Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 7 Agu 2026 10:24 WITA ·

BRI Finance Optimis Insentif EV Dongkrak Pertumbuhan Pembiayaan New Car EV


BRI Finance Optimis Insentif EV Dongkrak Pertumbuhan Pembiayaan New Car EV Perbesar

JAKARTA, 5 Agustus 2026 –
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) optimistis rencana pemerintah
menghadirkan paket insentif baru bagi kendaraan listrik (electric vehicle/EV)
akan menjadi katalis positif bagi pertumbuhan industri pembiayaan.

Pemerintah tengah
mematangkan paket insentif baru bagi kendaraan listrik yang diperkirakan
menyasar sekitar 500.000 kendaraan roda dua dan roda empat. Insentif tersebut
antara lain berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP),
insentif hingga 100% atas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk
kendaraan listrik, serta insentif bagi jenis mobil listrik tertentu.

Mengenai hal ini,
Corporate Secretary PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) Aditia Fakhri
Ramadhani menyampaikan bahwa insentif pemerintah bisa menjadi sentimen positif
bagi industri pembiayaan karena dapat meningkatkan daya tarik kendaraan listrik
di mata konsumen.

“Kami optimistis
kebijakan ini akan meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik
sekaligus membuka peluang pertumbuhan pembiayaan kendaraan,” ujar Dhani di
Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurutnya, selain
didukung kebijakan pemerintah, perkembangan teknologi dan semakin beragamnya
pilihan kendaraan listrik di pasar turut menjadi faktor yang mendorong
pertumbuhan segmen tersebut.

Berdasarkan data Gabungan
Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik pada
semester I-2026 mencapai 117.108 unit atau menyumbang 26,8% dari total pasar
otomotif nasional, meningkat dibandingkan semester I-2025 yang sebesar 18,3%.

Dhani menilai, dukungan
kebijakan pemerintah terhadap kendaraan listrik tidak hanya akan mempercepat
adopsi kendaraan rendah emisi, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi
industri pembiayaan untuk memperluas pasar dan menjangkau lebih banyak
konsumen.

“Meningkatnya adopsi
kendaraan listrik membuka peluang pertumbuhan pembiayaan. BRI Finance
berkomitmen menghadirkan layanan pembiayaan yang mudah, cepat, dan kompetitif
untuk mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,”
terangnya.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kepastian Produksi Tambang, Kontribusi Dividen dan Penerimaan Guna Perkuat Kedaulatan

7 Agustus 2026 - 10:41 WITA

POST Perkuat Digitalisasi Retail dengan Software Kasir Terintegrasi

7 Agustus 2026 - 10:31 WITA

BRI Finance Optimistis Momentum GIIAS 2026 Dorong Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan

7 Agustus 2026 - 10:27 WITA

Prediksi Harga Emas (XAUUSD) Pekan Depan: Dupoin Futures Bidik Resistance 4.382

7 Agustus 2026 - 10:03 WITA

Edging: Material Kecil yang Jaga Furniture Interiormu

7 Agustus 2026 - 09:57 WITA

Polda NTT Perkuat Sinergi Indonesia, Australia, dan Timor-Leste Jaga Perbatasan

7 Agustus 2026 - 09:17 WITA

Trending di Bisnis