Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Jakarta · 7 Des 2025 14:14 WITA ·

Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri Apresiasi Perjuangan Lis Purnomo Yusgiantoro Membesarkan Alat Musik Kolintang


Foto : Simon Aloysius Mantiri Perbesar

Foto : Simon Aloysius Mantiri

Jakarta,Sulutnews.com – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengapresiasi perjuangan Lis Purnomo Yusgiantoro membesarkan dan melestarikan alat musik tradisional Kolintang.

Lis Purnomo Yusgiantoro adalah tokoh nasional, yang berhasil menjadikan Kolintang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia di UNESCO.

“Kami berterima kasih kepada Purnomo Yusgiantoro Center, khususnya Ibu Lis Purnomo Yusgiantoro,” kata Simon saat menjadi juri bersama Purwa Caraka dan Ananda Sukarlan, pada lomba Kolintang PYC memperebutkan Piala Bergilir Lis Purnomo Yusgiantoro di The Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025) malam.

Acara dihadiri Ibu Sinta Nuriyah Wahid, Pendiri PYC Prof Purnomo Yusgiantoro, Ketua Umum PYC Dr Filda Citra Yusgiantoro, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dan Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia Penny Marsetio.

Simon mengaku terhar, sebab yang gigih memperjuangkan alat musik Kolintang di UNESCO bukan orang Minahasa, Sulawesi Utara, tetapi orang Jawa. Ditambah lagi, kata dia, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam permainan Kolintang serta aransemen lagu-lagu menggunakan Kolintang kian beragam.

Disebutkan, nama lainnya yang juga berjasa mempromosikan alat musik Kolintang adalah Pennie Marsetio Ketua Umum PINKAN Indonesia. Saat ini, lanjutnya, Kolintang bukan hanya milik masyarakat Minahasa tetapi menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

“Terus terang, paling terasa emosional adalah saya sendiri. Mengapa? Karena saya adalah asli putra Tomohon, Sulawesi Utara. Saya bangga, alat musik Kolintang berkembang menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Ditambah lagi, banyak anak muda yang bermain Kolintang,” kata dia.

Menurut Simon, apa yang dilakukan Lis Purnomo Yusgiantoro sangat membanggakan, sebab Kolintang telah tumbuh bukan hanya di kalangan warga Minahasa, tetapi juga bangsa Indonesia

Mengutip pesan pahlawan nasional asal Sulawesi Utara, Dr GSSJ Sam Ratulangi bahwa manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya (Sitou Timou Tumou Tou) benar-benar tumbuh subur dalam budaya Kolintang.

“Bersyukur karena budaya Kolintang sudah sampai ke seluruh Nusantara. Terima kasih Purnomo Yusgiantoro Center,” kata dia. (*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,226 kali

Baca Lainnya

AMKI Pusat Bentuk LBH, Perluas Akses Bantuan Hukum untuk Media dan Kreator Konten

29 April 2026 - 23:04 WITA

Hj. Salmawati Istri Gubernur Aceh Raih AMKI Kartini Award 2026: Terima Kasih Atas Dukungan Suami dan Keluarga

29 April 2026 - 22:28 WITA

AMKI Kartini Award 2026 Menobatkan 11 Perempuan Inspiratif, Dorong Kepemimpinan di Era Digital

29 April 2026 - 18:44 WITA

Gerry Bauana Sukses Menyelesaikan Pendidikan, Doa Orang Tua Selalu Menyertai

25 April 2026 - 00:01 WITA

LAKSI Desak Stop Narasi Fitnah & Sesat Terkait Proyek IT BGN

24 April 2026 - 23:33 WITA

Bauana Group: Ungkapan Terima Kasih dan Harapan Penuh Makna Bagi Handoko Santoso

24 April 2026 - 22:25 WITA

Trending di Internasional