Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bitung · 27 Sep 2025 22:23 WITA ·

Dosen FEB Unsrat Gelar PKM Dorong Literasi Manajemen Hutang Dalam Konteks Keuangan Keluarga di Masyarakat Kota Bitung


Foto bersama setelah Sosialisasi Materi Kepada Mitra Perbesar

Foto bersama setelah Sosialisasi Materi Kepada Mitra

Bitung, Sulutnews.com – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) menunjukkan komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, daerah, dan Indonesia. Dampak ini diwujudkan  melalui Tri Dharma perguruan tinggi, pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat (PKM), Dr. Joubert B. Maramis, SE., Msi., bersama Dr. Ivonne S. Saerang, SE, MM dan Dr. Jessy D.L. Warongan, SE, MSi, Ak, CA., melaksanakan Literasi Debt Management (Manajemen Hutang)  Dalam Konteks Keuangan Keluarga di Masyarakat Kota Bitung, September 2025.

Foto : Saat Penyampaian Materi Kepada Mitra

Usai kegiatan Dr.Joubert Maramis Katua Tim, menjelaskan kepada media Sulutnews.com bahwa berdasarkan hasil pengamatan sebelumnya ditemukan masalah dari masyarakat sebagai Mitra yaitu belum memahami terkait apa itu hutang dan kegunaan hutang bagi keuangan keluarga.

“Mitra belum memahami cara pengelolaan atau manajemen hutang keluarga, dan Mitra belum menyadari bahwa betapa berbahayanya keuangan keluarga jika tidak mampu mengelola hutang dengan baik. Sehingga  Solusi yang ditawarkan adalah : melakukan pelatihan/ sosialisasi dan pendampingan terhadap  mitra tentang manajemen hutang” ungkapnya.

Foto : Saat Diskusi Materi Kepada Mitra

Selanjutnya hasil dilapangan di temukan fakta bahwa hampir seluruh mitra tidak terlalu paham terkait manajemen hutang.  Padahal rata rata ibu rumah tangga yang ada pernah berhutang, baik secara formal maupun informal. Namun banyak dari mereka kurang paham terkait dengan kegunaan hutang, yang seharusnya digunakan untuk proyek proyek yang menghasilkan (investasi atau modal kerja) bukan untuk konsumsi atau membiayai gaya hidup mereka.

Lebih lanjut disempaikan bahwa kesenjangan yang lain adalah terkait lemahnya perencanaan keuangan dari para mitra. Mitra belum mampu secara disiplin untuk menerapkan prinsip 50-30-20 yaitu 50 % untuk konsumsi, 30 % untuk simpan atau dana darurat dan 20% untuk investasi dari total pendapatan keluarga.

Foto Ketika Mengisi Kuestionare Pre and Post

Dr Joubert Maramis menjelaskan, pada dasarnya Manajemen utang keluarga adalah proses terencana untuk mengelola semua kewajiban finansial (utang) yang dimiliki oleh keluarga guna mencapai stabilitas dan tujuan finansial di masa depan. Para mitra harus mampu untuk identifikasi jenis utang (produktif vs. konsumtif), pembuatan anggaran keluarga yang realistis, penetapan prioritas pelunasan, serta komunikasi terbuka antar anggota keluarga tentang kondisi keuangan. Dengan tujuannya adalah mencegah utang menjadi beban, membangun ketahanan finansial, dan mendukung pencapaian tujuan keluarga seperti pendidikan, investasi, atau pembelian rumah.

Selanjutnya Dr Joubert Maramis bersama Tim melaksanakan Literasi kepada Mitra, ibu-ibu rumah tangga di Kota Bitung untuk mengelola hutang dengan baik, mengelola semua kewajiban finansial (utang) guna mencapai stabilitas ekonomi di masa depan.

Foto bersama setelah Sosialisasi Materi Kepada Mitra

Ditambahkan, bahwa hasil pelatihan yang dilakukan menunjukkan bahwa  rata rata jawaban semua variabel sebelum pelatihan  (pre) lebih rendah dari  setelah (post) pelatihan yaitu sebelum pelatihan rata rata sebesar 3,6 sedangkan setelah pelatihan rata rata sebesar 4,5. “Ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan pengetahuan dan pemahaman terhadap seluruh materi atau seluruh variabel sebelum dibandingkan setelah mengikuti sosialisasi. Artinya sosialisasi ini efektif mencapai tujuannya” ucapnya.

Sebagai penutup Dr Joubert Maramis menyampaikan bahwa terdapat perbedaan signifikan sebelum dan setelah delaksanakan pelatihan, itu artinya pelatihan ini bisa menambah pengetahuan yang signifikan bagi Masyarakat Kota Bitung.(Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,432 kali

Baca Lainnya

Pendaftar Lewat SPMB di SMA Negeri 9 Binsus Manado Sudah 650 Murid, Kepsek Hendra Masie Akan Verifikasi Ketat Karena Melebihi Kuota

13 Juni 2026 - 21:44 WITA

PKK Bitung Boyong Deretan Penghargaan HKG PKK Sulut 2026 

13 Juni 2026 - 18:07 WITA

Rektor Unsrat Prof Oktovian Sompie: Pendaftaran Jalur Mandiri T2 di Unsrat Mulai Sabtu 13 Juni 2026

12 Juni 2026 - 23:05 WITA

Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Tingkatkan Integritas dan Tinggalkan Budaya Kerja Lama

12 Juni 2026 - 20:53 WITA

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bitung, Ruri Hariri Roesman mengikuti pengarahan Direktur Jenderal Imigrasi terkait penguatan integritas dan peningkatan pelayanan publik.

ULTIMA I’M SEZ Hadirkan Kemudahan Layanan Keimigrasian di KEK Bitung dan Likupang

12 Juni 2026 - 20:01 WITA

Peringatan HKG PKK ke-54,  Ellen Honandar Sondakh Ajak Warga Aktif Berolahraga dan Periksa Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:32 WITA

Trending di Bitung