Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Jakarta · 7 Des 2025 14:14 WITA ·

Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri Apresiasi Perjuangan Lis Purnomo Yusgiantoro Membesarkan Alat Musik Kolintang


Foto : Simon Aloysius Mantiri Perbesar

Foto : Simon Aloysius Mantiri

Jakarta,Sulutnews.com – Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengapresiasi perjuangan Lis Purnomo Yusgiantoro membesarkan dan melestarikan alat musik tradisional Kolintang.

Lis Purnomo Yusgiantoro adalah tokoh nasional, yang berhasil menjadikan Kolintang sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia di UNESCO.

“Kami berterima kasih kepada Purnomo Yusgiantoro Center, khususnya Ibu Lis Purnomo Yusgiantoro,” kata Simon saat menjadi juri bersama Purwa Caraka dan Ananda Sukarlan, pada lomba Kolintang PYC memperebutkan Piala Bergilir Lis Purnomo Yusgiantoro di The Ballroom Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (6/12/2025) malam.

Acara dihadiri Ibu Sinta Nuriyah Wahid, Pendiri PYC Prof Purnomo Yusgiantoro, Ketua Umum PYC Dr Filda Citra Yusgiantoro, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, dan Ketua Umum Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia Penny Marsetio.

Simon mengaku terhar, sebab yang gigih memperjuangkan alat musik Kolintang di UNESCO bukan orang Minahasa, Sulawesi Utara, tetapi orang Jawa. Ditambah lagi, kata dia, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam permainan Kolintang serta aransemen lagu-lagu menggunakan Kolintang kian beragam.

Disebutkan, nama lainnya yang juga berjasa mempromosikan alat musik Kolintang adalah Pennie Marsetio Ketua Umum PINKAN Indonesia. Saat ini, lanjutnya, Kolintang bukan hanya milik masyarakat Minahasa tetapi menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

“Terus terang, paling terasa emosional adalah saya sendiri. Mengapa? Karena saya adalah asli putra Tomohon, Sulawesi Utara. Saya bangga, alat musik Kolintang berkembang menjadi bagian dari perjalanan hidup saya. Ditambah lagi, banyak anak muda yang bermain Kolintang,” kata dia.

Menurut Simon, apa yang dilakukan Lis Purnomo Yusgiantoro sangat membanggakan, sebab Kolintang telah tumbuh bukan hanya di kalangan warga Minahasa, tetapi juga bangsa Indonesia

Mengutip pesan pahlawan nasional asal Sulawesi Utara, Dr GSSJ Sam Ratulangi bahwa manusia hidup untuk memanusiakan manusia lainnya (Sitou Timou Tumou Tou) benar-benar tumbuh subur dalam budaya Kolintang.

“Bersyukur karena budaya Kolintang sudah sampai ke seluruh Nusantara. Terima kasih Purnomo Yusgiantoro Center,” kata dia. (*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,230 kali

Baca Lainnya

Debut Pertama Indonesia di Piala Dunia Sepakbola Mini Antalya 2026, Uji Hasil Pembinaan KSMI

11 Oktober 2026 - 23:17 WITA

Timor Leste Buka Jalan Mengirim Wakilnya Dalam Asia Championship 2027 di Sentul

9 Oktober 2026 - 22:52 WITA

Polri Tinggalkan Tagline “Presisi”, Kini Usung “Polisi Bersama Masyarakat”

7 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Polri Mutasi 88 Pati dan Pamen, Sejumlah PJU Mabes dan Kapolda Berganti

3 Oktober 2026 - 21:44 WITA

KSMI Lakukan Pembaruan Kepengurusan, Sasar Panggung Nasional dan Asia

2 Oktober 2026 - 23:02 WITA

Tundra Meliala : Korupsi Tak Pernah Kehabisan Pelaku

29 September 2026 - 19:45 WITA

Trending di Jakarta