Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 25 Mei 2026 12:32 WITA ·

Hadapi Fluktuasi Suku Bunga, BRI Finance Andalkan Strategi Pendanaan Fleksibel


Hadapi Fluktuasi Suku Bunga, BRI Finance Andalkan Strategi Pendanaan Fleksibel Perbesar

Jakarta, 20 Mei 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat strategi pendanaan guna menjaga efisiensi biaya dana (cost of fund) sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan yang sehat di tengah kondisi suku bunga dan yield obligasi yang masih bergerak dinamis sepanjang tahun 2026.

Hingga Kuartal I-2026, BRI Finance mencatat cost of fund yang tetap terjaga pada level lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Capaian ini didukung oleh optimalisasi struktur pendanaan perusahaan serta penguatan sinergi pendanaan bersama BRI Group.

Berdasarkan posisi Maret 2026, struktur pendanaan BRI Finance masih didominasi oleh pendanaan perbankan dengan porsi 56,01% atau sebesar Rp2,32 triliun. Sementara itu, obligasi berkontribusi sebesar 24,22% atau senilai Rp1,00 triliun, serta pendanaan lain melalui skema joint financing sebesar 19,77% atau Rp818,7 miliar.

Adapun pada April 2026, komposisi pendanaan perbankan tercatat sebesar 52,72% atau Rp2,20 triliun, diikuti obligasi sebesar 23,99% atau Rp1,00 triliun, dan joint financing sebesar 23,29% atau Rp973,9 miliar. Peningkatan porsi joint financing tersebut menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam menjaga efisiensi pendanaan di tengah tren kenaikan biaya dana industri.

Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengatakan bahwa BRI Finance terus melakukan penyesuaian strategi pendanaan secara adaptif agar tetap mampu menjaga likuiditas dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

“Di tengah kondisi suku bunga dan yield obligasi yang masih bergerak naik, BRI Finance melakukan sejumlah penyesuaian strategi pendanaan untuk menjaga efisiensi cost of fund sekaligus memastikan likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan baik,” ujar Dhani.

Dhani menambahkan beberapa langkah strategis yang dilakukan perusahaan antara lain dengan mengoptimalkan pendanaan tenor pendek, menjaga pengelolaan kas secara efektif untuk meminimalkan idle fund, serta memperkuat kinerja collection guna mempercepat arus kas masuk (cash inflow).

Selain itu, BRI Finance juga lebih selektif dalam menentukan waktu dan tenor penerbitan obligasi dengan mempertimbangkan kondisi pasar, sekaligus memaksimalkan pendanaan melalui skema joint financing yang dinilai memiliki tingkat suku bunga lebih kompetitif.

“Melalui strategi pendanaan yang disiplin dan adaptif, BRI Finance optimistis dapat menjaga stabilitas likuiditas perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan pembiayaan secara sehat sepanjang tahun 2026,” tutup Dhani.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

BINUS Hadirkan PADI Padel Kemanggisan, Perkuat Ekosistem Gaya Hidup Aktif dan Kebersamaan

5 Agustus 2026 - 14:00 WITA

Persaingan Kedai Kopi Meningkat, Sistem POS Bantu Tingkatkan Efisiensi Operasional

5 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Wujudkan Generasi Sehat dan Produktif, SUCOFINDO Banjarmasin Gelar Sosialisasi HIV/AIDS

5 Agustus 2026 - 10:49 WITA

Safe Haven Kembali Diburu, Dupoin Futures Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Menguat

5 Agustus 2026 - 10:32 WITA

Pelindo Multi Terminal Tanjung Intan Perkuat Kinerja Operasional Pelabuhan

5 Agustus 2026 - 09:19 WITA

Cara Top Up Game Tercepat & Teraman 2026

5 Agustus 2026 - 09:00 WITA

Trending di Bisnis