Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu Selatan · 25 Jun 2025 22:12 WITA ·

Apa Kabar! Penanaman RHL Blok 1 Dihutan Lindung Bukit Raja Mendarat Desa Sukarame Dinilai Rugikan Keuangan Negara


Oplus_0 Perbesar

Oplus_0

Sulutnews.com Bengkulu Selatan – pemerintah kucurkan dana yang sangat fantastis untuk mereboisasi hutan agar kelestariannya tetap terjaga, hal itu jelas dengan di turunkannya dana yang lumayan besar ke beberapa wilayah di provinsi Bengkulu.

Salah satunya penerima reboisasi desa Sukarame kecamatan air nipis kabupaten Bengkulu Selatan tepatnya di hutan lindung bukit raja mendara blok satu, yang diduga rugikan keuangan negara atas banyaknya kegiatan yang telah di anggarkan namun dinilai pelaksanaannya fiktif.

Salah satu warga yang juga berkebun di daerah reboisasi menceritakan dengan media ini, bahwa hal itu benar terjadi, banyaknya pekerjaan yang sudah masuk dalam RAB tidak di laksanakan, demikian juga dengan penanaman, tidak dilakukan secara menyeluruh karena ke transfaranan pengelola tidak ada, padahal sebelum kegiatan di laksanakan sudah jelas dalam pertemuan di utarakan apa saja yang di dapatkan oleh masyarakat, namun pada realisasinya tidak terbukti.

Untuk di ketahui reboisasi hutan lindung bukit raja mendara desa Sukarame kecamatan air nipis ini, sudah di laporkan secara resmi di Polda Bengkulu oleh warga Sukarame, namun hingga saat ini perjalanan kasus tersebut nampak tidak berjalan dan seolah di telan bumi.

Salah satu penggiat di kabupaten Bengkulu Selatan Soni menyatakan harapannya dengan pihak Polda Bengkulu agar dapat dengan profesional melakukan pemeriksaan pada realisasi reboisasi bukit raja mendara desa Sukarame kecamatan air nipis, kita menilai hal ini penting di proses mengingat banyaknya warga yang di rugikan serta keuangan negara yang dinilai tidak berfungsi dengan baik atas adanya reboisasi tersebut.

Soni juga berharap agar kementerian kehutanan dapat merespon Impormasi ini, jangan sampai reboisasi yang di programkan pemerintah pusat sekedar formalitas saja, namun manfaatnya tidak di temukan ditengah masyarakat, apalagi saat ini di masa kepemimpinan presiden Prabowo Subianto jelas sangat di perangi korupsi yang menghabiskan uang rakyat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sesuai impormasi yang di dapat media ini, kepala desa Sukarame kecamatan air nipis berperan penting dalam realisasi reboisasi di bukit raja mendara, yang diduga rugikan keuangan negara atas reboisasi tersebut.

Hingga berita ini di terbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya masih sedang di upayakan termasuk kepala desa Sukarame yang di kabarkan berperan penting dalam realisasi reboisasi hutan raja mendara tersebut. (JN)

Artikel ini telah dibaca 1,466 kali

Baca Lainnya

Keluarga Besar LPKA Kelas II Bengkulu mengucapkan HUT RI Ke-81 17 Agustus 2026

17 Agustus 2026 - 18:55 WITA

P3Ai Batau Batu 1 Desa Ganjuh Bangun Siring Irigasi Diduga Air Yang Mengalirinya Tebat Yang Mengharapkan Air Hujan

15 Agustus 2026 - 11:07 WITA

Di Usia 81 Tahun Republik Indonesia Dodi Martian S.Hut MM Mengajak Seluruh Elemen Memerankan Hal Hal Positif

14 Agustus 2026 - 21:03 WITA

P3Ai Desa PenindaianDiduga Kuat Akan Memanipulasi Pelaporan! PPK P3Ai Dilingkungan  Balai Willayah Sungai Untuk Berhati Hati Menerima Laporannya 

14 Agustus 2026 - 00:11 WITA

P3Ai Desa Ganjuh  Diduga Kuat Akan Memanipulasi Pelaporan! PPK P3Ai Dilingkungan  Balai Willayah Sungai Untuk Berhati Hati Menerima Laporannya 

13 Agustus 2026 - 23:52 WITA

Peduli Kesehatan Warganya Pemerintah Desa Kemang Manis Kecamatan Pino Raya Fasilitasi Posyandu Secara Rutin

13 Agustus 2026 - 23:34 WITA

Trending di Bengkulu Selatan