Kupang,Sulutnews.com – Gubernur NTT Melky Laka Lena telah membuka Pertemuan Diaspora NTT bertema “Kolaborasi dan Sinergi untuk Kemajuan NTT”, yang diisi oleh kehadiran warga NTT yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara. Acara ini menjadi ruang penting untuk menyatukan kekuatan besar diaspora yang selama ini belum terkonsolidasikan secara menyeluruh.
Dalam pidatonya, Gubernur Melky menegaskan bahwa penguatan jaringan diaspora telah menjadi mimpi lamanya. Pengalamannya memimpin Ikatan Keluarga NTT (IKNTT) Yogyakarta tahun 2000–2002 membuatnya percaya akan potensi besar komunitas perantau, namun perlu upaya lebih untuk menyatukan energi mereka. “Forum seperti ini harus terus kita hidupkan,” tegasnya.
Selama berbagai kunjungan kerja, Gubernur melihat langsung kontribusi signifikan warga NTT di daerah lain – mulai dari sektor konstruksi di Papua Barat, posisi strategis di Batam, hingga tantangan sosial di Bali. Ribuan diaspora di Jawa juga disebutkan telah lama menunggu perhatian pemerintah daerah. Untuk mengatasi kendala dokumen kependudukan yang sering dihadapi, ia menekankan bahwa layanan dukcapil kini terhubung nasional, sehingga proses dapat dipercepat untuk mengakses BPJS, bantuan sosial, dan layanan lainnya.
Potensi diaspora di bidang politik, bisnis, dan investasi juga dipandang sebagai modal besar untuk mendorong pembangunan. Selain itu, Gubernur mengingatkan bahwa arah pembangunan harus fokus pada ekonomi kerakyatan – dengan menggerakkan UMKM, mengatur ulang pola fiskal, dan mendorong perbankan untuk memberi ruang lebih luas bagi sektor produktif. “Kita ingin uang berputar di bawah, masyarakat bergerak, dan PAD meningkat,” jelasnya.
Acara yang diinisiasi Badan Penghubung NTT dihadiri oleh diaspora dari 17 provinsi, yang membawa semangat besar untuk ikut membangun daerah. Besok, mereka juga akan tampil dalam Pameran Pembangunan NTT ke-67 untuk menyapa masyarakat.
Di akhir pidato, Gubernur mengajak semua pihak untuk bersatu: “Mari kita satukan jaringan, kolaborasi, dan kasih untuk membangun NTT yang lebih maju dan inklusif. Baku sayang, baku jaga, dan terus bergerak untuk NTT.”
Reporter : Dance Henukh





