Rote Ndao, Sulutnews.com – Mantan penjabat kepala desa (Pj. Kades) Fia Fangga, Stefen Nalle, membantah tudingan bahwa dirinya menjadi penyebab ketidakhadiran Pj. Kades Fia Fangga saat ini, Erwin O. Theon, di wilayah desa tersebut. Klarifikasi ini disampaikan menyusul adanya dugaan yang beredar di masyarakat terkait peran Stefen Nalle dalam pemerintahan desa saat ini.
Stefen Nalle menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hak untuk mengintervensi Erwin O. Theon dalam menjalankan tugasnya sebagai Pj. Kades Fia Fangga. Menurutnya, setelah serah terima jabatan dan kembali ke profesi semula sebagai guru, segala urusan pemerintahan desa menjadi tanggung jawab penuh pejabat yang baru.
“Saya tidak berhak mengintervensi Pak Erwin, karena saya bukan lagi kepala desa. Saya sudah menjadi masyarakat biasa. Setelah pelantikan dan serah terima jabatan, saya sudah kembali ke tugas pokok sebagai guru. Jadi, tidak ada urusan lagi di desa persiapan. Semuanya menjadi tanggung jawab Pj. baru,” ujarnya.
Menanggapi isu terkait pengelolaan anggaran desa, Stefen Nalle menjelaskan bahwa selama masa kepemimpinannya, pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia juga menyebutkan bahwa anggaran yang dikelola oleh desa persiapan Fia Fangga sangat terbatas, karena hanya berasal dari sebagian kecil dana yang diberikan oleh desa induk, yaitu Desa Oelasin.
“Selama saya menjabat, saya selalu terbuka dengan masyarakat terkait anggaran desa. Anggaran yang kami kelola sangat sedikit, yang diberikan oleh Desa Oelasin. Itupun tidak bisa digunakan untuk pembangunan fisik maupun non fisik. Kita semua tahu bahwa anggaran tersebut habis untuk operasional, seperti insentif perangkat desa, lembaga kemasyarakatan, ATK, dan perjalanan. Jadi, jika ada yang mengatakan kami korupsi anggaran desa, itu tidak benar,” tegasnya.
Stefen Nalle berharap agar masyarakat tidak lagi memiliki prasangka negatif terhadap dirinya dan memberikan kesempatan kepada Pj. Kades yang baru untuk menjalankan tugasnya dengan baik.
Reporter: Alden Mesah






