Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bisnis · 1 Jan 2026 12:03 WITA ·

Banjir Bukan Konten, Balancia Dorong Perusahaan Swasta Bergerak Nyata


Banjir Bukan Konten, Balancia Dorong Perusahaan Swasta Bergerak Nyata Perbesar

Yogyakarta, 31 Desember 2025 — Di tengah banjir yang terus berulang dan perdebatan publik yang kerap berhenti pada siapa yang harus disalahkan, Balancia Ship Agency memilih mengambil langkah konkret. Melalui program Balancia Care, Balancia telah melaksanakan penanaman mangrove pada 30 Desember 2025 di kawasan Pesisir Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Aksi yang semula direncanakan menanam 2.000 mangrove tersebut berkembang di lapangan menjadi penanaman 10.000 mangrove, sebagai respons langsung terhadap urgensi pemulihan lingkungan yang kian mendesak.

Kegiatan ini dilaksanakan pascabanjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bagi Balancia, rangkaian bencana tersebut menjadi sinyal keras bahwa kerusakan ekosistem dari hulu hingga hilir telah dibiarkan terlalu lama. Ketika hutan di daratan terus digunduli dan daya resap alam melemah, dampaknya bermuara ke wilayah hilir dan pesisir yang kini dipaksa menjadi garis pertahanan terakhir.

“Awalnya kami merencanakan penanaman 2.000 mangrove. Namun dalam pelaksanaannya, kami memutuskan untuk memperluas skala aksi menjadi 10.000 mangrove sebagai bentuk komitmen yang lebih kuat terhadap upaya pemulihan lingkungan. Ini bukan soal angka, tetapi soal kesadaran bahwa krisis lingkungan tidak bisa ditangani setengah-setengah,” ujar Muhammad Candra Rambe, CEO Balancia Ship Agency.

Penanaman mangrove dilakukan bersama Pemuda Peduli Yogyakarta sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem yang selama bertahun-tahun tergerus oleh alih fungsi lahan dan eksploitasi tanpa kendali. Balancia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai seremoni, melainkan sebagai langkah konkret yang menunjukkan bahwa keputusan untuk bertindak dapat diambil tanpa menunggu momentum politik atau sorotan publik.

Sebagai anggota BIMCO dan FONASBA, dua asosiasi maritim internasional terkemuka, Balancia menempatkan keberlanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab industrinya. Keanggotaan tersebut mencerminkan komitmen Balancia untuk mendorong praktik pembangunan berkelanjutan demi masa depan industri maritim yang lebih bertanggung jawab.

“Kita sering berbicara tentang keberlanjutan, tetapi terlalu jarang menerjemahkannya menjadi aksi nyata. Alam tidak membutuhkan narasi, ia membutuhkan dipulihkan,” tegas Candra.

Mangrove dipilih karena perannya yang krusial dalam sistem ekologi. Ekosistem ini terbukti mampu menahan abrasi, meredam gelombang, menurunkan risiko banjir, menjaga keanekaragaman hayati, serta menyerap karbon dalam jumlah besar. Ketika kerusakan di daratan dibiarkan, pesisir dan mangrove menjadi penyangga terakhir yang menanggung dampaknya.

Melalui aksi ini, Balancia secara terbuka mendorong perusahaan swasta, khususnya yang bergerak di sektor maritim, energi, dan industri berbasis sumber daya alam, untuk mengambil peran lebih nyata.

“Bukan soal siapa yang paling lantang bicara soal keberlanjutan, tetapi siapa yang benar-benar bersedia turun ke lapangan dan berbuat. Jika rencana bisa berubah menjadi aksi 10.000 pohon, seharusnya komitmen juga bisa diwujudkan secara nyata,” ujar Candra.

Artikel ini juga tayang di VRITIMES

Artikel ini telah dibaca 924 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pekerjaan Preservasi Jalan Tol Terus Dilakukan, Jasa Marga Berkomitmen Untuk Pastikan Keamanan dan Keselamatan Perjalanan

19 Agustus 2026 - 18:43 WITA

Cara Mengatur Jadwal Pembayaran Tagihan Rumah Tangga

19 Agustus 2026 - 17:44 WITA

Godrej dan Childcare di Tempat Kerja: Ketika Dukungan bagi Perempuan Menjadi Strategi Bisnis

19 Agustus 2026 - 16:44 WITA

FLOQ Hadirkan Program Community Bus, Bawa Komunitas Kripto ke Coinfest Asia 2026 di Bali

19 Agustus 2026 - 15:06 WITA

Dari ONDC ke ION: Tokoh dan Gagasan di Balik Perjalanan India Menuju Kemandirian

19 Agustus 2026 - 14:42 WITA

Motor dengan Bagasi Besar, Kenapa Semakin Banyak Dicari?

19 Agustus 2026 - 14:25 WITA

Trending di Bisnis