Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 14 Apr 2026 20:04 WITA ·

Bittime Catatkan Lonjakan Bitcoin (BTC) Hingga 4,8%, Menyusul Peningkatan Trading Volume USDT/IDR dalam Sepekan


Bittime Catatkan Lonjakan Bitcoin (BTC) Hingga 4,8%, Menyusul Peningkatan Trading Volume USDT/IDR dalam Sepekan Perbesar

Jakarta, 14 April 2026 – Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan, hari ini mencatat lonjakan signifikan pada harga Bitcoin (BTC) sebesar 4,8% hingga melampaui level $74.000. Sebelumnya, dalam sepekan terakhir Bittime mencatatkan volume perdagangan USDT/IDR yang terpantau naik hingga 45%.

Lebih lanjut, kenaikan harga aset Bitcoin ini dipicu oleh pergeseran peta makroekonomi global di bawah kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Setelah periode volatilitas tinggi akibat blokade laut AS di Timur Tengah, pasar bereaksi positif terhadap sinyal negosiasi diplomatik hari ini (14 April 2026) serta kemajuan besar dalam rancangan undang-undang “Clarity Act” terkait regulasi stablecoin.

Mulanya, ketegangan makroekonomi yang tidak menentu antara Amerika-Iran berhasil menekan nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika hingga ke level terendah dan menyentuh Rp17.158 per dolar Amerika Serikat (USD) per 13 April 2026. Hal ini menciptakan kekhawatiran besar di pasar global termasuk investor lokal, sehingga banyak investor memilih beralih ke aset yang dianggap lebih aman.

Investor kini sangat berhati-hati dan mulai mencari alternatif lindung nilai pada aset-aset diversifikasi yang cenderung lebih stabil seperti Tether ($USDT). Di mana, $USDT yang memiliki likuiditas harga 1:1 dengan dolar Amerika Serikat, sehingga pergerakannya lebih stabil jika dibandingkan dengan aset-aset fluktuatif lainnya.

Fenomena ini menunjukkan kecenderungan penyesuaian strategi investasi para investor lokal yang cenderung mengikuti tekanan ekonomi global. Apalagi, $USDT bersifat fraksional, sehingga dapat diakses atau dibeli dengan harga fleksibel di tengah kondisi depresiasi pada nilai tukar Rupiah yang terjadi saat ini. 

Saat ini, investor dapat dengan mudah menukarkan aset IDR ke USDT secara langsung melalui platform crypto exchange yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) seperti Bittime.

IDR dapat ditukarkan secara langsung melalui fitur swap IDR/USD yang tersedia pada platform Bittime, dan dapat diakses dalam 24 jam. Dengan begitu investor lokal dapat bertransaksi dengan lebih efisien dan tanpa batasan waktu, serta hari operasional tertentu.

Di sisi lain, Bittime turut menghadirkan Bittime Mining Points 2.0 yang memberikan kesempatan bagi para trader untuk mendapatkan total prize pool hingga $30.000 yang akan dibagikan dalam bentuk Palapa ($PLPA). Ini dipandang sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat yang ingin memulai diversifikasi aset digital, di tengah kondisi tekanan nilai Rupiah. 

Namun, perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 903 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Uang Mengendap vs Uang Produktif, Mana yang Lebih Efisien?

30 Juni 2026 - 17:57 WITA

Metland Blanjaproperti 2026 Hadirkan Solusi Rumah Siap Huni

30 Juni 2026 - 17:35 WITA

Menata Masa Depan dari Setiap Lantai: Pembangunan Gedung Baru Politeknik Negeri Madura Kian Berakselerasi

30 Juni 2026 - 17:26 WITA

Pengiriman Retail KAI Logistik Tumbuh Positif, Kapasitas Angkut dan Jaringan Layanan Kian Diperkuat

30 Juni 2026 - 17:19 WITA

KS Padel Movement: Komunitas KS Ajak Nasabah BPR KS Aktif Bergerak di Lapangan Padel

30 Juni 2026 - 17:17 WITA

KAI Logistik Catat Pertumbuhan Angkutan Reefer Lebih dari 30%, Perkuat Rantai Pasok Cold Chain Nasiona

30 Juni 2026 - 17:13 WITA

Trending di Bisnis