Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 8 Apr 2026 09:43 WITA ·

Didorong Sentimen Global, Harga Emas Diproyeksi Tetap Bullish


Didorong Sentimen Global, Harga Emas Diproyeksi Tetap Bullish Perbesar

Pergerakan harga emas global pada perdagangan hari Rabu, 8 April 2026 diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan, seiring munculnya kombinasi sinyal teknikal yang solid dan dukungan faktor fundamental yang kondusif. Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, XAU/USD kini menunjukkan kecenderungan bullish pada timeframe H4, setelah berhasil menembus area resistance penting yang sebelumnya menjadi batas pergerakan harga.

Breakout yang terjadi tersebut menjadi indikasi awal terbentuknya tren naik baru dalam pergerakan emas. Dalam konteks pasar, keberhasilan menembus resistance biasanya mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku pasar terhadap potensi kenaikan harga lebih lanjut. Kondisi ini juga sering diikuti oleh peningkatan minat beli yang dapat mendorong harga bergerak lebih tinggi dalam jangka menengah.

Meski demikian, pergerakan naik tidak selalu berlangsung secara konsisten tanpa jeda. Dalam kondisi saat ini, peluang terjadinya koreksi jangka pendek tetap terbuka, terutama setelah harga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Namun, koreksi tersebut dinilai sebagai bagian dari mekanisme pasar yang sehat dan justru dapat menjadi peluang bagi pelaku pasar untuk masuk pada level harga yang lebih optimal.

Secara teknikal, area Fibonacci retracement 61,8% menjadi salah satu level yang patut diperhatikan. Level ini dikenal sebagai golden ratio yang kerap menjadi titik penting dalam menentukan arah lanjutan tren. Koreksi menuju area tersebut berpotensi menjadi pijakan bagi harga emas untuk kembali melanjutkan penguatan dengan momentum yang lebih stabil.

Indikator teknikal lainnya juga menunjukkan sinyal yang sejalan dengan potensi kenaikan. Harga emas saat ini berada di atas Moving Average 21 dan 34, yang menandakan bahwa tren jangka menengah masih berada dalam jalur bullish. Posisi ini umumnya mencerminkan dominasi tekanan beli yang masih cukup kuat di pasar.

Sementara itu, indikator Stochastic berada di area overbought dan masih menunjukkan arah pergerakan ke atas. Hal ini mengindikasikan bahwa momentum beli masih mendominasi, meskipun dalam waktu dekat terdapat kemungkinan terjadinya koreksi teknikal. Kondisi overbought sering kali menjadi sinyal bahwa harga telah naik cukup tinggi dalam waktu singkat, sehingga potensi konsolidasi atau penurunan sementara menjadi hal yang wajar.

Dari sisi fundamental, prospek penguatan harga emas turut didukung oleh sejumlah faktor global. Salah satunya adalah potensi pelemahan dolar Amerika Serikat apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan. Melemahnya indikator ekonomi seperti inflasi atau tenaga kerja dapat memberikan tekanan terhadap dolar, yang pada akhirnya membuka ruang bagi kenaikan harga emas.

Selain itu, ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih longgar juga menjadi sentimen positif bagi emas. Jika Federal Reserve mulai mengisyaratkan penurunan suku bunga, maka daya tarik emas sebagai instrumen investasi akan meningkat. Hal ini karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga menjadi lebih kompetitif ketika suku bunga berada dalam tren penurunan.

Permintaan terhadap aset safe haven juga diperkirakan tetap tinggi di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Faktor geopolitik maupun kondisi ekonomi global yang belum stabil dapat mendorong investor untuk mencari instrumen yang relatif aman, seperti emas.

Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut memberikan dukungan tambahan bagi harga emas. Ketika yield obligasi menurun, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih rendah, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam mulia tersebut.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai bahwa tren bullish pada emas masih memiliki ruang untuk berlanjut dalam jangka pendek hingga menengah. Meskipun potensi koreksi tetap ada, arah pergerakan utama masih didominasi oleh sentimen positif. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk tetap mencermati level-level kunci serta dinamika pasar global yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas ke depan.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 901 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif pada Semester I 2026

11 Agustus 2026 - 13:19 WITA

Bukan Sekadar Menjawab Pelanggan: 5 Perubahan yang Dihadirkan Generative AI dalam Contact Center Modern

11 Agustus 2026 - 12:00 WITA

Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

11 Agustus 2026 - 11:28 WITA

OnlinePajak Kini Jadi Bagian Achilles, Platform Bisnis Terintegrasi Gratis

11 Agustus 2026 - 11:25 WITA

Jawab Tren Investasi Emas, BRI-MI Luncurkan ETF Emas Syariah Pertama di Indonesia

11 Agustus 2026 - 11:17 WITA

Apple (AAPL) Masuki Fase Baru, Pertumbuhan Laba Jadi Kunci Penggerak Saham

11 Agustus 2026 - 11:00 WITA

Trending di Bisnis