MAKASSAR, Sulutnews.com — Aviation Fuel Terminal (AFT) Hasanuddin Group, Makassar, telah mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Low Risk pada Audit Kualitas Bahan Bakar Penerbangan Standar Internasional — IATA Fuel Quality Pool (IFQP) 2026. Hasil ini menegaskan bahwa pengelolaan bahan bakar pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin telah memenuhi bahkan melampaui tolok ukur global industri penerbangan.
Penilaian berlangsung selama dua hari, pada 19–20 Agustus 2026, dilakukan langsung oleh auditor IFQP dari Malaysia Airlines. Tim meninjau secara menyeluruh aspek kualitas bahan bakar, kelayakan fasilitas dan peralatan, prosedur kerja, sistem keselamatan, kepatuhan dokumentasi, hingga penerapan standar operasional di lapangan.
Penilaian Berstandar Dunia, Hasil yang Membanggakan
IFQP merupakan program jaminan kualitas bahan bakar penerbangan yang diakui secara internasional di bawah naungan Asosiasi Pengangkutan Udara Internasional (IATA). Penilaian ini menjadi rujukan utama dalam memastikan fasilitas dan layanan penyediaan bahan bakar pesawat di berbagai bandara dunia berjalan sesuai standar keamanan dan kualitas tertinggi industri penerbangan global.
Dalam penilaian kali ini, AFT Hasanuddin dinilai masuk dalam kategori Low Risk dengan hanya temuan-temuan kecil yang dapat langsung diperbaiki selama proses berlangsung. Lebih dari itu, auditor memberikan apresiasi khusus terhadap kesiapan tim dan tata kelola di lapangan, dengan menyampaikan penilaian: “semua pihak menjalankan tugas dengan sangat baik”.
Bahkan berdasarkan pengalaman auditor yang telah menilai berbagai fasilitas sejenis di banyak negara, performa AFT Hasanuddin dinilai lebih unggul dibandingkan sejumlah lokasi utama penerbangan internasional yang pernah diaudit.
Pencapaian ini menjadi pengakuan resmi bahwa standar operasional, kesiapan fasilitas, serta penerapan aspek keselamatan dan kualitas di AFT Hasanuddin telah setara bahkan melampaui sejumlah fasilitas penerbangan di lokasi-lokasi internasional.
Menopang Konektivitas Udara Indonesia Timur dengan Standar Dunia
AFT Hasanuddin memiliki peran strategis sebagai penyuplai bahan bakar pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin — salah satu gerbang udara dan simpul konektivitas terpenting di kawasan Indonesia Timur. Keandalan penyediaan bahan bakar berkualitas menjadi fondasi utama kelancaran operasional penerbangan, sekaligus penyangga pergerakan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi wilayah.
Manajer Aviation Fuel Terminal Hasanuddin Group, Andreas Yanuar Arinawan, menyampaikan bahwa hasil penilaian ini adalah buah dari kedisiplinan sehari-hari, bukan persiapan sesaat.
“Predikat Low Risk pada audit IFQP 2026 adalah kebanggaan seluruh keluarga besar AFT Hasanuddin. Penilaian ini membuktikan bahwa fasilitas, prosedur, kualitas operasional, dan budaya keselamatan yang kami bangun telah berada pada level yang diakui dunia. Ke depan, ini menjadi pemicu untuk terus menjaga dan meningkatkan standar pelayanan kami,” ujar Andreas.
Ia juga menekankan: “Kesiapan menghadapi standar internasional tidak dibangun dalam sehari. Ini adalah hasil disiplin seluruh personel yang konsisten menjalankan prosedur dan menjaga keandalan operasional setiap hari. Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada tim Operasi dan Jaminan Kualitas yang terus menjaga kualitas di lapangan. Temuan kecil yang muncul langsung kami perbaiki agar proses penilaian berjalan lancar.”
Komitmen Pertamina: Keselamatan dan Kualitas Selalu di Garis Depan
Sementara itu, Manajer Komunikasi, Hubungan, dan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan Pertamina Patra Niaga Wilayah Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyatakan capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pertamina dalam menjaga kualitas dan keselamatan layanan energi penerbangan.
“Predikat Low Risk ini bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah dan tanggung jawab untuk terus menjaga standar tertinggi. AFT Hasanuddin berada di posisi strategis yang menopang konektivitas udara Indonesia Timur. Keselamatan, kualitas, dan keandalan tidak boleh kompromi dalam setiap langkah operasional kami,” tegas Lilik.
Ia menambahkan, pencapaian ini sekaligus membuktikan bahwa tata kelola bahan bakar penerbangan di Sulawesi mampu bersaing dan memenuhi ekspektasi dunia internasional.
“Kami bangga tim AFT Hasanuddin mampu tampil gemilang di hadapan penilai bertaraf dunia. Di masa mendatang, kami terus mendorong semangat perbaikan berkelanjutan agar standar yang telah diraih tetap terjaga dan terus ditingkatkan.”
Komitmen Berkelanjutan: Layanan Aman, Andal, dan Berkualitas
Pertamina Patra Niaga Wilayah Sulawesi menegaskan akan terus memperkuat penerapan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lindung Lingkungan (HSSE), menjaga kualitas produk, memastikan keandalanalan fasilitas, meningkatkan kompetensi tenaga kerja, serta menegakkan kedisiplinan operasional di seluruh lini layanan bahan bakar penerbangan.
Perbaikan dan evaluasi berkelanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya memastikan layanan energi penerbangan tetap aman, andal, dan berkualitas bagi seluruh maskapai dan pengguna jasa.
Melalui AFT Hasanuddin, Pertamina Patra Niaga terus mendukung kelancaran konektivitas udara dari Makassar dan seluruh kawasan Indonesia Timur — dengan menghadirkan layanan bahan bakar penerbangan yang selalu mengutamakan kualitas, keselamatan, dan keandalan.(*/Merson)




