
Gambar ilustrasi, sumber liputan6
Sulutnews.com, Bitung – Sebuah rekaman video, berdurasi 59 detik, menayangkan aksi seorang pelajar perempuan sedang memarahi seorang pelajar perempuan lainnya.
Dari baju seragam yang dikenakan, dapat diketahui bahwa keduanya adalah pelajar dari sekolah yang sama.
Siswi itu nampak duduk di lantai, dan seorang lagi tak lama kemudian melakukan penganiayaan terhadap dirinya.
Terlihat hampir tidak ada perlawanan yang berarti, meski disitu juga berada teman mereka .
Kemudian, pada video kedua, 56 detik, sang perekam nampak menikmati peristiwa yang sedang terjadi,
Dimana, korban nampak enggan melawan, meski di pukuli beberapa kali bahkan di tendang hingga jatuh terduduk dan menangis.
Sepintas terlihat, seorang remaja melintas diantara keduanya sambil memegang puntung rokok dan tersenyum, seolah menyetujui aksi itu.
Sang perekam video pun, nampak keberatan saat tayangannya terhalang oleh temannya.
Belum diketahui lokasi peristiwa itu berlangsung. Namun dari beberapa sumber mengatakan bahwa itu terjadi pada hari Selasa akhir bulan Februari.
Lain lagi pada video ketiga. Kali ini nampak terjadi di dalam kelas, sedangkan suasana semakin riuh oleh seisi kelas saat dua orang siswi tengah bertikai.
Bahkan, sang perekam sempat memarahi saat videonya terhalang oleh yang lain sambil mengumpat makian.
Dalam Video berdurasi 53 detik itu, perkelahian itu sempat ditengarai oleh lainnya hingga berakhir.
Belum diketahui pasti penyebab kedua peristiwa perundungan itu, namun terinformasi kini salah satu korban dikabarkan telah pulang ke kampung halamannya, disebabkan malu atas peristiwa yang menimpa dirinya.
Dari informasi, dapat dipastikan bahwa aksi itu berasal dari pelajar di salah satu sekolah menengah atas di Kota Bitung.
Viralnya kedua video tersebut, membuat sejumlah kalangan geram.
Mereka beranggapan bahwa itu bukanlah perilaku pelajar, dan berharap ada penegakan hukum.
Pada akun facebook ” pemersatu bangsa” dimana video itu ditayangkan, telah dibagikan sebanyak 135 kali,
” Pihak sekolah HARUS MEMBERI SANKSI TEGAS kepada SEMUA siswa yang terlibat dan turut menyaksikan perundungan ini.
Klu siswa/i yg menyaksikan punya moral, pasti mereka tidak akan tega menyaksikan dan pasti akan ambil tindakan melerai atau melaporkan ke guru2 atau Kepala Sekolah. Ini malah sengaja menutup pintu dan beramai-ramai menyaksikan perundungan tersebut.
SEMUA HARUS DIBERI SANKSI..!!!
SEMUA.” ujar netizen di kolom komentar.
Netizen lainnya juga sangat berterima kasih sebab telah memvideokan peristiwa ini.
” Mksih yg ada vidio ne
Klu nda vidio nda mo dp tau tu kejadian ini 🙏” tulis kaka anda mengomentari.
” Kemana moral anak sekolah jaman sekarang. Koq makin banyak kejadian perundungan??
Padahal mereka sudah dididik sejak TK sampai SMA…sudah 15 tahun lebih mendapatkan didikan formal dan informal.
#miris.”
Diketahui, peristiwa ini telah ditangani oleh pihak kepolisian Polres Bitung.
” Saat ini sementara dilakukan pemeriksaan ke korban,” kata Kastreskrim Polres Bitung, AKP Marselus Yugo Amboro, Senin (6/3/2023) seperti di kutip dari manado.tribunnews.com.
Dikabarkan, pihak sekolah juga akan disambangi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulut atas peristiwa itu.
Terkait itu, netizen berharap agar tidak terjadi hal serupa, sebab ini merupakan persoalan bersama untuk diatasi,
“Disamping didikan sekolah, sangat penting juga didikan dari rumah. Kedekatan orang tua.” tukas salah satu akun di kolom komentar.
(Tzr)
.
.





