Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 20 Jan 2026 10:18 WITA ·

BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat


BPOM Tancap Gas! Dukung PPJAI Bawa Jamu Indonesia Naik Kelas dan Tembus Pasar Amerika Serikat Perbesar

Jakarta, 20 Januari 2026 – Industri jamu nasional
resmi memasuki era baru. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dukungan
penuh kepada Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) dalam pengembangan
Obat Herbal Terstandar (OHT) sekaligus membuka jalan ekspor jamu Indonesia ke
Amerika Serikat. Langkah ini menegaskan bahwa jamu kini bukan sekadar warisan
budaya, tetapi siap bersaing sebagai produk kesehatan global. 

Dukungan tersebut muncul
dalam audiensi resmi BPOM dengan delegasi PPJAI yang dipimpin Ketua Dewan
Pembina Mukit Hendrayatno dan Ketua Umum Heri Susanto. Pertemuan
ini menjadi kelanjutan dari misi dagang PPJAI ke Amerika Serikat pada November
2025, yang telah menjajaki kerja sama dengan Amazon Fulfillment Center
dan melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar RI. 

Prof. Dr. Taruna Ikrar,
Kepala BPOM, menegaskan
, “Kami apresiasi langkah PPJAI yang
serius mempersiapkan ekspor jamu dengan standar internasional. BPOM siap
memberikan pendampingan teknis untuk pengembangan obat herbal terstandar hingga
memenuhi persyaratan FDA (Food and Drug Administration).” 

Audiensi ini menjadi kabar
baik bagi industri jamu. Pasar Amerika Serikat dikenal ketat dan selektif,
terutama soal keamanan, mutu, dan bukti ilmiah. Dukungan BPOM bukan sekadar
simbolik, tetapi menjadi kunci percepatan transformasi jamu Indonesia dari pasar
domestik ke global. 

Pertemuan dihadiri jajaran
strategis BPOM, termasuk Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Suplemen
Kesehatan, dan Kosmetik (OTSK) Dian Putri Anggraweni
serta Direktur
Registrasi OTSK Imelda Ester Riana P.
, dan delapan pengurus inti PPJAI
termasuk Dewan Pakar, menunjukkan keseriusan dalam menyusun peta jalan ekspor
jamu secara sistematis. 

Dalam audiensi, PPJAI
menyampaikan lima agenda strategis, memaparkan perkembangan organisasi sebagai
wadah konsolidasi pelaku jamu alami, meminta pendampingan teknis BPOM untuk
pengembangan OHT, mendorong Banyumas Raya sebagai pusat hilirisasi susu
kambing, meminta asistensi perizinan FDA, dan mengundang Kepala BPOM dalam
Musyawarah Nasional PPJAI mendatang.

Heri Susanto, Ketua Umum PPJAI, menegaskan, “Agenda ekspor
jamu ke Amerika Serikat kami susun secara bertahap dan berbasis pengalaman
langsung di pasar tujuan. Setelah memahami mekanisme distribusi melalui Fulfillment
by Amazon
serta koordinasi dengan KBRI Washington, fokus berikutnya adalah
memastikan seluruh produk memenuhi ketentuan FDA. Upaya ini ditempuh dengan
meningkatkan level obat bahan alam menuju obat herbal terstandar agar memiliki
nilai tambah dan daya saing global.“

Sementara
itu, Mukit Hendrayatno, Ketua
Pembina PPJAI
, menambahkan, “Sejumlah anggota
PPJAI telah berada pada level produksi yang memadai dengan penerapan standar Good
Manufacturing Practice
. Dukungan dan pendampingan BPOM akan mempercepat
proses sertifikasi, meminimalkan hambatan regulasi, dan memastikan rencana
ekspor perdana ke Amerika Serikat dapat segera terwujud.”

Dukungan
BPOM menandai titik balik strategis bagi jamu Indonesia. Dari produk
tradisional berbasis kearifan lokal, jamu kini bergerak menuju produk kesehatan
berstandar ilmiah dan regulasi internasional. Sinergi antara regulator dan
pelaku usaha menegaskan kehadiran negara sebagai penggerak industri, membuka
jalan jamu menembus pasar global, dan menjadikannya komoditas strategis
bangsa yang kompetitif, terpercaya, dan membanggakan di panggung dunia
.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 903 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

18 Agustus 2026 - 00:06 WITA

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA

17 Agustus 2026 - 23:16 WITA

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

17 Agustus 2026 - 21:48 WITA

Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik

17 Agustus 2026 - 21:41 WITA

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

17 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

17 Agustus 2026 - 21:29 WITA

Trending di Bisnis