Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bisnis · 24 Okt 2023 18:32 WITA ·

Harga BTC Capai Rekor Harga Tertinggi Tahun Ini, Apakah Terus Bull Run?


Caption : Grafik kenaikan harga Bitcoin Perbesar

Caption : Grafik kenaikan harga Bitcoin

Jakarta, Sulutnews.com – Harga Bitcoin naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun pada hari Selasa (24/10) pagi. Bahkan, harga Bitcoin telah mencapai di atas US$ 35.000 (Rp 555 juta), level yang belum pernah terlihat sejak Mei 2022. Kenaikan year-to-date (YTD) Bitcoin tembus lebih dari 110%.

Bitcoin (BTC) telah menjadi pusat perhatian lagi dalam beberapa jam terakhir. Pada Selasa (23/10), pukul 09:30 WIB, BTC diperdagangkan melewati angka US$ 35.000. Namun, yang lebih menarik adalah pencapaian harga tertinggi tahun ini (ATH) sebesar US$ 35.193 (Rp 558 juta) oleh Bitcoin, yang memberi sinyal bahwa kripto ini masih memiliki potensi untuk menguat lebih lanjut.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan harga Bitcoin terus bergerak dengan volatilitas yang signifikan. Saat ini, kita dapat mengidentifikasi level-level penting yang menjadi pemandu dalam pergerakan harga BTC. Diantaranya adalah support dan resistance yang tercatat sebesar US$ 30.000 dan US$ 35.800.

“Pada saat ini, US$ 30.000 yang sebelumnya berperan sebagai level resistance, telah beralih fungsi menjadi support psikologis. Ini adalah indikasi kuat bahwa ada minat pembeli yang kuat di level ini. Trader dan investor kripto dengan cepat mengakui pentingnya level psikologis dalam analisis teknis, dan US$ 30.000 telah menjadi salah satu level kunci dalam tren harga Bitcoin saat ini,” jelas Fyqieh.

Sementara support pada US$ 30.000 telah menjadi titik fokus positif, perlu juga diperhatikan bahwa Bitcoin menghadapi resistance pada level US$ 35.800. Dalam beberapa jam terakhir, BTC mendekati harga US$ 35.200, yang menjadi level kritis yang perlu diatasi, jika kita ingin melihat kenaikan lebih lanjut.

Menurut Fyqieh, harga Bitcoin akan menghadapi beberapa tantangan saat mendekati US$ 35.000-US$ 36.000, tetapi jika berhasil melewati level tersebut, itu bisa menjadi tanda positif untuk penguatan lebih lanjut.

Sentimen Pendorong Fyqieh mengungkap penguatan pasar kripto dan Bitcoin saat ini telah didukung setelah media melaporkan bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) tidak akan membantah keputusan yang mendukung Grayscale Investments yang secara keliru menolak permohonannya untuk ETF Bitcoin. Pengadilan AS juga telah mengizinkan perusahaan untuk melanjutkan permohonan ETF Bitcoin Spot dan mengirimkan permohonan kembali ke SEC.

“Kemudian, berita mengenai ETF Bitcoin dari BlackRock muncul di situs Depository Trust & Clearing Corp. Harus diingat bahwa kemunculan berita ini di halaman tersebut tidak berarti bahwa ETF tersebut telah disetujui. Namun, fakta bahwa BlackRock telah mencapai tahap ini dalam persiapannya tentu saja mencerminkan tingkat optimisme yang signifikan,” terangnya.

Sentimen pelaku pasar masih tetap optimistis. Fear & Greed Index melonjak tinggi di angka 66/100, memasuki zona “Greed.” Terakhir kali posisi tersebut terjadi pada awal tahun 2023 ini. Hal ini menunjukkan bahwa investor dan trader di pasar kripto saat ini semakin cenderung untuk mengambil risiko dan mencari keuntungan lebih besar.

“Zona “Greed” pada Fear & Greed Index mengindikasikan tingkat kepercayaan yang tinggi dan keyakinan bahwa harga Bitcoin masih memiliki potensi kenaikan yang signifikan.

Namun, perlu diingat bahwa pasar kripto tetap sangat volatil, dan sentimen pasar dapat  berubah dengan cepat, oleh karena itu, para pelaku pasar tetap disarankan untuk mengikuti perkembangan dengan cermat dan tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi,” jelas Fyqieh.

Selain level support dan resistance yang menjadi pemandu dalam pergerakan harga BTC, kita juga dapat melihat indikator teknis yang memberikan wawasan lebih lanjut. Indikator Stochastic, sebagai salah satu indikator momentum, saat ini menunjukkan bahwa Bitcoin telah memasuki area overbought. Ini mengindikasikan bahwa aset ini mungkin sedang dalam kondisi overvalued, tetapi perlu diingat bahwa overbought bisa bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama dalam tren yang kuat.

MACD histogram bar juga menunjukkan momentum bullish, yang berarti bahwa tren positif Bitcoin masih berlanjut. Ini adalah sinyal positif bagi para pemegang Bitcoin dan para trader yang berpartisipasi dalam pasar.

“Perkembangan yang positif seperti yang terlihat pada BTC saat ini dapat mengangkat semangat investor dan mengindikasikan potensi kenaikan lebih lanjut. Namun, seperti dalam semua investasi kripto, ada risiko yang harus diperhitungkan, dan pergerakan harga dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian yang cermat dan berhati-hati dalam berinvestasi di dunia kripto,” tutup Fyqieh.

DISCLAIMER: Bukan saran atau ajakan membeli. Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 3,179 kali

Baca Lainnya

AI Center Makassar Dorong Komersialisasi Proyek AI Talenta Digital Menjadi Bisnis Berpendapatan Berkelanjutan

17 Maret 2026 - 15:28 WITA

Telkom AI Center Makassar Gelar Mini Demo Day Tampilkan Solusi AI untuk Otomasi Workflow UMKM

17 Maret 2026 - 15:22 WITA

Siaga Ramadan Idulfitri Pertamina NRE Gelar Commanders Call, Pastikan Operasional Energi Bersih Lancar

17 Maret 2026 - 15:00 WITA

Hadir untuk Melayani, PAM JAYA Sediakan 15 Unit Bus untuk Dukung Program Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2026

17 Maret 2026 - 14:51 WITA

Mahasiswa Interior Design BINUS @Bandung Tampilkan Karya di Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026

17 Maret 2026 - 14:43 WITA

Negara Importir Minyak yang Paling Rentan Saat Krisis Energi

17 Maret 2026 - 14:16 WITA

Trending di Bisnis