Davao City Filipina, Sulutnews.com – Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan budaya di kawasan Mindanao melalui partisipasi aktif dalam BIMP-EAGA Trade & Tourism Fair 2025, yang resmi dibuka pada 9 November 2025 di Ayala Malls Abreeza, Davao City, Filipina. Pameran ini berlangsung hingga 11 November 2025, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan 33rd BIMP-EAGA Senior Officials’ Meeting (SOM) dan 28th Ministerial Meeting.

Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pejabat dan pemangku kepentingan kawasan, antara lain Secretary Leo Tereso A. Magno, Chairperson Mindanao Development Authority (MinDA), dan Regional Director DTI XI Romeo Castañaga. Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City, Agus Trenggono, bersama Konsul Jenderal Malaysia dan sejumlah pejabat daerah Mindanao.
Dalam sambutannya, Konjen Agus Trenggono menyampaikan apresiasi atas kerja sama erat antara Indonesia dan Mindanao yang terus berkembang, khususnya di sektor perdagangan dan pertukaran budaya.

“Indonesia dan Mindanao telah lama menjalin kemitraan yang erat, baik dalam perdagangan maupun hubungan sosial-budaya. Saat ini, Indonesia menjadi sumber impor terbesar kedua bagi Mindanao, dengan nilai perdagangan mencapai 1,3 miliar USD. Angka ini mencerminkan kepercayaan dan kedekatan ekonomi yang terus tumbuh,” ujar Konjen Agus.
Pada pameran tahun ini, Indonesia menampilkan berbagai produk unggulan ekonomi kreatif, barang industri dan bahan konstruksi, serta produk kesehatan dan herbal. Sejumlah perusahaan Indonesia turut ambil bagian, di antaranya Eco-edge Group, GRC Cement Board (PT Adhitama Sentra), dan PT Sido Muncul melalui mitra lokal di Mindanao.
Selain promosi dagang, Paviliun Indonesia juga menghadirkan pertunjukan tari tradisional, video promosi pariwisata, dan pameran kebudayaan yang menarik perhatian pengunjung pusat perbelanjaan.

Konjen Agus menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam ajang ini merupakan wujud nyata komitmen untuk memperkuat integrasi subregional BIMP-EAGA (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina).
“Melalui kerja sama yang konkret seperti ini, kita membangun keterhubungan ekonomi, membuka peluang baru bagi pelaku usaha, dan menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.
Acara ini ditutup dengan seruan untuk mempererat kolaborasi lintas batas demi pertumbuhan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan. (KJRI Davao City/Andy Gansalangi)





