Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 6 Agu 2024 18:41 WITA ·

Dinas Perkimtan Sulut Pastikan Pembebasan Lahan Seluas 10 Hektar Di Bolsel Untuk Warga Pengungsi Gunung Ruang Sudah Rampung


Dinas Perkimtan Sulut Pastikan Pembebasan Lahan Seluas 10 Hektar Di Bolsel Untuk Warga Pengungsi Gunung Ruang Sudah Rampung Perbesar

Manado,Sulutnews.com – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Pertanahan (Perkimtan) Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memastikan pemerintah sudah menyiapkan lahan bakal pembangunan perumuhan yang menjadi lokasi penempatan sekitar 282 Kepala Keluarga ( KK) pengungsi letusan Gunung Ruang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Kepala Bagian Pertanahan Perkimtan Provinsi Sulut Ignasius Bano Istoto,SH menjelaskan, tidak ada lagi masalah serius dalam proses pembebasan atau pelepasan hak atas tanah yaitu yang bakal dijadikan perumahan tersebut.

“Teman-teman wartawan tolong buat liputannya dan bisa langsung ke lokasi karena kita sudah tuntaskan lahan seluas 10 hektar di Bolsel,” kata Ignasius Bano Istoto,SH kepada wartawan di Manado, Selasa (6/8).

Ia menambahkan, rencananya pada hari Kamis 8 Agustus 2024 akan digelar acara seremonial Penandatanganan Penyerahan Aset Lahan Bakal penempatan warga pengungsi dari pemerintah kabupaten kepada pemerintah daerah.

Untuk memastikan acara ini tidak akan ditunda wartawan pun bisa datang meliput karena akan diadakan di Ruang Rapat Mapalus Kantor Gubernur, tambahnya.

Saat ini, kata Kabid, pemerintah sudah dalam tahapan menuntaskan pekerjaan pembersihan lahan dari sisa tanaman sebelumnya seperti pohon kelapa, ilalang dan rumput.

Memang ada beberapa hal penyebab hampir terhalangnya kegiatan seperti panitia pembebasan terlanjur memotong empat pohon kelapa di lahan milik warga namun segera dilakukan ganti rugi.

“Jadi nanti di lahan 10,6 hektar ini akan dibangun 4 buah sarana ibadah. Sedangkan tahap pertama akan disedikan rumah dengan desain siap pasang bagi 100 KK,” tambah Kabid Bano Istoto.

Lahan yang dibebaskan itu berada di Kecamatan Pinolosian Timur, Lokasi sangat bagus karena dekat laut sesuai kondisi pengungsi yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan.

Lahan yang disediakan pun dipilih dekat dengan jalan trans Sulawesi sehingga menjadi pilihan tepat bagi nelayan karena sudah ada akses jalan ke pasar untuk memasarkan ikan hasil tangkapan. Lagipula sudah sejak lama ada masyarakat asal Sitaro yang tingal daerah tersebut. (Yayuk).

Artikel ini telah dibaca 1,141 kali

Baca Lainnya

Inggrid Sondakh Reses Bersama Warga Kalasey, ODGJ dan Jalan Paving Butuh Perhatian Pemerintahn

3 Agustus 2026 - 05:40 WITA

Kibarkan Merah Putih Raksasa 14×21 Meter, Kodam XIII/Merdeka Nyatakan Semangat Juang 81 Tahun Indonesia

1 Agustus 2026 - 23:40 WITA

Lima Putra-Putri Terbaik Asal Nyiur Melambai Lolos Akpol 2026, Polda Sulut Beri Pesan Spesial!

1 Agustus 2026 - 23:21 WITA

Ruben Saerang: Banyak Pendeta Perempuan GMIM Memiliki Leadership dan Semangat Melayani Bisa Menjadi Ketua BPMS Sinode GMIM 

30 Juli 2026 - 15:52 WITA

Sebanyak 459 Calon Mahasiswa Jalur Mandiri T2 Gelombang Kedua Lulus di Unsrat Manado

29 Juli 2026 - 23:11 WITA

Forward Sulut Ngopi Bareng Pimpinan dan Anggota DPRD Sulut

29 Juli 2026 - 10:18 WITA

Trending di Manado