Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 29 Jan 2026 22:22 WITA ·

Emas Kembali Cetak All Time High, Apakah Aset Kripto Masih Unggul untuk Investasi Masa Depan?


Emas Kembali Cetak All Time High, Apakah Aset Kripto Masih Unggul untuk Investasi Masa Depan? Perbesar

Jakarta, 29 Januari 2026 – Pasar keuangan dunia saat ini sedang menyaksikan fenomena menarik di mana harga emas meroket hingga menembus angka $5.500 per troy ounce. Kenaikan tajam ini menambah nilai kapitalisasi pasar emas hingga 1,5 triliun dolar Amerika Serikat hanya dalam satu hari, 

Fenomena ini tentu menjadi bahan sentimen hangat di berbagai platform media digital, dan berdampak pada aktivitas jual-beli investor. Tren ini juga turut mendorong minat terhadap emas digital berbasis aset kripto seperti Tether Gold ($XAUT), yang pergerakannya kini semakin aktif di pasar aset kripto.

Dalam laporan yang dipublikasikan oleh Tether pada hari senin lalu, terdapat pergeseran minat investor ke aset “safe haven” berbasis emas termasuk emas digital di tengah meningkatnya ketidakpastian sistem moneter global. Laporan tersebut dirilis saat harga emas melesat hingga melampaui US$5.100 per troy ounce.

Sebagai aset yang bernilai 1:1 atau setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT menjadi pilihan yang dapat dilirik di tengah gejolak pasar ekonomi global dan kenaikan harga emas.

Kehadiran aset kripto $XAUT menawarkan opsi investasi emas yang likuid, dan efisien dengan dukungan teknologi blockchain. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor aset tradisional seperti emas, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain.

Di Indonesia sendiri, $XAUT termasuk dalam whitelist aset kripto yang dapat diperdagangkan berdasarkan daftar whitelist CFX. Karena itu kehadirannya dapat diakses melalui berbagai platform pertukaran aset kripto resmi dan berizin di Indonesia, seperti Bittime.

Dengan menggunakan Bittime, investor dapat secara langsung memperdagangkan $XAUT dan memanfaatkan fitur fleksibel staking yang berarti investor juga bisa mendapatkan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15% bagi pengguna baru tanpa batas locked periode tertentu.

Hal ini tentu memberi manfaat lebih bagi para investor yang mengutamakan strategi investasi jangka panjang, sekaligus memberi kemudahan dalam mengakses atau memperdagangkan aset nya kapan saja.

Namun, seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 903 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:35 WITA

Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:16 WITA

Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun

16 Agustus 2026 - 19:41 WITA

Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check

16 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur

16 Agustus 2026 - 15:25 WITA

AI Ubah Lanskap Pemasaran Digital Indonesia, Tigo AI Tawarkan Model Terintegrasi untuk Brand hingga UMKM

16 Agustus 2026 - 14:16 WITA

Trending di Bisnis