Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bolmong · 20 Des 2025 15:53 WITA ·

Bupati Yusra Warning Pangkalan Elpiji Nakal


Bupati Yusra Warning Pangkalan Elpiji Nakal Perbesar

BOLMONG– Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong), Yusra Alhabsyi, mengeluarkan peringatan (Warning) keras kepada seluruh pangkalan elpiji. Siapa pun yang kedapatan menjual gas subsidi 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), akan langsung berhadapan dengan sanksi berat—termasuk pencabutan izin usaha.

Ancaman ini bukan tanpa alasan. Menjelang Natal dan Tahun Baru, keluhan warga terkait kelangkaan gas melon semakin ramai. Banyak pangkalan kosong berhari-hari, dan ketika pasokan tiba, gas langsung ludes seketika.

“Tidak ada toleransi bagi pangkalan yang memanfaatkan situasi. Elpiji 3 kilogram itu subsidi untuk rakyat kecil, bukan alat mencari keuntungan liar. Kalau berani jual di atas HET, izinnya saya cabut,” tegas Bupati Yusra.

Yusra memastikan pemerintah daerah bersama OPD terkait meningkatkan pengawasan, mulai dari jalur distribusi hingga harga. Ia mengingatkan, masyarakat kecil harus dilindungi, apalagi di momen perayaan keagamaan.

Kelangkaan ini membuat warga, khususnya umat Kristiani yang sedang menyiapkan Natal, kesulitan memasak dan memenuhi kebutuhan dapur. Bupati meminta masyarakat tidak diam jika melihat ada permainan harga atau penimbunan.

“Laporkan segera. Kita akan tindak cepat. Pengawasan ini tidak bisa hanya satu arah—peran warga sangat menentukan,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM Bolmong, Seriyanto, memastikan pihaknya sudah turun ke lapangan memantau langsung ketersediaan elpiji di Kecamatan Dumoga Barat dan Dumoga Tengah.

Ia menegaskan sejauh ini tidak ada pangkalan yang berani menjual ke pengecer, dan harga masih mengikuti HET Rp18–20 ribu.

“Gas belum masuk karena masih perjalanan distribusi. Warga yang antre mengaku harga tetap sesuai HET,” ujarnya.

Pemkab Bolmong memastikan tidak ada ruang bagi spekulan, dan distribusi elpiji bersubsidi harus kembali normal tanpa merugikan rakyat.***

 

Artikel ini telah dibaca 1,224 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Yusra Dampingi Kapolda Sulut Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Solimandungan

8 Juni 2026 - 17:34 WITA

Pertamina Melalui Integrated Terminal Bitung Salurkan Bantuan Penanganan Banjir Bandang di Bolaang Mongondow

6 Juni 2026 - 23:00 WITA

Wabup Dony Lumenta Diberikan Mandat Plt Ketua PMI Bolmong

5 Juni 2026 - 21:41 WITA

Bupati Yusra Sambut Baik Kehadiran Asops Panglima TNI ke-Bolmong

5 Juni 2026 - 16:43 WITA

Bupati Yusra Alhabsy Resmikan Balai Latihan Kerja, Perkuat Pelaku UMKM Bolmong

1 Juni 2026 - 16:15 WITA

Bupati Yusra Alhabsy Beri Bantuan Modal Kepada Pelaku UMKM Bolmong, Tepati Janji Kampanye

1 Juni 2026 - 15:47 WITA

Trending di Bolmong