Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 4 Feb 2026 11:55 WITA ·

Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global


Emas Bangkit Kuat Pasca Koreksi, Peluang Kenaikan Masih Terbuka di Tengah Gejolak Global Perbesar

Harga emas dunia kembali menunjukkan performa impresif pada perdagangan hari ini, menandai fase pemulihan yang signifikan setelah tekanan jual tajam yang terjadi pekan lalu. Logam mulia dengan simbol XAU/USD tersebut tercatat melonjak lebih dari 5% pada Selasa, didorong oleh masuknya kembali minat beli setelah harga terkoreksi dari level tertinggi sepanjang masa di kisaran $5.600. Pada perdagangan terkini, emas bergerak stabil di area $4.980–$4.985, mencerminkan keberhasilan pasar mempertahankan momentum pemulihan usai sempat menyentuh level terendah hampir empat minggu di sekitar $4.402.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai bahwa pergerakan emas saat ini menunjukkan penguatan tren naik secara teknikal. Berdasarkan pengamatan terhadap formasi candlestick dan indikator Moving Average, struktur harga XAU/USD mengindikasikan dominasi buyer yang semakin solid. Kembalinya harga emas ke atas area support kunci menjadi sinyal penting bahwa koreksi sebelumnya bersifat sementara dan tidak mengubah arah tren utama. Dalam proyeksinya, Andy Nugraha menyebutkan bahwa apabila tekanan bullish mampu dipertahankan, harga emas berpeluang melanjutkan penguatan menuju level $5.239. Meski demikian, risiko koreksi tetap perlu diperhatikan, terutama jika harga gagal melanjutkan kenaikan, dengan potensi penurunan jangka pendek mengarah ke area $4.899.

Dari sisi fundamental, sentimen global kembali memainkan peran krusial dalam menopang harga emas. Pada sesi awal perdagangan Asia hari Rabu, XAU/USD diperdagangkan di zona positif seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu faktor utama, menyusul laporan bahwa militer Amerika Serikat menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab. Insiden ini terjadi di tengah situasi politik yang memanas, di mana Presiden AS Donald Trump disebut tengah mempertimbangkan langkah militer terhadap Iran.

Kondisi tersebut memperkuat daya tarik emas sebagai instrumen lindung nilai, terutama ketika ketidakpastian geopolitik berpotensi meningkat sewaktu-waktu. Pasar juga terus mencermati perkembangan diplomatik antara AS dan Iran. Permintaan Iran agar pembicaraan dilakukan di Oman serta dibatasi pada isu nuklir menambah kompleksitas negosiasi. Meski demikian, muncul sinyal meredanya ketegangan setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan kesiapan untuk melakukan dialog yang adil dengan Amerika Serikat, seiring rencana pengiriman utusan senior kedua negara untuk pembicaraan lanjutan.

Di sisi lain, faktor kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi penyeimbang bagi laju kenaikan emas. Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve dipersepsikan pasar sebagai langkah hawkish, yang berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama. Kondisi ini cenderung membatasi ruang kenaikan emas, mengingat suku bunga tinggi mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas. Meski demikian, berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar masih memperkirakan peluang penurunan suku bunga pada pertemuan Juni mendatang berada di kisaran 66%, yang dapat kembali memberikan dukungan bagi harga emas jika terealisasi.

Selain faktor geopolitik dan moneter, sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan hubungan dagang global. Kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan India, yang mencakup penurunan tarif serta peningkatan komitmen pembelian produk AS, turut menciptakan dinamika baru dalam pasar keuangan global.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang bahwa prospek pergerakan emas dalam jangka pendek masih cenderung positif. Kombinasi sinyal teknikal yang menguat dan ketidakpastian global menjadikan emas tetap atraktif bagi investor. Namun, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas, mengingat perubahan sentimen geopolitik dan arah kebijakan The Fed akan sangat menentukan pergerakan harga emas ke depan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 901 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gedung Baru Kedutaan Besar India di Jakarta Akan Mulai Beroperasi September, Tandai Babak Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:35 WITA

Kedutaan Besar India Rayakan Hari Kemerdekaan India ke-80 di Jakarta dengan Pengibaran Bendera, Pertunjukan Budaya, dan Momentum Baru Hubungan Bilateral

16 Agustus 2026 - 20:16 WITA

Dukung Kawasan Hijau, Pelindo Tanam 600 Pohon di Coastal Area Karimun

16 Agustus 2026 - 19:41 WITA

Perkuat Sektor E-KYC, Api.co.id Rilis API Dukcapil Check dan NPWP Check

16 Agustus 2026 - 15:32 WITA

Dukung Pertamina Patra Niaga, Elnusa Petrofin Percepat Distribusi Energi Pascabencana Gempa Nusa Tenggara Timur

16 Agustus 2026 - 15:25 WITA

AI Ubah Lanskap Pemasaran Digital Indonesia, Tigo AI Tawarkan Model Terintegrasi untuk Brand hingga UMKM

16 Agustus 2026 - 14:16 WITA

Trending di Bisnis