Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 18 Nov 2025 09:59 WITA ·

Harga Emas Jatuh ke $4.030, Pasar Fokus pada Data NFP Pekan Ini


Harga Emas Jatuh ke $4.030, Pasar Fokus pada Data NFP Pekan Ini Perbesar

Harga emas (XAU/USD) kembali menunjukkan pergerakan tidak stabil pada awal pekan, di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat. Pada sesi Senin (17/11), emas diperdagangkan fluktuatif setelah pasar mulai memperkirakan bahwa Federal Reserve (Fed) kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan Desember. Ketidakpastian arah kebijakan moneter dan respons pasar terhadap data ekonomi membuat harga emas terus berada di bawah tekanan.

Memasuki perdagangan Selasa (18/11), emas kembali melemah dan bergerak di kisaran $4.030. Pelemahan ini terjadi seiring menurunnya ekspektasi penurunan suku bunga bulan depan, setelah serangkaian komentar hawkish dari pejabat The Fed. Selain itu, penguatan dolar AS selama tiga hari berturut-turut membuat emas semakin mahal dan menurunkan minat beli dari investor global. Pasar kini menunggu data Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan September, yang akan menjadi penggerak utama sentimen pada pekan ini. Setelah penutupan pemerintah AS yang panjang, banyak data resmi tertunda, sehingga laporan ekonomi mendatang diprediksi membawa volatilitas yang lebih besar.

Secara teknikal, analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menilai tekanan bearish pada XAU/USD kini semakin kuat. Berdasarkan formasi candlestick dan posisi Moving Average, Nugraha memperkirakan bahwa harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area $3.987, yang menjadi support penting pada perdagangan hari ini. Sementara itu, jika emas gagal menembus support tersebut dan muncul koreksi teknikal, peluang kenaikan terdekat diproyeksikan menuju area $4.050, level yang kini berfungsi sebagai resistance awal bagi emas sebelum dapat mencatat pemulihan lebih solid.

Selain faktor kebijakan moneter AS, pasar juga menyoroti perkembangan dari Tiongkok. Bank sentral negara tersebut diperkirakan kembali meningkatkan kepemilikan emasnya dengan menambah 15 ton pada bulan September. Langkah ini memperkuat pandangan bahwa akumulasi emas oleh bank sentral dunia menjadi tren jangka panjang, sebagai cara untuk mengurangi risiko geopolitik dan volatilitas keuangan global. Secara tidak langsung, pembelian dalam jumlah besar dari negara seperti Tiongkok dapat membantu menahan tekanan penurunan lebih dalam pada harga emas.

Di sisi lain, dinamika imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memainkan peran penting. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun tipis ke 4,133%, sementara imbal hasil riil AS merosot ke 1,852%. Meski penurunan imbal hasil biasanya menjadi katalis positif untuk emas, dampaknya kali ini terbatas karena dolar AS masih mempertahankan momentum penguatannya. Pernyataan dari pejabat The Fed, termasuk Presiden Fed Atlanta Bostic dan Fed Kansas City Schmid, semakin menegaskan bahwa risiko inflasi belum sepenuhnya mereda, dan suku bunga kemungkinan tetap tinggi untuk jangka waktu lebih lama.

Wakil Ketua The Fed, Philip Jefferson, turut menambahkan bahwa tekanan inflasi kini mulai menunjukkan tanda penurunan, namun kondisi pasar tenaga kerja masih menjadi perhatian. Ia menilai kebijakan moneter saat ini sudah cukup restriktif, memberikan sinyal bahwa Fed lebih cenderung mempertahankan suku bunga dibanding segera menurunkannya.

Dengan tekanan fundamental dan teknikal yang masih dominan, Andy Nugraha menilai pergerakan emas hari ini akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga mempertahankan level $3.987. Jika gagal, tren bearish diperkirakan berlanjut. Namun, jika level tersebut bertahan, peluang koreksi menuju $4.050 tetap terbuka sebelum pasar memasuki fase yang lebih sensitif menjelang data NFP.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 954 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

26 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya

26 Agustus 2026 - 17:31 WITA

Solusi untuk Hunian Berkualitas, Kontribusi Waskita Beton Precast dalam Industri Perumahan Indonesia

26 Agustus 2026 - 17:09 WITA

Area Kelapa Gading Raih Juara 3 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli

26 Agustus 2026 - 17:00 WITA

Tanda-Tanda Anjing Perlu Dibawa ke Dokter Hewan

26 Agustus 2026 - 16:55 WITA

Area Otista Raih Juara 2 Sportartcular BRI Region 6 Cabang Voli

26 Agustus 2026 - 16:00 WITA

Trending di Bisnis