Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

NTT · 15 Apr 2023 19:44 WITA ·

Di Desa Bo’a Tanah Milik Ar Adu Diduga dicaplok Elias Mesakh, Kuasa Hukum Hadirkan BPN


Di Desa Bo’a Tanah Milik Ar Adu Diduga dicaplok Elias Mesakh, Kuasa Hukum Hadirkan BPN Perbesar

NTT,Sulutnews.com – Ar Adu,Warga Desa Bo’a mengaku kesal terhadap Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Rote Ndao sepihak mengukur tanah miliknya dan menerbitkan sertifkat dilahana Ar adu, kurang lebih 9 Hektar dari 12 Hektar miliknya. Lahan itu berlokasi di Tatanak-Luandana RT.04 RW.02 Dusun Nemboana, Desa Bo’a, Kecamatan Rote Barat Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Demikian diungkapkan Ar Adu kepada media ini, Rabu (12/4/2023) disela-sela pengukuran ulang atas permintaan Ebsan Kafelkai Pengacara Elias Mesakh.

Ar Adu mengatakan pihaknya berharap kasus mafia tanah ini, menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah dari tingkat Desa hingga Badan pertanahan Nasional agar sebelum menerbitkan sertifikat harus melibatkan tokoh adat dan stakeholder terkait untuk mengetahui silsilah tanah, baru dilakukan penerbitan sertifikat.

Pantauan Media ini, Rabu (12/4/2023) BPN dan Kepolisi Resort Rote Ndao dihadirkan untuk melakukan pengukuran dilokasi yang diduga sengketa antar AR Adu dan Elias Mesakh.

Ditempat yang sama, Kuasa Hukum Elias Mesahk Ebsan Kafelkai menghadirkan pihak kepolisian Resort Rote Ndao yang di pimpin Kasat Samapta Eduardo dan pihak pertanahan kabupaten rote ndao di dalam lokasi tanah di desa Bo’a

Kafelkai berharap, agar proses pengukuran terus dilakukan, jika ada pihak yang keberatan dipersilahkan untuk menempuh jalur perdata di pengadilan.

“kita harus kawal teman-teman dari BPN tetap melakukan pengukuran karena mereka jalan berdasarkan perintah undang-undang, bapak juga jalan berdasarkan undang-undang, dan saya juga jalan berdasarkan perintah undang-undang,” ungkapnya

Menurutnya Tanah ini secara keseluruhan dari tahun 2013 sudah sengketa dan penyelesaiannya yaitu harus melalui mediasi desa maupun kecamatan,lalu tiba-tiba 3 ribu meter jadi sertifikat itu dasarnya apa.
Misalnya disana mereka bisa memperoleh keadilan karena bisa timbul sertifikat 3 ribu meter kenapa kami tidak bisa.

Demi kepastian hukum maka kita kembali kepada rell-nya teman-teman dari kepolisian mengamankan bapak untuk melakukan pengukuran berdasarkan pengukuran yang sudah valid itu Maka semuanya selesai.

Jika ada teman-teman yang keberatan bisa melapor kepada pihak kepolisian dan pengadilan silahkan berkoordinasi untuk melapor.

Kasat Samapta Polres Rote Ndao Eduwardo, mengatakan Ia bersama anggotanya hadir dilokasi sengkata karena atas surat perintah dari Kapolres untuk melaksanakan pengamanan pengukuran dilokasi setempat.

Dari petugas BPN sudah mengatakan bahwa apabila saat pengukuran dan ada yang keberatan maka dia tidak dapat melaksanakan.

“Masih Kasat Samapta Kami di sini karena di perintahkan langsung oleh pimpinan dan kami tidak mau apa yang di sampaikan oleh pertanahan bahwa beliau mau supaya pada saat pengukuran tidak ada gangguan,”.

Perwakilan BPN Kabupaten Rote Ndao Tovik menjelaskan bagian pengukuran tanah Bila kita turun lapangan untuk mengukur dan ternyata ada masyarakat keberatan maka perlu pertimbangkan lagi pihak BPN, paling surat agar ada kepastian hukum antara bapak Ar Adu dan Elias Mesakh.

Reporter : Dance henukh

Artikel ini telah dibaca 524 kali

Baca Lainnya

Penutupan Sidang Satu: Bupati Nyatakan Komitmen Tindaklanjuti Rekomendasi DPRD

27 April 2026 - 22:57 WITA

Ketua Komisi II DPRD Rote Ndao, Meksi Mooy: Upaya PemenuhanTiga Dokter Spesialis Ke RSUD Ba’a

27 April 2026 - 19:28 WITA

Dari 750 Peserta, Membeludak Menjadi 1.120 Peserta: Antusiasme Luar Biasa dalam Festival Literasi Baca di Rote Ndao

27 April 2026 - 13:25 WITA

Putry Susanti Henukh, Siswa SMP Negeri 2 Lobalain, Sampaikan Lima Pesan Penting dalam Penutupan Festival Literasi Baca

27 April 2026 - 07:47 WITA

Ketua MD GPdI: Pdt. Davit Selan Tidak Mengaku, Korban dan Keluarga Pergi

26 April 2026 - 17:03 WITA

Dari Pelosok Menuju Puncak: Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Nduadi di Desa Sotimori

26 April 2026 - 03:29 WITA

Trending di News