Manado, Sulutnews.com – Program Pemerintah Pusat lewat Kementrian Pendidikan Dasar Menengah ( Kemendikdasmen) yakni Revitalisasi sekolah di Sulut mulai direalisasikan.
Dari data yang diperoleh proyek Revitalisasi mulai direalisasikan pekerjaan sejak bulan Agustus 2025 dan untuk Sulut ada sekitar 86 SMA, SMK dan SLB dengan nilai proyek Revitalisasi sekitar Rp 127 miliar terbagi untuk 41 SMA senilai Rp 47 miliar 39 SMK Rp 70 miliar dan 6 Sekolah Luar Biasa ( SLB) senilai Rp 10 miliar. Ini untuk sekolah Negeri dan Swasta tersebar di 15 Kabupaten dan Kota. Program ini harus rampung 15 Desember 2925 sesuai jadwal dan sudah cair Rp 70 persen dari setiap nilai proyek.
Kabid SMA Dikda Sulut Dr Sri Pasiakh S.Pd.M.Pd dan Kabid SMK Vecky Pangkerego S.Pd .M.Pd serta Kabid Pendidikan Khusus Layanan Khusus ( PKLK) Melinda Mamesah S.Pd M.Pd ketika dikonfirmasih Jurnalis Sumikolah Sulut Minggu ( 21/9) dan Senin (22/9) membenarkan sudah mulai ada realisasi proyek Revitalisasi dari Kemendikdamen.

Foto – Kadis Dikda Sulut Dr Femmy J. Suluh M.Si
Bahkan Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M.Si didepan 200 Kepapa Sekolah SMA pada acara Pertemuan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah ( MKKS) di Aula SMA Eben Haezar Kamis (18/9) pekan lalu menyatakan banga ada proyek Revitalisasi .Ini sangat membantu untuk menunjang pendidikan di Sulut kedepan. Karena itu Kepsek harus perhatikan program ini karena Swakelolah. Kepsek harus pantau terus.
Melaporkan Setiap Bulan
Bahkan Kadis Femmy Suluh minta berdiri Kepsek yang mendapat Proyek Revitalisasim Kadis minta agar 41 Kepala Sekolah SMA yang mendapat proyek Revitalisasi harus juga melaporkan kepadanya terkait Progres pekerjaan.setiap bulan.
” Memang ini program Kementrian Dikdasmen namun saya juga ikut mendampingi Kepsek saat penandatangan kerjasama di Jakarta terkait proyek Revit” tegas Kadis.
Kepsek harus lapor karena saya juga akan melaporkan kepada atasan saya ketika diminta. Di acara MKKS- SMK di Ruang Theater SMK Negeri 1 Manado Kamis (18/9) pekan laku Kadis Femmy Suluh juga minta Kepsek SMK yang dapar Revit harus pantau dan melaporkan kepada atasan meski iti proyek dari Kemendikdasmen. Terkait 86 Sekolah.yang dapat Revit baik SMA, SMK dan SLB itu dari Kemendikdasmen yang tentukan bukan dari Dikda Sukut. Mereka ( Dikdasmen, red) melihat Dapodik setiap sekolah. Bagi yang belum mudah mudahan ada perbaikan Dapodik bisa dapat nanti.
Kepada Jurnalis Sumikolah Sulut usai pertemuan MKKS baik SMA dan SMK Kadis mengatakan, selain akan majukan pendidikan. Poyek Revitalisasi ini.juga berdampak pada ekonomi rakyat sekitar sekolah
Multiplayer efek besar karena belanja barang disekitar sekolah dan juga tenaga kerja seperti tukang dan tenaga kerja dari masyarakat sekitar sekolah apalagi ini swakelolah.

