Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bisnis · 17 Jun 2026 13:38 WITA ·

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia


Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia Perbesar

Jakarta — Persiapan menuju kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia mulai memasuki tahap yang lebih konkret. Hal tersebut terlihat dari pertemuan antara Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Selain membahas berbagai perkembangan kerja sama yang tengah berjalan, Dubes Chakravorty secara khusus menyampaikan rencana kunjungan Narendra Modi ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.

“Dubes menyampaikan rencana kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia yang direncanakan pada pertengahan tahun ini,” kata Teddy Indra Wijaya.

Rencana lawatan tersebut menjadi perhatian karena akan menjadi kunjungan balasan atas kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Saat itu, Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Hari Republik India ke-76 di New Delhi, sebuah kehormatan yang mencerminkan eratnya hubungan diplomatik antara kedua negara.

Hubungan yang Terus Berkembang

Indonesia dan India memiliki hubungan diplomatik yang telah berlangsung selama 76 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, kedua negara berkembang menjadi mitra strategis yang semakin penting, tidak hanya di kawasan Asia tetapi juga dalam berbagai forum internasional.

Sebagai dua negara demokrasi besar dengan populasi yang sangat besar, Indonesia dan India memiliki kepentingan yang semakin sejalan dalam menjaga stabilitas kawasan, memperkuat konektivitas ekonomi, dan mendorong pertumbuhan yang inklusif.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan bilateral kedua negara menunjukkan tren yang semakin positif. Kerja sama yang sebelumnya didominasi sektor perdagangan kini berkembang ke berbagai bidang lain seperti transformasi digital, teknologi, pendidikan, kesehatan, energi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, kunjungan Narendra Modi ke Indonesia dipandang memiliki arti yang lebih luas dibandingkan agenda kenegaraan biasa. Kunjungan tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi berbagai peluang kerja sama yang telah dibahas oleh kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.

Peran Diaspora dalam Memperkuat Hubungan

Dalam pertemuan dengan Seskab Teddy, Dubes Chakravorty juga menyoroti salah satu elemen penting dalam hubungan Indonesia dan India, yakni keberadaan diaspora India di Indonesia.

Menurutnya, lebih dari 150 ribu diaspora India saat ini tinggal dan beraktivitas di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran komunitas tersebut telah menjadi salah satu penghubung utama yang mempererat hubungan kedua negara selama bertahun-tahun.

Diaspora India berperan dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, manufaktur, pendidikan, hingga industri jasa. Kehadiran mereka tidak hanya berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat hubungan antar masyarakat yang menjadi fondasi penting dalam hubungan bilateral jangka panjang.

Hubungan yang terjalin di tingkat masyarakat tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kerja sama Indonesia dan India terus berkembang secara konsisten, bahkan ketika kondisi ekonomi global menghadapi berbagai tantangan.

Menyambut Babak Baru Kemitraan Strategis

Bagi Indonesia dan India, kunjungan seorang kepala pemerintahan bukan sekadar agenda seremonial. Pertemuan tingkat tinggi biasanya menjadi momentum untuk menetapkan arah baru kerja sama dan mempercepat berbagai inisiatif strategis yang telah dibahas sebelumnya.

Di tengah meningkatnya peran kawasan Indo-Pasifik dalam ekonomi global, kedua negara memiliki kepentingan yang semakin besar untuk memperkuat kolaborasi. India saat ini merupakan salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia, sementara Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Potensi kerja sama antara kedua negara pun semakin luas. Selain perdagangan dan investasi, peluang kolaborasi terbuka di bidang ekonomi digital, kecerdasan buatan, pengembangan talenta digital, infrastruktur, energi terbarukan, manufaktur, hingga ketahanan rantai pasok.

Karena itu, agenda kunjungan Narendra Modi ke Indonesia dipandang sebagai kesempatan penting untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kunjungan tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemitraan strategis Indonesia-India yang telah terjalin selama 76 tahun serta membuka peluang kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang,” ujar Teddy.

Dengan komunikasi diplomatik yang semakin intensif menjelang kunjungan tersebut, Indonesia dan India tampaknya tengah mempersiapkan landasan bagi babak baru hubungan bilateral. Pertemuan antara Dubes Sandeep Chakravorty dan Seskab Teddy Indra Wijaya menjadi salah satu langkah awal yang menunjukkan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kemitraan yang selama ini telah terjalin erat, sekaligus menjajaki peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini

17 Juni 2026 - 15:15 WITA

Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”

17 Juni 2026 - 15:00 WITA

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

17 Juni 2026 - 13:35 WITA

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

17 Juni 2026 - 13:32 WITA

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

17 Juni 2026 - 11:32 WITA

ETF Bitcoin Kehilangan Miliaran Dolar, BI Naikkan Suku Bunga, Investor Diminta Waspadai Volatilitas Pasar

17 Juni 2026 - 11:10 WITA

Trending di Bisnis