Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Bolmong · 20 Des 2025 15:53 WITA ·

Bupati Yusra Warning Pangkalan Elpiji Nakal


Bupati Yusra Warning Pangkalan Elpiji Nakal Perbesar

BOLMONG– Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, mengeluarkan peringatan (Warning) keras kepada seluruh pangkalan elpiji. Siapa pun yang kedapatan menjual gas subsidi 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), akan langsung berhadapan dengan sanksi berat—termasuk pencabutan izin usaha.

Ancaman ini bukan tanpa alasan. Menjelang Natal dan Tahun Baru, keluhan warga terkait kelangkaan gas melon semakin ramai. Banyak pangkalan kosong berhari-hari, dan ketika pasokan tiba, gas langsung ludes seketika.

“Tidak ada toleransi bagi pangkalan yang memanfaatkan situasi. Elpiji 3 kilogram itu subsidi untuk rakyat kecil, bukan alat mencari keuntungan liar. Kalau berani jual di atas HET, izinnya saya cabut,” tegas Bupati Yusra.

Yusra memastikan pemerintah daerah bersama OPD terkait meningkatkan pengawasan, mulai dari jalur distribusi hingga harga. Ia mengingatkan, masyarakat kecil harus dilindungi, apalagi di momen perayaan keagamaan.

Kelangkaan ini membuat warga, khususnya umat Kristiani yang sedang menyiapkan Natal, kesulitan memasak dan memenuhi kebutuhan dapur. Bupati meminta masyarakat tidak diam jika melihat ada permainan harga atau penimbunan.

“Laporkan segera. Kita akan tindak cepat. Pengawasan ini tidak bisa hanya satu arah—peran warga sangat menentukan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong, Seriyanto, memastikan pihaknya sudah turun ke lapangan memantau langsung ketersediaan elpiji di Kecamatan Dumoga Barat dan Dumoga Tengah.

Ia menegaskan sejauh ini tidak ada pangkalan yang berani menjual ke pengecer, dan harga masih mengikuti HET Rp18–20 ribu.

“Gas belum masuk karena masih perjalanan distribusi. Warga yang antre mengaku harga tetap sesuai HET,” ujarnya.

Pemkab Bolmong memastikan tidak ada ruang bagi spekulan, dan distribusi elpiji bersubsidi harus kembali normal tanpa merugikan rakyat.***

 

Artikel ini telah dibaca 1,224 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Wabub Bolmong Dony Lumenta Turut Hadir Dalam Panen Raya Padi Bersama PT BPR Citra Dumoga

5 Mei 2026 - 15:46 WITA

Wabup Dony Lumenta Ikuti Forum ASWAKADA Kegiatan Berskala Nasional Di Jakarta

27 April 2026 - 23:47 WITA

Pengguna Knalpot Brong Dikejar Hingga ke Lorong-lorong

27 April 2026 - 22:44 WITA

Yusra-Doni Pimpin Forum Diskusi Bersama PT JRBM, Perkuat Sinergi dengan Sektor Swasta

23 April 2026 - 19:16 WITA

Bupati Yusra Terima Kunjungan Kepala BPK Sulut, Komitmen Transparansi Keuangan Daerah

22 April 2026 - 18:53 WITA

Pemkab Bolmong Roling Jabatan 20 Eselon II dan 5 Plt Dilantik, Berikut Nama-namanya

20 April 2026 - 14:49 WITA

Trending di Bolmong