Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 25 Mar 2026 17:38 WITA ·

Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran


Bittime Catatkan Lonjakan Transaksi Emas $XAUT dan $SLVON di Tengah Meredanya Ketegangan Perang Iran Perbesar

Jakarta, 25 Maret 2026 – Tren positif kembali menghampiri pasar komoditas global yang kini merambah kuat ke sektor aset digital, di mana harga emas dunia terpantau mulai menunjukkan pemulihan signifikan setelah sempat mengalami tekanan. Bertepatan dengan ini, Bittime juga mencatatkan kenaikan harga aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) hingga mencapai 4,23% (25 Maret 2026).

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun dari laporan Readers.id harga emas pada perdagangan Selasa (24/3/2026) melonjak sebesar 1,54% ke level $4.473,59 per troy ons. Ini mengakhiri tren penurunan sembilan hari berturut-turut yang sempat menggerus nilai emas hingga 15%.

Kenaikan harga di pasar aset fisik tersebut turut terjadi pada instrumen aset kripto yang dipatok 1:1 pada harga logam mulia. Mengutip data internal dari Bittime, aset kripto berbasis emas yakni Tether Gold ($XAUT) tersebut dalam beberapa hari terakhir tercatat mengalami kenaikan volume perdagangan harian hingga 2-3x pada platformnya.

Sentimen positif ini tidak hanya terbatas pada emas, namun juga merambah ke aset perak digital yaitu Silver Token ($SLVON) yang juga mengalami lonjakan volume perdagangan harian hingga 5x. Hal ini mencerminkan sentimen investor yang kini semakin melirik perak digital sebagai alternatif diversifikasi di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh isu energi dan inflasi di Selat Hormuz.

Kedua aset tersebut dapat diakses dan diperdagangkan melalui platform Bittime. Di mana, saat ini Bittime menyediakan fitur flexible staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 10% APY bagi pengguna baru.

Bersama ini, sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia.

Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga dan risiko likuiditas yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap investor untuk terus melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 903 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol, Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

11 Agustus 2026 - 19:49 WITA

Masih Ada Waktu! Dupoin Blog Competition Resmi Diperpanjang

11 Agustus 2026 - 17:49 WITA

Mugen 2026: Hadirkan Model Context Protocol (MCP), RevComm Ciptakan Inovasi Voice Analytics untuk Bisnis

11 Agustus 2026 - 17:24 WITA

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

11 Agustus 2026 - 17:22 WITA

Rian D’Masiv hingga Didik Nini Thowok Puji Talenta AICE Got You! Solo

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

K Mall Semarakan Indonesia Shopping Festival 2026 Lewat Kemayoran Reimagined

11 Agustus 2026 - 16:59 WITA

Trending di Bisnis