Foto – Kabid SMK Dikda Sulut Vecky Pangkerego S.Pd.M.Pd
Kabid SMK Vecky Pangkerego optimis dengan proyek Revit inj proses belshar di SMK semakin baik karena Revit untuk memangun ruang kelas dan praktek serta perpustakaan dan laboratorium dan toilet.juga.. Ada 39 SMK sekitar 70 miliar karena SMK banyak ruang praktek dan laboratorium karena itu besar nilainya. Saat ini sudah cair70 persen dari nilai proyek untuk semua sekolah karena itu ketentuan yang ada. Jadi jangan lambat bekerja .
Kepsek Optimis
Sejumlah Kepsek yang mendapat Revit optimis bisa rampung hinga batas waktu 15 September 2025.” Saya sudah 30 persen pekerjaan. Tidak ada masalah dipastikan 15 September selesai dengan nilai proyek Rp 3, 8 miliar” kata Kepsek SMK Negeri 1 Kota Bitung Chresto Lewan S.Pd.M.Pd kepada Jurnalis Sumikolah pekan lalu. Hal yang sama dikatakan Kepsek SMK Kristen Getsemani Manado Nifly Gerungan S.Th secara terpisah. Sekitar Rp 2,5 miliar nilai Proyek Revit sudah sekitar 35 persen rampung. Kepsek optimis bisa selesai.
Hal yang sama dikatakan sejumlah Kepsek SMA namun engan menyebutkan namanya.” Mereka otimis bisa rampung hinga batas waktu yang ditetapkan dari Kemendikdasmen” kata sejumlah Kepsek SMA namun engan menyebutkan namanya kepada Jurnalis Sumikolah Sulut pekan lalu.
DPRD Minta Warga Awasi
Sementara itu Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra Pendidikan DPRD Sulut Louis Schramm SH.MH kepada Wartawan Sulutnews.com yang juga masuk Jurnalis Sumikolah Sulut Minggu (21/9 malam mengapresiasi Program Presiden Prabowo lewat Kemendikdasmen terkait Revitalisasi sekolah 86 di Sulut baik SMA, SMK dan SLB.” Ini luar biasa karena sangat baik untuk majukan kualitas Pendidikan di Sulut” kata Louis.
Dengan 86 Sekolah dengan nilai Proyek Rp 127 miliar itu besar dampak positifnya. Selain pendidikan akan maju kedepan ekonomi rakyat juga akan berdampai baik
Hal yang sama juga dikatakan Pemerhati/ Pengamat Pendidikan dari Unsrat Manado Prof Dr Benny Pinontoan M Sc kepada Sulutnews.com dan Jurnalis Sumikolah.Minggu (21/9) malam. Menurut Guru Besar Matematika dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ( FMIPA) Unsrat itu, program Revit baik karena perbaikan sarana dan prasarana sekolah penting agar siswa bisa bejalar dengan baik dan tenang.

Foto – Louis Schramm SH.MH Wakil Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Sulut
” Kalau diperbaiki yang rusak dan bangun ruang belajar yang baik itu pasti siswa dan guru guru senang” kata Prof Benny Pinontoan yang iuga meraih Master ( M.Sc) dari salah satu Kampus di Canada.
Pendidikan maju penting didukung sarana dan prasarana yang baik.
Namun terkait proyek Revit untuk 86 Sekolah baik SMA dsn SMK serta SLB senilai Rp 127 miliar ini harus ada pengawasan ketat. Baik Louis Schramm maupun Prof Benny minta harus hati hati dan diawasi ketat karena waktu kerja hanya 15 Desember 2025 dan ini swakelolah.
Louis Schramm yang juga sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut.minta masyarakaf sekitar sekolah bantu awasi ketat proyek ini agar benar benar terealisasi tanpa masalah hukum.” Baik proyek ini kalau realisasinya baik siswa akang senang bersama guru guru” kata Louis yang juga Pengacara di Sulut.
Dampak ekonomi rakyat Sulut besar karena perputaran dana besar memasuki akhir tahun ini. Louis berharap Kepsek minta Konsultas dan tukang belanja barang sekitar sekolah. Ini untuk.membantu warga. Pantauan Jurnalis Sumikolah sejumlah sekolah.mulai Kerja di SMK Negeri 1 Manao, SMK Kristen Getsemani Manado, SMK Negeri 1 Bitung dan lainnya. (Fanny)





