Kupang, Sulutnews.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melky Laka Lena, membuka secara resmi Pelatihan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Kementerian Koperasi dan UKM RI. Acara yang berlangsung di Hotel Aston Kupang pada Senin, 24 November 2025, ini dihadiri oleh 404 peserta yang terdiri dari PMO (Project Management Office), Business Assistant, serta tenaga pendamping desa/kelurahan.

Dalam pidato pembukaannya, Gubernur Melky Laka Lena menegaskan bahwa KDKMP adalah program prioritas nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memacu kemandirian desa di seluruh pelosok NTT.
Gubernur Melky Laka Lena menyoroti potensi besar yang dimiliki desa-desa di NTT, mulai dari komoditas kopi, kakao, mete, garam, rumput laut, sumber energi baru terbarukan (EBT), hingga sektor pariwisata. Ia juga menekankan pentingnya sinergi program ini dengan inisiatif unggulan provinsi seperti OVOP (One Village One Product), OSOP (One School One Product), dan OCOP (One Church One Product).

Gubernur Melky Laka Lena juga mengingatkan pentingnya sinergitas antara kepala desa/lurah, pengurus koperasi, dan para pendamping dalam mewujudkan keberhasilan program ini. Semangat gotong royong yang menjadi ruh koperasi harus terus dijaga, dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat.
“Kunci keberhasilan pendampingan terletak pada sinergi yang solid antara kepala desa/lurah, pengurus koperasi, dan pendamping. Semangat koperasi yang gotong royong harus terus diimplementasikan, dengan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat,” tambahnya.

Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para pendamping sebagai ujung tombak dalam mengembangkan koperasi modern yang profesional, transparan, dan berkelanjutan di seluruh NTT. KDKMP bukan sekadar urusan administrasi, melainkan lokomotif penggerak ekonomi kerakyatan yang harus dikelola dengan serius sejak awal.
Gubernur Melky Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Koperasi dan UKM, para narasumber dari Politani dan Poltek Kupang, serta seluruh peserta atas partisipasi aktifnya. Ia berharap, melalui pelatihan ini, koperasi desa di NTT dapat memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Reporter: Dance Henukh





