Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu Selatan · 20 Agu 2025 17:49 WITA ·

APH Di Harapkan Turun Atas Dugaan “Pungli” SMP Negri 2 Bengkulu Selatan Dengan Modus Penjualan LKS


oplus_0 Perbesar

oplus_0

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – orangtua murid resah namun ingin protes banyak yang mesti di pertimbangkan, di takutkan anaknya terganggu bersekolah, beberapa orangtua murid yang namanya enggan di sebutkan berharap aparat penegak hukum APH turun atas adanya dugaan pungli yang terjadi di SMP Negeri 2 Bengkulu Selatan, hal itu perlu di lakukan demi penyelamatan pendidikan di kabupaten Bengkulu Selatan.

Modus yang digunakan SMP Negeri 2 Bengkulu Selatan tergolong modus baru sekolah untuk meraup keuntungan dari penjualan LKS terhadap anak didik dengan memanfaatkan pihak ketiga.

Salah satu toko buku yang diduga kuat di gandeng SMP Negeri 2 Bengkulu Selatan menunjukkan hal yang tak lazim di lakukan toko buku lainnya, dengan mempertanyakan nama anak, kelas berapa sembari di catat. Sementara orangtua siswa melakukan pembelian buku LKS ke toko yang di maksud sesuai arahan pihak sekolah hal itu dinyatakan oleh beberapa orangtua murid saat dengan media ini.

Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu materi pelengkap dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah, namun seiring berjalannya waktu, muncul berbagai masalah terkait dengan praktik penjualan buku LKS di sekolah-sekolah. Padahal

Pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang melarang sekolah untuk tidak menjual buku LKS kepada siswanya.

Beberapa sekolah atau guru mungkin melihat penjualan buku LKS sebagai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi, yang jelas bertentangan dengan etika pendidikan. Mereka melakukan berbagai modus agar bisnis penjualan LKS tersebut seolah tidak ada kaitannya dengan pihak sekolah.

Semestinya siswa berhak mendapatkan buku pelajaran dan LKS secara gratis, karena sudah dianggarkan melalui dana BOS, Penjualan LKS oleh sekolah dapat dianggap sebagai pungutan liar dan melanggar aturan, Sekolah seharusnya fokus pada penyediaan pendidikan berkualitas, bukan pada kegiatan komersial seperti menjual buku.

Disisilain Pengondisian tersebut nampak jelas di saat beberapa orangtua siswa lakukan pembelian buku LKS di salah satu toko buku di kota Manna yang memang di minta oleh pihak sekolah agar pembeliannya di toko buku yang ditunjuk.

Saat di konfirmasi salah satu wali murid yang namanya enggan di sebut, membenarkan adanya kejadian tersebut, di jelaskannya kalau memang pembelian buku LKS tersebut nampak di kondisikan. Karena pihak sekolah mengarahkan pembelian di salah satu toko buku yang sudah di tunjuk, sementara di saat pembelian buku LKS tersebut pihak toko menanyakan siapa nama anak, dan kelas berapa.

“Kita mulai curiga bahwa pada pembelian buku tersebut terjadi pengondisian dari sekolah semenjak pihak toko buku meminta nama anak yang bersangkutan dan kelasnya, padahal sebelumnya juga pihak sekolah mengarahkan agar pembelian buku LKS di toko yang dimaksud” terang salah satu wali murid.

Salah satu wali murid yang di maksud juga menjelaskan bahwa “Siswa dan siswi SMPN 2 Bengkulu Selatan itu beli LKS dengan total harga 155 ribu rupiah untuk 11 mata pelajaran

“Aneh disaat kita membeli buku LKS anak kita, pihak toko meminta nama anak kita. Padahal seperti yang lazim kita lakukan selama ini apabila melakukan pembelian apapun itu di toko toko yang kita kunjungi tidak pernah menanyakan nama atau kegunaan yang kita belanjakan, sebab pihak toko namanya penjual semestinya tidak perlu tau untuk apa kegunaan dan siapa yang akan menggunakan apa yang kita belanjakan” ujar salah satu wali murid.

Nazarman selaku salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan berharap agar kiranya aparat penegak hukum dapat melakukan pemeriksaan atas dugaan pungli pada penjualan buku LKS yang diduga sudah di rencanakan secara tersistematis oleh pihak sekolah SMP negeri 2 Bengkulu Selatan dengan toko buku.

“Ini salah satu modus baru yang diduga di lakukan oleh pihak SMP Negeri 2 Bengkulu Selatan untuk mengelabui tuduhan jual beli buku, hal itu jelas merugikan orangtua murid yang semestinya buku tersebut dapat di koordinir oleh pihak sekolah melalui dana BOS. Atas adanya kejadian ini kita sangat mengharapkan agar kiranya dinas terkait, dan aparat penegak hukum (APH) dapat melakukan pemeriksaan atas adanya dugaan pungli yang terjadi pada penjualan LKS terhadap anak didik” ungkap Nazarman.

Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak sekolah belum di dapatkan awak media hendak menemui kepala sekolah sedang tidak berada di tempat, melalui telepon selulernya juga belum memberikan tanggapan. Demikian juga dengan pihak berkompeten lainnya sedang di upayakan. (JN)

 

Artikel ini telah dibaca 1,713 kali

Baca Lainnya

Miris! Melalui WhatsApp Oknum TNI Diduga Lecehkan Salah Satu Jurnalis Perempuan   

19 Juli 2026 - 23:37 WITA

Berdalih Penerimaan Perpindahan Siswa Kepala SMKN 5 Bengkulu Selatan Diduga Lakukan Pungli Dan Manipulasi Data APH Diharapkan Turun

18 Juli 2026 - 13:27 WITA

Peletakan Batu Pertama Pembangunan SDN 93 Bengkulu Selatan Desa Karang Cayo

17 Juli 2026 - 12:45 WITA

Warga Desa Gunung Ayu Kecamatan Seginim Sangat Mengharapkan Perhatian Pemerintah Terkait Jalan Sentra Produksi Didesanya

16 Juli 2026 - 10:42 WITA

Miris Kepala SMK Negeri 5 B/S Terima Mutasi Siswa Yang Tingkat Kelas Secara Otomatis Dimanipulasi Menjadi Naik Kelas

16 Juli 2026 - 09:03 WITA

Wujud Pemerintah Desa Kotabumi Kecamatan Pino Peduli Dengan Kesehatan Masyarakat

14 Juli 2026 - 12:09 WITA

Trending di Bengkulu Selatan