Manado, Sulutnews.com – Anggota DPR RI Komisi III Bidang Hukum, Martin Daniel Tumbelaka, menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama karena merusak generasi muda bangsa. Karena itu, diperlukan kolaborasi dan kerja sama semua pihak untuk memberantasnya, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Ia juga meminta agar oknum aparat yang terbukti terlibat ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Hal tersebut disampaikan Martin Daniel Tumbelaka (MDT) kepada wartawan usai acara Sarasehan Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba hasil kemitraan BNN dan Komisi III DPR RI bertema “Prestasi Tanpa Narkoba” di kompleks Rumah Milik MDT, Desa Pineleng, Kabupaten Minahasa, Jumat (30/10/2026).
Sarasehan tersebut dihadiri sekitar 250 orang pelajar dan generasi muda dengan tiga pembicara, yakni Anggota DPR RI Martin Tumbelaka, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sulut Brigjen Pol Jemmy Suata, Jampidum Kejati Sulut Dr. Reinhard Tololiu, S.H., M.H., serta Tokoh Agama Pdt. Frangky Longkutoy, S.Th. Acara dipandu tokoh pemuda Drs. Danny Kumayas dan banyak menyoroti maraknya peredaran narkoba di Sulut saat ini.
Menurut Martin Tumbelaka, sebagai anggota DPR RI asal Sulut ia merasa prihatin melihat kondisi saat ini karena peredaran narkoba masih terjadi di beberapa tempat. “Ini sangat berbahaya bagi generasi muda Sulut bila kita tidak melakukan pemberantasan secara serius,” kata Martin Tumbelaka dari Fraksi Gerindra.
Ia menegaskan, sebagai wakil rakyat asal Sulut, dirinya tidak ingin melihat generasi muda sakit karena narkoba. “Menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda kita harus sehat dan cerdas. Karena itu kita harus menghindari narkoba,” ujarnya.

Sarasehan ini, lanjutnya, merupakan bentuk kepedulian untuk mengingatkan generasi muda tentang bahaya narkoba. “Jadi kita lakukan untuk kebaikan generasi muda ke depan agar tidak terpengaruh narkoba,” ujar Tumbelaka.
Tumbelaka meminta Polda dan BNN Sulut terus menindak para pengedar dan pemasok narkoba di Sulut. “Jangan tebang pilih. Siapa saja yang terbukti menjual dan mengedarkan narkoba harus ditindak tegas sesuai aturan,” katanya.
Bahkan, jika terbukti ada aparat yang terlibat, ia meminta agar ditindak tegas. “Langkah Kapolda Sulut lewat Dirnarkoba Sulut yang menangkap beberapa pengedar baru-baru ini sangat diapresiasi. Karena harus ditindak tegas bila aparat terbukti terlibat. Saya berikan apresiasi kepada Kapolda yang melakukan penangkapan pengedar narkoba,” kata Tumbelaka.
Terkait perlu tidaknya hukuman mati bagi mereka yang terbukti terlibat narkoba, Tumbelaka menyatakan, “Kalau saya pribadi mendukung hukuman mati.”
Menyinggung adanya pemotongan anggaran di Kantor BNN Sulut, Tumbelaka akan memperhatikan hal itu karena dana BNN dari pusat penting.
Di depan ratusan peserta sarasehan, Tumbelaka mengapresiasi generasi muda yang hadir, termasuk siswa SMA Negeri 1 Manado. Sebagai alumni SMA Negeri 1 Manado, ia berharap para siswa mampu menyampaikan bahaya narkoba kepada teman-teman mereka. Sarasehan ini dilakukan Tumbelaka bersamaan dengan reses yang keempat kali. Ia juga memberikan apresiasi atas kehadiran Kepala BNN dan perwakilan Kejaksaan Tinggi Sulut.

Foto – Suasana Sarasehan Pemberantasan Narkoba
BNN Sulut Terus Sosialisasi Bahaya Narkoba
Kepala BNN Sulut Brigjen Pol Jemmy Suata, kepada wartawan dan di depan peserta sarasehan, mengatakan peredaran narkoba di Sulut masih banyak dan sudah masuk ke anak-anak muda serta pelajar.
“Ini berbahaya, karena itu pihaknya terus melakukan penindakan bersama Polda Sulut,” kata Brigjen Jemmy didampingi staf Tommy S. dari bagian penyuluhan.
Menurutnya, narkoba berbahaya sehingga perlu kolaborasi untuk memberantasnya. “Banyak jenis baru narkoba yang masuk dari luar. Kami akan menindak yang terlibat, termasuk aparat BNN juga bila terbukti,” tegasnya.
Brigjen Jemmy menambahkan, saat ini ada 14 kasus yang ditindak dan pihaknya terus melakukan pengembangan sampai ke jaringannya.
Staf BNN Tommy menambahkan, saat ini ada berbagai jenis narkoba baru yang berbahaya. BNN terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba di sejumlah sekolah di Kota Manado dan sudah berjalan baik. Narkoba hasil deteksi masuk ke Sulut lewat jalur laut dan jalan darat dari arah selatan serta laut bagian utara.
Penegakan Hukum
Dr. Reinhard Tololiu dari Kejaksaan Tinggi Sulut meminta siswa dan generasi muda peserta sarasehan menolak narkoba karena berbahaya dan melanggar hukum. Menurutnya, saat ini ada kasus narkoba yang ditangani Kejaksaan. Generasi muda Sulut harus menolak bila diajak dan harus mengendalikan diri.
Tokoh Agama Pdt. Frangky Longkutoy mengatakan semua agama melarang narkoba. “Kita harus takut akan Tuhan. Narkoba itu dosa bila kita memakai. Kita harus banyak ikut kegiatan keagamaan dan menghindari narkoba.” (Fanny)






