Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 24 Mar 2026 19:06 WITA ·

Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah


Bittime Catatkan Kenaikan Nilai Aset Bitcoin hingga 3,21% Pasca De-eskalasi Geopolitik Timur Tengah Perbesar

Jakarta, 24 Maret 2026 – Pasar aset kripto menunjukkan penguatan signifikan, di mana Bitcoin ($BTC) dan sejumlah aset kripto utama lainnya naik sekitar 5% pada 23 Maret 2026 menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait penundaan serangan terhadap infrastruktur Iran. Bertepatan dengan ini, daily trading volume di Bittime menunjukkan dominasi aset Bitcoin ($BTC) dan $USDT yang masih mendominasi perdagangan aset kripto di Indonesia.

Lebih lanjut, meredanya risiko geopolitik antara United States dan Iran kembali menegaskan bahwa pasar aset kripto sangat responsif terhadap perkembangan makro dan politik global. Hal ini menunjukkan bahwa de-eskalasi geopolitik dapat menjadi katalis bagi pemulihan harga dan momentum penguatan aset kripto.

Dalam periode de-eskalasi, investor cenderung kembali masuk ke pasar, sehingga mendorong permintaan terhadap aset digital utama seperti $BTC dan $USDT sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio. Perkembangan ini kembali menegaskan bahwa faktor makro dan geopolitik turut berperan dalam mempengaruhi pergerakan sentimen pasar.

Di sisi lain, berdasarkan data on-chain yang dipaparkan oleh analis CryptoQuant melalui pasokan $BTC yang dipegang oleh pemegang jangka panjang atau Long-Term Holders (LTH) justru mengalami peningkatan pesat sebesar 332.000 $BTC selama satu bulan terakhir di tahun 2026. 

Ini menunjukkan adanya pergeseran sentimen di mana para investor optimis dan terus menambah kepemilikan mereka meskipun kondisi pasar sedang penuh ketidakpastian, yang sekaligus mencerminkan tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap risiko di masa depan.

Ini selaras dengan aktivitas trading pada platform perdagangan Bittime yang mencatatkan bahwa $BTC dan $USDT tetap menjadi aset kripto dengan volume perdagangan tertinggi atau top trading assets bagi para investor dalam seminggu terakhir.

Penggunaan pasangan perdagangan IDR/USDT juga menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku pasar untuk menjaga nilai aset mereka di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Dominasi aktivitas perdagangan $BTC dan $USDT di platform Bittime mencerminkan strategi investor yang cenderung mencari perlindungan nilai saat pasar sedang mengalami tekanan hebat. Kehadiran $USDT yang dipasangkan dengan Rupiah memudahkan investor lokal untuk bertransaksi dengan cepat tanpa harus terpapar fluktuasi nilai tukar dolar yang juga tidak menentu.

Sebagai platform perdagangan aset kripto yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime berkomitmen untuk terus menyediakan ekosistem perdagangan yang aman, transparan, dan mudah diakses bagi para investor di Indonesia.

Namun, investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Tentu, perlu dipahami bahwa aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya. 

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 944 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Tingkatkan Keselamatan di Jalan Tol, Jasa Marga Integrasikan Perangkat WIM, RFID Reader dan ANPR ke Sistem BLUe Kemenhub untuk Dukung Zero ODOL 2027

11 Agustus 2026 - 19:49 WITA

Masih Ada Waktu! Dupoin Blog Competition Resmi Diperpanjang

11 Agustus 2026 - 17:49 WITA

Mugen 2026: Hadirkan Model Context Protocol (MCP), RevComm Ciptakan Inovasi Voice Analytics untuk Bisnis

11 Agustus 2026 - 17:24 WITA

ESR dan INA Perluas Kemitraan untuk Pengembangan Logistik Baru di Indonesia

11 Agustus 2026 - 17:22 WITA

Rian D’Masiv hingga Didik Nini Thowok Puji Talenta AICE Got You! Solo

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

K Mall Semarakan Indonesia Shopping Festival 2026 Lewat Kemayoran Reimagined

11 Agustus 2026 - 16:59 WITA

Trending di Bisnis