tersebut dan terjadi koreksi teknikal, maka peluang kenaikan terdekat berada di sekitar $3.996,” jelas Andy.

Dari sisi fundamental, pasar tengah merespons sejumlah data ekonomi AS yang menunjukkan hasil positif. Laporan ketenagakerjaan sektor swasta versi Automatic Data Processing (ADP) mencatat peningkatan sebesar 42.000 pada Oktober, berbalik dari penurunan 29.000 di bulan sebelumnya. Angka ini menandakan adanya stabilisasi di pasar tenaga kerja setelah melemah selama dua bulan berturut-turut.

Kinerja tenaga kerja yang solid tersebut memperkuat posisi Dolar AS dan menjadi faktor utama pelemahan emas. Karena emas tidak memberikan imbal hasil, penguatan dolar membuat harga logam mulia ini lebih mahal bagi pembeli di luar negeri sehingga permintaannya berkurang. Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sebesar enam basis poin menjadi 4,15%, serta imbal hasil riil yang meningkat hingga 1,86%, turut memperlemah daya tarik emas.

Tekanan tambahan juga datang dari sikap hawkish sejumlah pejabat Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan memberikan pernyataan publik hari ini, seperti Michael Barr, John Williams, Christopher Waller, dan Alberto Musalem. Meskipun The Fed telah memangkas suku bunga dua kali berturut-turut, Ketua Jerome Powell menegaskan bahwa pemangkasan berikutnya pada Desember belum tentu dilakukan. Sikap ini menahan ekspektasi pasar terhadap pelonggaran moneter yang lebih cepat, yang biasanya menjadi faktor pendukung harga emas.

Meski demikian, ketidakpastian politik akibat penutupan pemerintahan federal AS yang terus berlangsung dapat memberikan sedikit dukungan bagi emas. Penundaan pembahasan undang-undang pembukaan kembali pemerintahan menambah kekhawatiran investor, sehingga mendorong minat terhadap aset aman seperti emas.

Secara umum, arah pergerakan emas hari ini akan sangat dipengaruhi oleh sentimen terhadap kebijakan moneter AS dan kondisi geopolitik global. Dupoin Futures Indonesia menilai bahwa volatilitas pasar emas kemungkinan masih tinggi menjelang akhir pekan. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dengan memperhatikan area support dan resistance, sebagai panduan untuk mengantisipasi pergerakan harga berikutnya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 954 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pengguna LRT Jabodebek Meningkat Seiring Kebutuhan untuk Mobilitas Masyarakat

27 Agustus 2026 - 19:21 WITA

Memperkuat Komunikasi Isu Dekarbonisasi, VRITIMES Hadir di IICCS Forum 2026

27 Agustus 2026 - 19:08 WITA

VRITIMES Kenalkan Pendekatan PR Modern untuk SEO dan AI Search di Indonesia Retail Summit & Expo 2026

27 Agustus 2026 - 18:57 WITA

Transportasi Perkotaan untuk Masa Depan dan Lingkungan

27 Agustus 2026 - 18:16 WITA

Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF

27 Agustus 2026 - 18:14 WITA

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, Prudential Syariah Dukung OJK dalam Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026

27 Agustus 2026 - 17:30 WITA

Trending di Bisnis