Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Mitra · 13 Agu 2023 19:34 WITA ·

BPBD Mitra Ingatkan Warga Waspada Karhutla


BPBD Mitra Ingatkan Warga Waspada Karhutla Perbesar

Mitra, Sulutnews.com – Kemarau diprediksi terjadi di bulan Agustus hingga November 2023. Fenomena El Nino dan IOD (Indian Ocean Dipole) jadi penyebab. Kondisi ini, memicu terjadinya kekeringan, warga di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) diminta untuk waspada terhadap berbagai dampak yang kemungkinan terjadi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra, Sandra Kindangen mengatakan, kebakaran lahan dan hutan atau Karhutla merupakan bencana yang sering mewarnai wilayah Mitra saat kemarau.

“Ini penting menjadi perhatian bersama. Warga diharapkan lebih waspada, serta menghindari tindakan membakar lahan sembarangan,” ungkap Kindangen.

El nino sebagaimana dijelaskan Kindangen, merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang mengakibatkan bergesernya potensi pertumbuhan awan dari Wilayah Indonesia ke Wilayah Samudra Pasifik Tengah dan Timur. Sedangkan IOD adalah fenomena penyimpangan suhu muka laut di Samudra Hindia yang menyebabkan terjadinya perubahan pergerakan atmosfer atau pergerakan masa udara.

“Kondisi IOD positif, menyebabkan berkurangnya curah hujan di Wilayah Indonesia,” jelas Kindangen.

Lanjut, Kindangen menjelaskan, El Nino dan IOD memberi dampak terjadinya kekeringan sumber daya air bersih, berpotensi terjadinya gagal panen serta meningkatnya resiko karhutla. Meski begitu, Kindangen mengaku El Nino dan IOD juga memberikan dampak positif yakni potensi tangkapan ikan jadi meningkat.

“Beberapa hal perlu dilakukan masyarakat untuk antisipasi yakni panen hujan  saat terjadinya hujan, menghemat air serta mencegah Karhutla. Sementara pihak terkait agar memperhatikan kesiapsiagaan Karhutla, penyesuaian pola tanam pertanian serta mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air seperti waduk, bendungan dan embung,” pungkas Kindangen.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Semarak Piala Dunia Di Makassar, Pangdam XIV/Hsn Ajak Masyarakat Nikmati Nobar Gratis Dan Festival Rakyat

15 Juli 2026 - 15:55 WITA

Apel Kesiapan Pengamanan Penutupan Sidang Sinode Am XXVI, Kabag Ops Polres Palopo Tekankan Pengamanan Maksimal Dan Sinergi Dengan Panitia

14 Juli 2026 - 12:54 WITA

Pemkab Sitaro Perkuat Validitas Data Sosial, Dana Duka dan BPJS Ketenagakerjaan Ikut Dibahas

10 Juli 2026 - 21:08 WITA

DKUKMPP Mitra Gelar Pembinaan IKM

25 Juni 2026 - 14:08 WITA

Pimpin Rapat Dinas, Rondo Tegaskan Loyalitas

22 Juni 2026 - 13:19 WITA

KMP Rasi Gelar Panen Perdana Talas Beneng Produksi Unggulan

29 Mei 2026 - 12:15 WITA

Trending di Mitra