Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 12 Nov 2025 10:19 WITA ·

Emas Tetap Menguat, Pasar Tunggu Langkah The Fed


Emas Tetap Menguat, Pasar Tunggu Langkah The Fed Perbesar

Harga emas terus menunjukkan performa positif setelah menembus level tertinggi tiga minggu di kisaran $4.148 pada Selasa (11/11). Pada perdagangan Rabu (12/11), logam mulia tersebut bergerak di sekitar $4.110 per troy ounce. Kenaikan ini didorong oleh sejumlah faktor global, termasuk dinamika politik di Amerika Serikat serta meningkatnya harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga sebelum akhir tahun.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menyebutkan bahwa tren penguatan emas belakangan ini didukung oleh sinyal teknikal yang solid. “Kombinasi pola candlestick dan indikator Moving Average masih menunjukkan tren bullish yang kuat pada XAU/USD. Jika tekanan beli berlanjut, emas berpotensi menguji area $4.158, meskipun koreksi menuju $4.098 tetap terbuka jika momentum melemah,” ujarnya.

Sentimen positif terhadap emas turut diperkuat oleh data tenaga kerja AS yang menunjukkan pelemahan. Laporan dari Automatic Data Processing (ADP) mengindikasikan bahwa pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta menurun lebih dari 11.250 per minggu dalam empat pekan hingga 25 Oktober, berlawanan dengan kenaikan pada periode sebelumnya. Kondisi ini menambah keyakinan pasar bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga demi menjaga stabilitas ekonomi.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) oleh The Fed pada Desember mencapai sekitar 68%, dan meningkat hingga 80% untuk Januari 2026. “Ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar membuat emas semakin menarik karena menurunkan biaya peluang bagi investor yang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas,” tambah Andy.

Dari sisi politik, pasar juga mencermati perkembangan terbaru di Washington. Senat AS meloloskan rancangan undang-undang pendanaan sementara guna mencegah penutupan pemerintahan (government shutdown). RUU tersebut kini menunggu pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat. Langkah ini membuka peluang agar sebagian besar lembaga pemerintah tetap beroperasi hingga 30 Januari 2026, menurut laporan Bloomberg. Namun, jika kesepakatan tercapai, minat terhadap aset safe haven seperti emas bisa sedikit berkurang.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0,24% ke posisi 99,37, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di 4,12%. Gubernur The Fed, Stephen Miran, juga menyatakan bahwa penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin pada Desember bisa menjadi langkah yang tepat mengingat perlambatan inflasi dan melemahnya pasar tenaga kerja.

Andy Nugraha menyimpulkan bahwa prospek emas masih positif dengan peluang pergerakan yang menarik. Ia menilai kondisi saat ini dapat dimanfaatkan trader untuk mengikuti tren bullish yang tengah terbentuk.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 998 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cut Mutiah Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

27 Agustus 2026 - 06:00 WITA

Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru

26 Agustus 2026 - 19:29 WITA

Lebih dari 76 ribu Pengguna Jasa KA Gunakan KA Jarak Jauh dari Daop 2 Bandung Selama Libur Panjang Maulid Nabi Muhammad SAW

26 Agustus 2026 - 19:02 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Cempaka Mas Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Nuansa Merah Putih

26 Agustus 2026 - 19:00 WITA

Sukses Digelar, Sportartcular BRI Region 6 Cabang Padel Hadirkan Semangat Sportivitas dan Kebersamaan

26 Agustus 2026 - 18:00 WITA

Jelang 25 Tahun, The Grill Perkenalkan Pengalaman All You Can Grill untuk Pertama Kalinya

26 Agustus 2026 - 17:31 WITA

Trending di Bisnis