Rote Ndao,Sulutnews.com – Dalam pertemuan penting yang dihadiri oleh Camat, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas, serta Kepala Desa, Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, memberikan arahan mengenai pengelolaan keuangan daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Henuk menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, terutama terkait dengan Dana Desa, Dana BOS, dan Dana BOK, sebagai bentuk implementasi arahan dari Presiden Republik Indonesia.
Bupati Henuk memulai sambutannya dengan menyampaikan pesan dari pemerintah pusat tentang pentingnya menjaga solidaritas antara pemerintah pusat dan daerah. “Komunikasi dan koordinasi antara pusat dan daerah harus terjalin dengan harmonis. Jangan sampai kita menjadi kepala daerah yang hanya fokus pada daerahnya sendiri, tetapi harus selalu menjalin hubungan yang baik dengan pemerintah pusat,” tegasnya.
Dalam arahannya, Bupati Henuk juga mengingatkan para kepala desa agar berhati-hati dalam mengelola Dana Desa, mengingat banyaknya kasus korupsi yang terjadi di tingkat desa. “Korupsi terbesar di negara ini terjadi di tingkat desa, meskipun bukan karena nominalnya, tetapi karena jumlah kasusnya yang sangat banyak,” ungkapnya.
Bupati Henuk juga mengungkapkan adanya temuan terkait penggunaan dana di beberapa instansi, termasuk dana BOS, dana BOK, dan Dana Desa. Ia mengingatkan kepala desa untuk segera mengembalikan uang yang ditemukan bermasalah, termasuk dana sebesar 2,6 miliar yang harus segera dikembalikan. “Tidak ada pilihan lain, uang negara harus dikembalikan ke kas daerah. Jika ada yang coba-coba menutup-nutupi, saya akan meminta BPK untuk mengaudit,” tambahnya tegas.
Selain itu, Bupati Henuk juga menyampaikan komitmennya untuk melakukan audit terhadap pengelolaan dana di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan kesehatan. “Untuk Dana BOS, saya akan melakukan audit. Dan saya minta kepada semua kepala sekolah agar tidak ada penyalahgunaan dana,” ujarnya.
Bupati Henuk juga menyinggung perihal infrastruktur di Rote Ndao yang akan menjadi prioritas pembangunan, meskipun anggaran infrastruktur tahun ini mengalami pemotongan sebesar 55,6 miliar. “Kami sedang mempersiapkan pinjaman di Bank NTT untuk menata beberapa fasilitas publik seperti Shifting Center dan trotoar di Kota Baa, agar wajah ibukota kita lebih tertata,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Henuk menegaskan bahwa politik telah selesai dan kini saatnya semua pihak bersatu untuk membangun Kabupaten Rote Ndao. “Mari kita fokus pada pembangunan, pengentasan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya demi kesejahteraan masyarakat Rote Ndao,” tutup Bupati.
Reporter: Dance Henukh







