Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 13 Nov 2025 06:00 WITA ·

Guru Besar Baru BINUS UNIVERSITY Gagas “Coffee 5.0”: Integrasi AI, Blockchain, dan Live-Streaming dalam Dunia Bisnis Digital


Guru Besar Baru BINUS UNIVERSITY Gagas “Coffee 5.0”: Integrasi AI, Blockchain, dan Live-Streaming dalam Dunia Bisnis Digital Perbesar

Jakarta, 11 November 2025 — BINUS University resmi mengukuhkan Prof. Dr. Arta Moro Sundjaja, S.Kom., S.E., M.M., CDMS sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Digital Bisnis. Pengukuhan ini menegaskan komitmen BINUS University dalam memperkuat peran akademisi sebagai penggerak inovasi di era ekonomi digital, sejalan dengan Visi BINUS: Fostering and Empowering Society in Building and Serving the Nation.

Dalam orasi ilmiahnya berjudul “Brew to Buy: Seduh Lebih Cerdas dengan Kecerdasan Buatan dan Live-Streaming untuk Meningkatkan Kepuasan Para Pecinta Kopi,” Prof. Arta mengajak hadirin memahami bagaimana transformasi digital, teknologi kecerdasan buatan (AI), dan integrasi omnichannel telah mengubah cara masyarakat menikmati secangkir kopi dari sekadar minuman, menjadi pengalaman sosial, edukatif, dan berkelanjutan.

Melalui kisah sederhana tentang “Joe” yang membeli kopi lewat live-streaming roastery lokal, Prof. Arta menggambarkan perubahan perilaku konsumen di era digital dan bagaimana pelaku bisnis harus beradaptasi melalui integrasi data, AI, dan komunitas. Ia menyebut konsep ini sebagai “Coffee 5.0 Operating System”, yaitu kerangka kerja bisnis yang menyatukan brew x data x AI x komunitas untuk menciptakan pengalaman yang lezat sekaligus akuntabel.

“Di balik secangkir kopi yang nikmat, kini ada kecerdasan buatan yang memahami preferensi rasa, data yang menjamin transparansi, dan komunitas yang saling memberdayakan. Inilah wajah baru bisnis digital yang tidak hanya efisien, tetapi juga manusiawi dan berkelanjutan,” ujar Prof. Arta dalam orasinya.

Riset dan gagasan Prof. Arta menyoroti bagaimana AI, blockchain, dan Internet of Things (IoT) dapat membantu menciptakan rantai pasok kopi yang transparan, menghubungkan petani hingga konsumen akhir, sekaligus membangun ekosistem bisnis yang etis dan berdampak sosial. Ia juga menekankan pentingnya transformasi organisasi dan kolaborasi lintas disiplin dalam mengimplementasikan model bisnis digital yang berdaya tahan.

Dalam penutup orasinya, Prof. Arta menegaskan visinya terhadap masa depan pendidikan tinggi di Indonesia.

“Perguruan tinggi harus menjadi simpul kepercayaan yang menghubungkan sains, industri, dan komunitas. Melalui riset yang aplikatif dan kolaborasi lintas bidang, kita dapat membentuk generasi yang cakap data, peka terhadap etika, dan peduli terhadap keberlanjutan,” ujarnya.

Pengukuhan ini menjadi tonggak penting bagi BINUS University dalam memperluas dampak akademik dan sosial di bidang Digital Business Management. Riset Prof. Arta tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan solusi nyata bagi industri, terutama sektor creative industry dan digital commerce yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

“Kami bangga atas kontribusi Prof. Arta dalam memperkaya  ilmu Digital Bisnis di Indonesia. Karya dan riset beliau sejalan dengan semangat BINUS 2035, yang menempatkan inovasi, kolaborasi global, dan keberlanjutan sebagai inti dari pendidikan tinggi masa depan,” ujar Dr. Nelly, S.Kom., M.M., Rektor BINUS University.

Sebagai bagian dari ekosistem akademik yang berorientasi global, Prof. Arta juga aktif menginisiasi kolaborasi riset internasional, serta program pemberdayaan komunitas seperti pelatihan literasi digital dan keuangan untuk petani di Labuan Bajo yang diharapkan menjadi living laboratory untuk menghubungkan riset, pendidikan, dan aksi nyata.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 895 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru

26 Agustus 2026 - 19:29 WITA

Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW

26 Agustus 2026 - 19:02 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cempaka Mas Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

26 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

26 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya

26 Agustus 2026 - 17:31 WITA

Solusi untuk Hunian Berkualitas, Kontribusi Waskita Beton Precast dalam Industri Perumahan Indonesia

26 Agustus 2026 - 17:09 WITA

Trending di Bisnis