Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 20 Agu 2026 15:48 WITA ·

Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek


Bukan Sekadar Titik Transit, Stasiun Dukuh Atas Hubungkan Berbagai Pusat Aktivitas di Jabodebek Perbesar

Setiap pagi, ribuan orang memulai aktivitasnya dari
berbagai penjuru Jabodebek menggunakan LRT Jabodebek. Ada yang menuju kawasan perkantoran
di Kuningan, sebagian turun di Pancoran, sementara lainnya melanjutkan
perjalanan menggunakan KRL Commuter Line, KA Bandara, MRT Jakarta, hingga
Transjakarta melalui Stasiun Dukuh Atas. Pola perjalanan tersebut mencerminkan
peran kawasan Dukuh Atas yang tidak lagi sekadar menjadi titik transit,
melainkan telah berkembang sebagai salah satu titik integrasi antarmoda di
Jakarta yang menghubungkan berbagai moda transportasi dan memudahkan masyarakat
menjangkau beragam pusat aktivitas.

 

Selama periode bulan Juli 2026, tercatat 397.533
pengguna yang turun di Stasiun Dukuh Atas. Menjadikannya stasiun dengan
mobilitas tertinggi di LRT Jabodebek. Pada periode yang sama, LRT Jabodebek
mencatat 233.705 pengguna turun di Stasiun Cikoko, 272.318 pengguna turun di
Stasiun Pancoran, 282.397 pengguna turun di Stasiun Kuningan, dan 353.522
pengguna turun di Stasiun Harjamukti.

 

Dengan banyaknya jumlah pengguna yang turun di
Stasiun Dukuh Atas, menunjukkan bahwa stasiun ini tidak hanya menjadi tujuan
perjalanan, tetapi juga berperan sebagai pusat integrasi yang menghubungkan
masyarakat menuju berbagai pusat aktivitas dan moda transportasi lain di
Jabodebek.

 

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya
Mardika, mengatakan dengan pemanfaatan integrasi antarmoda ini, turut mendorong
perubahan pola mobilitas masyarakat di Jabodebek. Perjalanan tidak lagi
bergantung pada satu kawasan tujuan, tetapi tersebar ke berbagai pusat
aktivitas yang terhubung oleh transportasi publik.

 

“Masyarakat kini tidak hanya mencari moda
transportasi yang cepat, tetapi juga perjalanan yang saling terhubung.
Integrasi antarmoda memungkinkan pengguna memilih rute yang paling efisien
sesuai tujuan akhir mereka. Peran LRT Jabodebek bukan hanya membawa pengguna
dari titik asal ke tujuan, tetapi juga menghubungkan berbagai simpul mobilitas
sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan yang efisien,”
ungkapnya.

 

Untuk mendukung tingginya mobilitas di sejumlah
stasiun, LRT Jabodebek juga terus melakukan evaluasi pelayanan. Data volume
perjalanan dimanfaatkan untuk menentukan prioritas penempatan petugas,
pengelolaan arus pengguna di stasiun dengan mobilitas tinggi, penyampaian
informasi perjalanan, hingga evaluasi kebutuhan fasilitas di setiap stasiun

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Prediksi Harga Emas Pekan Depan: Dupoin Futures Proyeksikan XAUUSD Naik ke 4.551–4.634

4 September 2026 - 17:26 WITA

Hard Rock Hotel Bali Pertahankan Predikat Hotel Bintang 5 melalui Audit Surveillance SUCOFINDO

4 September 2026 - 17:20 WITA

Buka Peluang Kerja bagi Generasi Muda, Sanggabiz Hadir Walk-in Interview di Mini Job Fair UIN Jakarta

4 September 2026 - 16:27 WITA

Wujudkan Komitmen TJSL melalui Aksi Nyata, Waskita Beton Precast Raih Impact Commitment Awards di CSR Awards 2026

4 September 2026 - 16:25 WITA

Menjadikan Emas sebagai Bekal Pensiun, Apakah Bisa?

4 September 2026 - 16:25 WITA

JASA SEO PROFESIONAL: NELL VH BUKTIKAN SEO TETAP RELEVAN DI ERA AI

4 September 2026 - 15:42 WITA

Trending di Bisnis