Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Hukrim · 8 Nov 2025 20:20 WITA ·

Dugaan Penggelapan Dana BOS Miliaran Rupiah Gegerkan Rote Ndao, Semua Kepala Sekolah Terancam Diperiksa!


Foto Ilustrasi Perbesar

Foto Ilustrasi

Rote Ndao, Sulutnews.com – Kasus dugaan penggelapan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) senilai miliaran rupiah mengguncang Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Dugaan ini mencuat di seluruh Sekolah Dasar (SD) di wilayah tersebut, memicu desakan agar seluruh kepala sekolah dan bendahara sekolah diperiksa secara intensif terkait pengelolaan dana BOS.

Informasi yang dihimpun mengindikasikan adanya laporan keuangan fiktif dan penyelewengan dana BOS yang terjadi sejak tahun 2021 hingga 2025. Hal ini menimbulkan kecurigaan serius terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana pendidikan di Rote Ndao.

Menyikapi permasalahan ini, berbagai pihak mendesak Dinas Kependidikan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao untuk segera melakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh SD dan SMP yang mengelola dana BOS.

“Pihak Dinas Kependidikan dan Olahraga Kabupaten Rote Ndao harus memeriksa setiap sekolah SD dan SMP yang mengelola Dana Bos,” tegas salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Selain itu, terungkap pula bahwa kepala sekolah dan bendahara dana BOS diduga tidak pernah melibatkan guru dalam rapat untuk membahas kebutuhan siswa di kelas. Akibatnya, praktik pungutan liar terhadap siswa-siswi di SD maupun SMP menjadi semakin marak dan meresahkan.

“Kepala sekolah dan bendahara dana BOS tidak pernah melakukan rapat Guru untuk mengetahui kebutuhan siswa-siswi dalam kelas. Sehingga terjadinya pungutan liar dari siswa-siswi di semua SD maupun SMP, hal ini jangan dibiarkan berlarut-larut,” ungkap sumber tersebut.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Bupati Rote Ndao diminta untuk segera membentuk tim independen yang bertugas khusus untuk memeriksa dan mengaudit pengelolaan anggaran dana BOS secara menyeluruh.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Kependidikan Kabupaten Rote Ndao belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan penyelewengan dana BOS yang terjadi di wilayahnya. Masyarakat Rote Ndao berharap agar kasus ini segera diusut tuntas dan para pelaku yang terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,369 kali

Baca Lainnya

Masyarakat Desa Maurisu Adukan Dugaan Penyelewengan Dana Desa ke Bupati TTU

7 Maret 2026 - 06:36 WITA

ESTHON FOENAY BUKA SUARA ISU 9.000 PPPK NTT DIRUMAHKAN? JANGAN MAIN-MAIN DENGAN NASIB RAKYAT

5 Maret 2026 - 13:02 WITA

Welcome to Jayapura.. Hebat Kantor Pengacara ATKI & PARTNERS Dipimpin Prof. Yusuf Leonard Henuk Telah Berkibar di Tanah Papua

3 Maret 2026 - 22:03 WITA

Bupati Paulus Henuk Tutup Mata Dengan PPPK DPRD Rote Ndao Desak Pemerintah Lantik PPPK Paruh Waktu per 2 Maret 2026

25 Februari 2026 - 16:49 WITA

KSOP Kupang Membantah Tuduhan Korupsi, Sebut Penetapan Tender TA 2026 Dilakukan di Luar Kewenangan

18 Februari 2026 - 10:17 WITA

Penetapan Pemenang Tender Subsidi Angkutan Laut TA 2026 Dinilai Ilegal, KSOP Kupang Klaim PPK 2025 Melampaui Kewenangan

18 Februari 2026 - 10:09 WITA

Trending di News